BANDA ACEH – Dukungan politik kepada drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes untuk memimpin DPD Partai Demokrat Aceh semakin kokoh menjelang Musyawarah Daerah (Musda). Setelah memperoleh dukungan mayoritas pengurus cabang, kini dukungan juga datang dari Gubernur Aceh sekaligus Ketua Umum Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem).
Mualem menilai Nurdiansyah Alasta merupakan figur yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan membangun komunikasi lintas elemen, serta rekam jejak pengabdian yang konsisten bagi masyarakat Aceh. Dukungan tersebut bahkan telah disampaikan secara tertulis sebagai bentuk kepercayaan terhadap kemampuan Nurdiansyah memimpin Partai Demokrat Aceh.
Gelombang dukungan dari internal partai juga semakin menguat. Hingga saat ini, 18 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-Aceh telah menyatakan sikap mendukung Nurdiansyah Alasta sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh.
Besarnya dukungan itu menunjukkan kuatnya kepercayaan kader terhadap sosok yang dinilai tumbuh dari proses kaderisasi, memahami dinamika organisasi, serta mampu menjaga soliditas partai menghadapi agenda politik ke depan.
Menanggapi dukungan tersebut, Nurdiansyah Alasta menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader dan tokoh yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
“Musda bukan sekadar memilih ketua, tetapi momentum memperkuat konsolidasi, mempererat persaudaraan antarkader, dan menyusun strategi mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Aceh. Saya mengajak seluruh kader menjaga suasana yang sejuk, santun, dan demokratis,” tegas Nurdiansyah.
Ia menegaskan, jika mendapat amanah memimpin DPD Partai Demokrat Aceh, prioritas utamanya adalah memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput, meningkatkan kaderisasi, mempererat sinergi dengan seluruh DPC, serta membangun komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan demi kemajuan Aceh.
Dengan dukungan tokoh politik berpengaruh seperti Mualem dan mayoritas DPC Partai Demokrat Aceh, posisi Nurdiansyah Alasta dinilai semakin kuat dalam bursa calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh menjelang pelaksanaan Musda.[]









