SIGLI – FORKI Pidie menegaskan dominasinya di pentas karate Aceh dengan keluar sebagai juara umum Kejuaraan Daerah (Kejurda) FORKI Aceh Piala Bupati dan Wakil Bupati Pidie 2026.
Tuan rumah mengoleksi 17 medali emas, 8 perak, dan 29 perunggu, unggul tipis atas STC Polres Lhokseumawe yang juga meraih 17 emas, namun kalah dalam perolehan medali perak.
Keberhasilan tersebut menjadi indikator kuat bahwa pembinaan atlet karate di Kabupaten Pidie berjalan konsisten dan mampu menghasilkan prestasi di tengah persaingan ketat yang diikuti belasan kontingen dari berbagai kabupaten/kota dan perguruan karate di Aceh.
Ketua Panitia Kejurda FORKI Aceh, Hendra Darmawan, S.H. (Kapten CPM), mengatakan seluruh pertandingan berlangsung kompetitif dengan menjunjung tinggi sportivitas.
Menurutnya, Kejurda bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, tetapi menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan atlet di setiap daerah.
“Prestasi yang diraih para kontingen merupakan hasil dari proses pembinaan yang panjang. Kejurda ini menjadi ruang evaluasi sekaligus pembuktian sejauh mana program pembinaan atlet telah berjalan. Kami melihat kualitas pertandingan tahun ini meningkat dan persaingan berlangsung sangat sehat,” ujar Hendra, Selasa 21 Juli 2026.
Ia menilai tingginya antusiasme peserta menunjukkan olahraga karate di Aceh terus berkembang. Karena itu, hasil Kejurda diharapkan menjadi pijakan bagi FORKI Aceh dan seluruh pengurus kabupaten/kota untuk memperkuat pembinaan atlet usia dini hingga tingkat prestasi.
“Kami mengapresiasi seluruh atlet, pelatih, ofisial, wasit, juri, panitia, serta Pemerintah Kabupaten Pidie yang telah mendukung suksesnya kejuaraan ini. Tanpa kolaborasi semua pihak, Kejurda tidak akan berjalan dengan baik,” katanya.
Berdasarkan klasemen akhir, UKM USK AKG menempati peringkat ketiga dengan raihan 13 emas, 14 perak, dan 8 perunggu, disusul INKAI Aceh di posisi keempat dengan 5 emas, 4 perak, dan 13 perunggu, serta FORKI Banda Aceh di posisi kelima dengan 4 emas, 5 perak, dan 14 perunggu.
Hendra berharap Kejurda FORKI Aceh tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan untuk menghadapi kejuaraan nasional.
“Target kita bukan hanya melahirkan juara di tingkat Aceh. Dari Kejurda ini kami berharap lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional bahkan internasional, Prestasi hari ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas latihan, disiplin, dan mental bertanding,” tegasnya.
Kejurda FORKI Aceh Piala Bupati dan Wakil Bupati Pidie 2026 yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Pidie ke-515 menjadi salah satu ajang pembinaan karate terbesar di Aceh tahun ini. Hasil akhir memperlihatkan persaingan yang semakin merata, namun FORKI Pidie mampu membuktikan diri sebagai kekuatan utama karate Aceh dengan mengunci gelar juara umum melalui konsistensi perolehan medali di seluruh nomor pertandingan.[Mul]










