Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Lahan Pertanian Rusak, Rp150 Miliar Jadi Taruhan Pemulihan Pidie Jaya

redaksi by redaksi
11/08/2026
in Lintas Timur
0
Lahan Pertanian Rusak, Rp150 Miliar Jadi Taruhan Pemulihan Pidie Jaya

MEUREUDU – Banjir hidrometeorologi masih menyisakan persoalan serius bagi petani Pidie Jaya, Lahan persawahan dipenuhi lumpur, jaringan irigasi rusak, dan sebagian petani belum dapat kembali mengolah lahannya hingga 8 bulan paska banjir.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya kini meminta dukungan sekitar Rp150 miliar kepada pemerintah pusat untuk rehabilitasi dan pencetakan lahan pertanian yang rusak berat yang sama sekali belum disentuh hingga saat ini.

Usulan itu disampaikan Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi saat mendampingi tim lintas kementerian meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir, Sabtu (8/8/2026).

Tim yang berjumlah sekitar 20 orang dari Kemenko Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perdagangan serta Kementerian Ekonomi Kreatif meninjau huntara, sawah, tambak, pasar, UMKM dan sektor ekonomi kreatif.

Bagi Pemkab, persoalan utama kini bukan sekadar membersihkan sisa banjir, tetapi mengembalikan masyarakat ke aktivitas produksi.

“Prioritas kita bagaimana masyarakat kembali bekerja dan memperoleh penghasilan. Lahan pertanian harus kembali produktif, tambak dan usaha perikanan harus dipulihkan, perdagangan harus bergerak,” tegas Sibral.

Endapan lumpur dan kerusakan irigasi menjadi kendala utama pemulihan sawah, Pemkab meminta pemetaan cepat untuk menentukan lahan yang bisa direhabilitasi dan lahan yang membutuhkan alternatif pemanfaatan.

Pemkab juga meminta tambahan alat berat, Satu unit ekskavator bantuan pemerintah pusat dinilai belum memadai untuk mempercepat penanganan.

“Semakin lama lahan tidak bisa digunakan, semakin besar kerugian yang ditanggung petani,” ujarnya.

Selain anggaran, Pemkab meminta dukungan sarana produksi dan pendampingan teknis.

Di sektor perikanan, rehabilitasi tambak dan kolam menjadi prioritas. Bantuan benih dan pakan juga dibutuhkan agar masyarakat dapat segera kembali berproduksi.

“Pemulihan bukan hanya memperbaiki infrastruktur. Yang paling penting memastikan masyarakat kembali memiliki modal untuk berproduksi dan mendapatkan penghasilan,” kata Sibral.

Pemkab berharap kunjungan lintas kementerian menghasilkan anggaran dan kebijakan konkret, bukan berhenti pada peninjauan lapangan.

“Kami tidak ingin masyarakat merasa ditinggalkan setelah bencana, Kami berharap pemerintah pusat terus hadir sampai masyarakat benar-benar pulih dan kembali produktif,” tegasnya.

Kini kebutuhan Pidie Jaya jelas: Rp150 miliar untuk pemulihan lahan, tambahan alat berat dan dukungan sarana produksi.

Bagi petani, pemulihan bukan soal menunggu, Setiap hari lahan tidak produktif berarti ada pendapatan yang hilang.[Mul]

Previous Post

Krak, Polda Aceh Tangkap Keuchik Tersangka Peredaran Narkoba 50.000 Butir Pil Ekstasi

Next Post

Tegaskan Keteladanan, Pimpinan Al Zahrah Lantik Pengurus OSPA Masa Bakti 2026-2027

Next Post
Tegaskan Keteladanan, Pimpinan Al Zahrah Lantik Pengurus OSPA Masa Bakti 2026-2027

Tegaskan Keteladanan, Pimpinan Al Zahrah Lantik Pengurus OSPA Masa Bakti 2026-2027

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

RSUD Zubir Mahmud Targetkan Pasien Aceh Timur Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah

RSUD Zubir Mahmud Targetkan Pasien Aceh Timur Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah

12/09/2026
Kementerian Ekraf Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir Aceh

Kementerian Ekraf Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir Aceh

12/09/2026
Satgas PRR Dorong Pemda Aceh Percepat Realisasi Tambahan TKD Rp 1,65 Triliun

Satgas PRR Dorong Pemda Aceh Percepat Realisasi Tambahan TKD Rp 1,65 Triliun

12/09/2026
Lima SPPG di Aceh Jaya Belum Kantongi Sertifikat Sanitasi

Lima SPPG di Aceh Jaya Belum Kantongi Sertifikat Sanitasi

12/09/2026
Satgas PRR Sebut Cuaca dan Akses Jadi Kendala Penanganan Rehab-Rekon Aceh

Satgas PRR Sebut Cuaca dan Akses Jadi Kendala Penanganan Rehab-Rekon Aceh

12/09/2026

Terpopuler

Lahan Pertanian Rusak, Rp150 Miliar Jadi Taruhan Pemulihan Pidie Jaya

Lahan Pertanian Rusak, Rp150 Miliar Jadi Taruhan Pemulihan Pidie Jaya

11/08/2026

Ini Nama Nama Lengkap Pejabat UIN Ar-Raniry yang Baru Dilantik

Demam Foto Jadul AI Melanda Jagat Maya, Termasuk Abdya

Kwarcab Abdya Peringati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Usung Tema Swasembada Pangan

DPMP4 Abdya Luncurkan Program Gerakan Orang Tua Asuh Untuk Sejumlah Yatim Piatu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com