BIREUEN – Pesantren Modern Al Zahrah resmi meluncurkan program persiapan TOEFL dan TOAFL bagi seluruh santri Aliyah. Program baru ini ditargetkan menjadi bekal santri menguasai bahasa asing, tidak hanya untuk kuliah ke luar negeri, tapi juga untuk menunjang profesi apa pun di masa depan.
Penegasan itu disampaikan Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Tgk. H.M Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag saat membuka Grand Opening Road to TOEFL & TOAFL Programs di Musala Al Makki, Selasa malam (18/08/2026).
“Dengan menguasai bahasa, menjadi profesi apa pun akan mudah dijalankan apalagi di luar negeri,” ujar Tgk. Fadhil.
Program yang diasuh langsung oleh Bidang Bahasa pesantren ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan placement test. Menurut Koordinator Bidang Bahasa, Ustaz Fajri, S.Pd.I, belum banyak pesantren yang menyelenggarakan program setara TOEFL dan TOAFL secara sistematis.
“Ini bentuk perhatian dan terobosan baru pesantren kepada santri. Yang terpenting adalah niat, karena jika tidak maka akan sia-sia. Kuncinya hanya satu: praktik,” kata Ustaz Fajri.
Untuk mengawali program tersebut, Al Zahrah menghadirkan trainer bahasa, Affas Yunasz, M.Pd. Dalam motivasi bertema “Empowering Language, Elevating Future”, alumnus Darul Ulum itu membocorkan 3 kiat sukses menguasai bahasa Inggris:
Pertama, bahasa adalah pelajaran paling mudah. “Di pesantren, bahasa Inggris atau Arab sangat mudah dipelajari. Yang penting mau menerapkannya sehari-hari, kalau tidak dipraktikkan akan hilang,” tegasnya.
Kedua, jangan takut salah. “Dari kesalahan lah kita belajar memperbaikinya.”
Ketiga, butuh keseriusan, perbanyak doa dan amalan sunnah. “Jangan gampang merendahkan diri sendiri. Allah menciptakan kita untuk bisa dan mampu, bukan untuk tidak mampu,” pungkasnya.
Turut hadir Direktur KMI Munawar, S.Pd, Direktur Kepengasuhan Zainal Adha, S.Pd, Wakil Kepengasuhan Rizki Yani, S.Pd, Kepala MTsS Al Zahrah Hanif Abdullah, S.Pd, dan seluruh majelis guru.
Dengan adanya kelas ini, Al Zahrah ingin memastikan bahasa asing yang sudah menjadi bahasa sehari-hari di pesantren, benar-benar dikuasai santri secara terukur dan siap bersaing di level global.







