Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

13 Nelayan Aceh Timur yang Sempat Ditahan di Thailand Dipulangkan

redaksi by redaksi
20/09/2026
in Lintas Timur
0
13 Nelayan Aceh Timur yang Sempat Ditahan di Thailand Dipulangkan

BANDA ACEH — Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh menjemput 13 nelayan asal Kabupaten Aceh Timur yang telah menyelesaikan proses hukum di Thailand. Mereka tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, Sabtu (19/9/2026), sebelum kemudian diantar menuju Aceh Timur.

‎‎Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM., yang mewakili Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mengatakan Pemerintah Aceh memastikan proses kepulangan para nelayan tidak berhenti setelah tiba di Indonesia, tetapi dikawal hingga kembali ke daerah asal.

‎“Atas nama Pemerintah Aceh, kami memastikan saudara-saudara kita ini dapat kembali ke Aceh Timur dan berkumpul dengan keluarganya. Setelah kami jemput di Kualanamu, mereka kami antar sampai ke Aceh Timur untuk selanjutnya diserahkan kepada pemerintah kabupaten,” ujar Budi.

‎Setibanya di Aceh Timur, ke-13 nelayan tersebut akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk selanjutnya difasilitasi bertemu dengan keluarga di Pendopo Bupati Aceh Timur.

‎Ke-13 nelayan sebelumnya menjalani proses hukum di Thailand selama sekitar enam bulan setelah kapal yang mereka awaki ditangkap otoritas setempat pada Maret 2026 terkait persoalan batas wilayah perairan.

‎Proses pemulangan ini merupakan hasil koordinasi berbagai pihak, di antaranya Kementerian Luar Negeri, KBRI Bangkok, KJRI Songkhla, Pemerintah Aceh, Dinas Sosial Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Baitul Mal Aceh, Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, serta Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma.

‎Haji Uma turut mendampingi para nelayan dan memfasilitasi komunikasi dengan keluarga melalui video call. Momen tersebut berlangsung haru setelah para nelayan sekitar enam bulan tidak dapat bertemu langsung dengan keluarga.

‎‎Haji Uma juga mengingatkan para nelayan agar lebih berhati-hati saat melaut dan tidak kembali memasuki batas wilayah perairan negara lain.

‎‎Pemerintah Aceh memastikan kepulangan ini menjadi bagian dari bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, termasuk ketika warga Aceh menghadapi persoalan di luar negeri.

‎‎Adapun 13 nelayan tersebut yakni Zulkifli Bin M Yusuf, Novindra Bin Mawaradi, Darmadan Bin Cut Ali Bin Fiah, Saifulli Bin Abdul Hamid, Zulkifli Bin N Mait, Muhammad Sahputra Bin Fakhruddin, Adnan Bin Usman, Maulana Bin Ismail, Anwar Bin Syah Kubat, Rasyidin Bin Sofyan, Raihandy Bin Michson, Muzakir Bin Abdul Rahman, dan Musliady Bin N Yusuf.

‎Pemulangan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem-Dek Fadh memastikan pemerintah hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Previous Post

Malik Mahmud: Partai Aceh Harus Kembali Kepada Amanah Perjuangan, Jaga Persatuan dan Hadir Untuk Rakyat

Next Post

Bantuan Pascabencana Mulai Mengalir, Rp4,156 Miliar Disiapkan untuk Aceh dan Sumatera Utara

Next Post
Bantuan Pascabencana Mulai Mengalir, Rp4,156 Miliar Disiapkan untuk Aceh dan Sumatera Utara

Bantuan Pascabencana Mulai Mengalir, Rp4,156 Miliar Disiapkan untuk Aceh dan Sumatera Utara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pelajaran Filosofis dari Kematian Seorang Pemuda di Meunasah Tiro

Pelajaran Filosofis dari Kematian Seorang Pemuda di Meunasah Tiro

05/11/2026
Ohku, Ayah Kandung di Banda Aceh Diduga Perkosa Anak Sejak MIN hingga SMP

Ohku, Ayah Kandung di Banda Aceh Diduga Perkosa Anak Sejak MIN hingga SMP

05/11/2026
TNI AD Buka Suara Soal Penembakan Warga di Pidie

TNI AD Buka Suara Soal Penembakan Warga di Pidie

05/11/2026
Kepala OPD Pemko Banda Aceh Ikuti Penerangan Hukum dari Kejati Aceh

Kepala OPD Pemko Banda Aceh Ikuti Penerangan Hukum dari Kejati Aceh

05/11/2026
Kerja Siang Malam hingga Lobi Pemerintah Pusat, Forum Pemuda Milenial Apresiasi Bupati Sibral

Kerja Siang Malam hingga Lobi Pemerintah Pusat, Forum Pemuda Milenial Apresiasi Bupati Sibral

05/11/2026

Terpopuler

Bupati Anak Tukang Jahit Ini Berani Minta Dua Hal ke Menteri Didepan Ratusan Nelayan

Bupati Anak Tukang Jahit Ini Berani Minta Dua Hal ke Menteri Didepan Ratusan Nelayan

04/11/2026

13 Nelayan Aceh Timur yang Sempat Ditahan di Thailand Dipulangkan

Warga di Tiro Ditembak, Azhari Cage: Panglima TNI Wajib Menindak Pelaku yang Terlibat

Bupati Safaruddin Suling di Masjid Tertua Abdya, Pesannya Nyelekit Soal Shalat

Abdya Jadi Contoh: Kampung Nelayan Merah Putih Lhok Pawoh Disorot Mentri

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com