BLANGPIDIE – Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyatakan siap bersaing sebagai calon tuan rumah Pekan Olahraga Aceh (PORA) XVI 2030.
Ketua KONI Abdya, Zulkarnaini, mengatakan kesiapan tersebut mencakup fasilitas olahraga, dukungan pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat.
“Kita ingin Abdya benar-benar siap, baik dari sisi fasilitas olahraga, dukungan pemerintah daerah, maupun keterlibatan masyarakat,” kata Zulkarnaini yang akrab disapa Ukhra, Selasa (22/9/2026).
Pernyataan ini merespons dibukanya pendaftaran calon tuan rumah PORA XVI oleh KONI Aceh sejak 10 Agustus hingga 10 November 2026. Setiap daerah peminat wajib memenuhi sejumlah persyaratan, meliputi ketersediaan venue, akomodasi atlet dan ofisial, transportasi, layanan kesehatan, dan dukungan anggaran.
Menurut Ukhra, PORA tidak hanya sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum untuk pembenahan infrastruktur, penggerak ekonomi lokal, serta penguatan pembinaan atlet daerah.
“Kami perlu menghitung seluruh kebutuhan secara realistis agar rencana menjadi tuan rumah tidak berhenti pada wacana,” ujarnya.
Optimisme Abdya turut didukung capaian prestasi. Sebanyak 15 cabang olahraga (Cabor) Abdya dipastikan lolos dan akan berlaga pada PORA XV Aceh Jaya yang dijadwalkan berlangsung akhir 2026.
Sementara itu, bursa calon tuan rumah PORA XVI 2030 mulai menghangat. Selain Abdya, daerah lain yang disebut-sebut akan maju adalah Aceh Utara yang berpotensi berduet dengan Lhokseumawe, serta Kabupaten Aceh Barat.
KONI Aceh selanjutnya akan melakukan verifikasi administrasi dan visitasi lapangan sebelum menetapkan tuan rumah secara resmi.
“Yang paling penting, kami ingin seluruh persiapan dilakukan secara terukur, transparan, dan mendapat dukungan penuh masyarakat Abdya,” pungkas Ukhra.









