Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Propam Usut Korban Tewas Tertembak Saat Polisi Makassar Atasi Tawuran

redaksi by redaksi
28/09/2026
in Nasional
0
Propam Usut Korban Tewas Tertembak Saat Polisi Makassar Atasi Tawuran

Ilustrasi TKP penembakan. (istockphoto/JJ Gouin)

Makassar – Tawuran antarkelompok warga di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, menyebabkan satu pemuda bernama Rafli (19) tewas diduga tertembak dari senjata petugas kepolisian.

“Ada pertikaian antar warga kemudian dilakukan pengamanan oleh personel Polri dan ada korban dari saudara kita yaitu saudara Rafli, warga Jalan Kandea, Makassar,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto kepada wartawan, Minggu (27/9).

Peristiwa tawuran tersebut terjadi pada Minggu dini hari, sekitar pukul 02.50 WITA.

Dari penelusuran informasi sementara, kata Didik, saat itu lima personel Polsek Tallo mendatangi lokasi. Namun, sambungnya, saat anggota polsek tiba di lokasi untuk membubarkan tawuran justru mendapat perlawanan berupa lemparan batu dan anak panah.

“Kemudian personel memberikan tembakan peringatan, sehingga [memaksa pelaku tawuran] membubarkan diri. Namun, sekitar pukul 04.50 WITA, diperoleh informasi bahwa ada seseorang yang menjadi korban,” ujar Didik.

Dia menerangkan, korban sempat dibawa ke rumah sakit TNI Angkatan Laut untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, korban meninggal dunia. Berikutnya, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi.

“Kemudian dilakukan pemeriksaan visum et repertum dan atas persetujuan dari keluarga korban, dilakukan autopsi. Nah, dari autopsi inilah nanti akan kita ketahui apa penyebab kematian dari korban,” jelasnya.

Didik menerangkan anggota Polsek Tallo terkait pun diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel.

“Sekarang dari personel yang melaksanakan tugas tadi pagi sudah dilakukan pemeriksaan oleh Propam, dan juga dilakukan pemeriksaan oleh Itwasda untuk menentukan siapa yang berbuat, kemudian alat apa yang digunakan, apakah sudah sesuai SOP atau belum, nanti dari hasil pemeriksaan baik dari Propam maupun Itwasda,” kata dia.

Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol M Haris mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan menemukan luka tembak pada tubuh korban.

“Pada pemeriksaan kita dapatkan memang di punggung belakang ada luka yang bundar, kemudian pada pemeriksaan selanjutnya ada luka keluar yang menyerupai luka tembak,” kata Haris.

Sementara, kakak korban, Asrulla (40) menuturkan pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

“Setelah kasus ini, akan saya serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Apapun hasilnya. Insyaallah saya mau ingin hasil yang terbaiklah, itu saja,” kata Asrulla.

Bentrok saat mengantar jenazah
Kemudian pada Minggu malam kemarin, ratusan warga menyerang personel kepolisian setelah peristiwa pengantaran jenazah korban Rafli.

Dari pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, bentrokan tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WITA.

Peristiwa itu bermula setelah warga mengantar jenazah korban penembakan. Tiba-tiba personel Sabhara Polrestabes Makassar yang melakukan pengamanan diserang ratusan orang dengan lemparan batu dan anak panah hingga petasan.

“Jadi, yang dari tadi habis ada sebenarnya ada mengantarkan jenazah, ya. Setelah itu, yang mengantarkan ini terus ribut dengan warga,” kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana di lokasi, Minggu malam.

Menurut Arya pihaknya kemudian melakukan mitigasi dengan menambah personel di kedua wilayah untuk mencegah bentrokan meluas. Petugas juga berkoordinasi dengan RT, RW, camat, dan lurah untuk mencari akar persoalan sekaligus meredam ketegangan warga.

Namun, situasi sempat kembali memanas. Warga melakukan pelemparan menggunakan batu dan petasan hingga anak panah ke arah petugas.

Polisi kemudian mengambil tindakan untuk membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata. Arya menyatakan tidak ada korban dalam bentrokan tersebut. Fasilitas umum dan bangunan pun tak ada yang terdampak hingga terbakar.

Dia juga mengatakan situasi sudah kondusif dan terkendali.

Situasi mereda setelah pasukan gabungan dari Polrestabes Makassar bersama Polda Sulsel membubarkan penyerangan tersebut sekitar pukul 23.30 WITA.

Menurut Arya, bentrokan dipicu isu yang berkembang di tengah warga terkait aksi tawuran sebelumnya. Sebagian warga disebut mengira kelompok dari wilayah lain sebagai pihak yang melakukan penyerangan.

Dia memastikan bentrokan tersebut tidak berkaitan dengan peristiwa sebelumnya hingga seorang pemuda tewas terkena tembakan. Situasi kembali memanas akibat provokasi.

“Selalu ada isu-isu demikian dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka percaya dengan isu itu, padahal sebenarnya mungkin tidak ada,” jelasnya.

Dalam aksi bentrok semalam, polisi sempat mengamankan tiga anak yang diduga melakukan pelemparan. Namun, ketiganya kemudian dikembalikan kepada orang tua masing-masing lantaran belum ditemukan unsur pidana maupun laporan terkait kejadian tersebut.

“Ada kita amankan yang melakukan pelemparan-pelemparan. Tetapi karena memang tidak ada pidana dan tidak ada laporan, sehingga kami kembalikan ke orang tuanya lagi. Tiga orang anak-anak tadi,” katanya.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Tim PKMBGB dan KKN Tematik USK Serahkan 15 Komposter Aerob

Next Post

Menteri Israel Berulah Lagi, Serukan Tepi Barat Diperangi Seperti Gaza

Next Post
Menteri Israel Berulah Lagi, Serukan Tepi Barat Diperangi Seperti Gaza

Menteri Israel Berulah Lagi, Serukan Tepi Barat Diperangi Seperti Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

ASAR Humanity dan Toyota Resmikan Renovasi Meunasah Lhok Nga, Dorong Pemulihan Pidie Jaya

ASAR Humanity dan Toyota Resmikan Renovasi Meunasah Lhok Nga, Dorong Pemulihan Pidie Jaya

29/09/2026
Nyan, 3 Keuchik Pidie Jaya Teken PKS PRRP Sumatera 2026

Nyan, 3 Keuchik Pidie Jaya Teken PKS PRRP Sumatera 2026

29/09/2026
Omen, Oknum Warga Asal Aceh Utara Ditangkap Usai Jadi Kurir Sabu Jaringan Malaysia

Omen, Oknum Warga Asal Aceh Utara Ditangkap Usai Jadi Kurir Sabu Jaringan Malaysia

29/09/2026
Dari Panggung Pidato hingga Goresan Kalam: Tiga Santri Al Zahrah Ukir Prestasi di AKSIOMA Bireuen 2026

Dari Panggung Pidato hingga Goresan Kalam: Tiga Santri Al Zahrah Ukir Prestasi di AKSIOMA Bireuen 2026

29/09/2026
FTK UIN Ar-Raniry dan Kemenag Aceh Bahas PPG hingga Penguatan Alumni

FTK UIN Ar-Raniry dan Kemenag Aceh Bahas PPG hingga Penguatan Alumni

29/09/2026

Terpopuler

Propam Usut Korban Tewas Tertembak Saat Polisi Makassar Atasi Tawuran

Propam Usut Korban Tewas Tertembak Saat Polisi Makassar Atasi Tawuran

28/09/2026

HGU Habis Sejak 2017, 48 Kelompok Tani di Abdya Minta PT Cemerlang Abadi Angkat Kaki dari Lahan TORA 2.847 Ha

Meski Telah Ada Perjanjian Penghentian Panen, PT Cemerlang Abadi Diduga Masih Kelola Hasil di Lahan Sengketa Abdya

Riuh Hasan Basri di Media, Mahlil: Ada Motif Politik

Tiga Guru SMAN 1 Tapaktuan Ikuti Pelatihan Fasda Bidang STEM

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com