MEUREUDU – Bencana banjir hidrometeorologi tak hanya merusak permukiman dan infrastruktur, tetapi juga menghantam sumber penghidupan nelayan. Merespons kondisi tersebut, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., ME., menyerahkan 14 unit mesin kapal di bawah 5 GT kepada nelayan yang mengalami kerusakan berat pada mesin akibat bencana.
Penyerahan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu berlangsung di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Jaya, Sabtu (31/10/2026).
Bantuan ini menjadi langkah pemulihan bagi nelayan yang kehilangan kemampuan melaut akibat kerusakan mesin. Tanpa mesin yang berfungsi, aktivitas penangkapan ikan terhenti, pendapatan keluarga terancam, dan roda ekonomi pesisir ikut tersendat.
Bupati Sibral Malasyi berharap bantuan tersebut dapat mempercepat nelayan kembali melaut dan memulihkan pendapatan keluarga. Ia menegaskan, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membenahi infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh sumber mata pencaharian masyarakat.
Ia juga meminta para penerima menjaga dan merawat mesin bantuan agar dapat digunakan secara optimal dan memberi manfaat dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kepala DKP Pidie Jaya, Fajri, S.Pi., mengatakan bantuan tersebut diharapkan mampu mengembalikan produktivitas nelayan yang terdampak bencana.
“Harapannya, nelayan bisa kembali melaut, meningkatkan produktivitas, dan memulihkan ekonomi keluarga secara bertahap,” ujarnya.
Penyaluran 14 unit mesin kapal ini menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor perikanan Pidie Jaya. Tantangan berikutnya adalah memastikan bantuan tepat guna, sehingga nelayan tidak hanya menerima mesin, tetapi benar-benar kembali melaut dan memperoleh penghasilan.[Mul]









