Banda Aceh — Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, dan pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari Kementerian Kehutanan.
Dalam suasana penuh khidmat, jajaran Kementerian Kehutanan di Banda Aceh melaksanakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara bersama di Badan Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XVIII Banda Aceh.
Upacara tersebut diikuti oleh jajaran dan pegawai dari lingkungan Kementerian Kehutanan yang hadir untuk memperingati salah satu momentum penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Meneguhkan Semangat Pancasila, Kementerian Kehutanan Aceh Gelar Upacara Bersama di BPKH Wilayah XVIII Aceh
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kepala BPKH Wilayah XVIII Banda Aceh. Pelaksanaan upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, mencerminkan semangat kebersamaan antarjajaran Kementerian Kehutanan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Salah satu rangkaian penting dalam upacara tersebut adalah pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila yang dibacakan oleh Bapak Budi Setiawan, S.P., M.Si. Dalam ikrar tersebut ditegaskan kembali “tekad untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam menggalang kebersamaan, memperjuangkan serta menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali mengingat nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Persatuan, gotong royong, tanggung jawab, dan semangat mengabdi kepada negara menjadi nilai yang penting untuk terus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kebersamaan jajaran Kementerian Kehutanan dalam satu pelaksanaan upacara juga menunjukkan bahwa setiap unit kerja memiliki peran dan tanggung jawab yang saling berkaitan dalam mendukung tugas Kementerian Kehutanan. Dengan semangat yang sama, setiap tugas diharapkan dapat dijalankan secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan bangsa.
Momentum ini juga mengingatkan bahwa menjaga hutan dan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Hutan memiliki peran penting bagi kehidupan, sehingga upaya pemantapan kawasan, perlindungan, pengelolaan, dan pelestarian hutan membutuhkan komitmen yang kuat serta kerja sama dari berbagai pihak.
Dari BPKH Wilayah XVIII Banda Aceh, semangat Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat untuk terus memperkuat kebersamaan dan pengabdian dalam menjalankan tugas. Bukan sekadar memperingati Pancasila melalui upacara, tetapi juga menjadikan nilai-nilainya sebagai semangat dalam bekerja dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Penulis: Vara Agustiya (Prodi Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry)







![Sang Kombatan [Jilid 2]](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-09-30-at-08.59.08-1-120x86.jpeg)

