BANDA ACEH – Keluarga Besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Aceh menggelar pertemuan silaturahmi dan diskusi bersama Koordinator Majelis Nasional KAHMI yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, SH., M.Hum., Kamis malam (5/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Mordern Coffee Pangoe tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat konsolidasi intelektual, sekaligus membangun dialog kebangsaan mengenai kontribusi strategis KAHMI bagi pembangunan Aceh dan Indonesia.
Pertemuan yang dimulai pukul 20.00 WIB itu diawali dengan pengantar acara sekaligus pemaparan sejumlah isu strategis oleh Fadhullah T. M. Daud. Selanjutnya, sambutan mewakili Majelis Wilayah KAHMI Aceh disampaikan oleh Presidium KAHMI Aceh, H. Ihsanuddin MZ, SE., MM.
Dalam sambutannya, pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, menyatukan gagasan, serta membangun sinergi antara keluarga besar KAHMI dengan berbagai elemen pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Agenda utama dilanjutkan dengan paparan dan arahan dari Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, SH., M.Hum. Dalam kapasitasnya sebagai Koordinator Majelis Nasional KAHMI sekaligus Wakil Menteri Agama RI, kehadirannya memberikan ruang dialog mengenai peran strategis alumni HMI dalam kehidupan kebangsaan, pembangunan sumber daya manusia, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Diskusi kemudian berkembang melalui dialog interaktif yang dipandu Fadhullah T. M. Daud sebagai moderator. Forum ini menjadi ruang pertukaran pemikiran dan penyampaian berbagai perspektif mengenai tantangan pembangunan Aceh, penguatan peran intelektual, serta pentingnya kontribusi nyata kader dan alumni HMI dalam menjawab persoalan masyarakat.
KAHMI dan Tanggung Jawab Intelektual untuk Pembangunan
Pertemuan ini membawa pesan bahwa KAHMI bukan sekadar wadah silaturahmi para alumni, melainkan juga ruang konsolidasi pemikiran, pengabdian, dan gerakan intelektual yang memiliki tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, Aceh membutuhkan kontribusi pemikiran, kepemimpinan, dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks tersebut, KAHMI diharapkan terus mengambil peran sebagai kekuatan intelektual dan sosial yang mampu menjembatani gagasan dengan aksi nyata.
Melalui silaturahmi dan diskusi ini, keluarga besar KAHMI Aceh diharapkan semakin memperkuat soliditas organisasi, memperluas jejaring kolaborasi, serta menghadirkan kontribusi yang lebih konkret bagi pembangunan daerah dan nasional.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama Presidium KAHMI Aceh, H. Ihsanuddin MZ, SE., MM., sebagai bagian dari penguatan kebersamaan dan silaturahmi keluarga besar KAHMI.
Silaturahmi bukan sekadar mempertemukan orang-orang yang memiliki sejarah perjuangan yang sama, tetapi juga menyatukan pikiran, memperkuat komitmen, dan membangun masa depan bersama.








