BANDA ACEH – Komplek Makam Al-Wazir (Mentri) Penghulu Fawas Maharaja Setia, makam mentri masa pemerintahan Kesultanan Aceh rusak parah dan tidak terurus, makam para petinggi-petinggi kerajaan Aceh ini rusak berat akibat kurangnya perhatian dari Pemerintah Aceh.
Situs sejarah ini ditemukan pada tahun 2011 dan mulai ditata ulang kembali pada tahun 2015.
Terlihat sejumlah mahasiswa berasal dari Pahang Malaysia sedang membersihkan makam peninggalan sejarah Aceh.
Mereka khusus datang dan berkunjung ke Aceh untuk meneliti peninggalan sejarah Aceh yang terkenal mendunia.
Mahasiswa kedokteran Universitas Islam Antar Bangsa Kuwantan Malaysia dibantu oleh Mapesa, masyarakat peduli sejarah Aceh meneliti dan menata ulang makam-makam yang sudah tidak beraturan lagi.
Penataan kembali batu nisan tersebut di Gampong Ule Tuy Kecamatan Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar. kegiatan ini dipimpin langsung oleh relawan dari Mapesa, Mizuardi al Asyi dan beberapa relawan lainnya.
Banyak informasi dari nisan-nisan peninggalan sejarah kejayaan kesultanan Aceh masa lampau, ada yang masih lengkap, masih bisa terbaca dan ada juga yang sudah rusak parah.
Salah seorang dosen kedokteran dari Universitas Islam Internasional Antar Bangsa Pahang Malaysia mengatakan sangat takjub pada kerajaan Aceh masa lampau.
Aceh pada saat itu sudah mencapai puncak peradaban, banyak ilmuan terkemuka ada di Aceh. Seni pahatannya yang sudah moderen, bahkan ia mengatakan bahwa dalam kitab-kitab karangan ulama Aceh tentang obat-obatan juga sudah sangat moderen.
Mereka sangat menarik untuk dipelajari untuk perkembangan teknologi dibidang kesehatan masa lampau, biasanya mahasiswa dari negeri Pahang ini melakukan kegiatan sosial dengan cara membantu rehab rumah anak yatim, fakir miskin.
Kini mereka ingin melakukan kegiatan amal yang berbeda melalui penataan ulang makam-makam pesohor di Aceh.
Koordinator lapangan Mapesa, Mizuar Mahdi al Asyi sangat menyayangkan banyak nisan-nisan orang hebat pada masa lampau luput daripada perhatian pemerintah.
Padahal banyak pesan tentang kejayaan kesultanan Aceh, tentang ilmu kedokteran banyak tertulis di batu nisan tersebut, informasi tentang kejayaan kerajaan Aceh juga tercatat rapi di batu nisan tetsebut.
Ia berharap pemerintah agar memberikan perhatian khusus terhadap peninggalan kesultanan aceh tempo dulu dengan cara memugar makam tersebut lebih baik, agar hewan tidak bebas masuk dan merusak makam-makam para petinggi kerajaan dan makam-makam para ulama. (AS)










