Aceh Selatan- Terkait statemen kepala dinas pertanian kabupaten Aceh Selatan,Nyaklah, Tempo hari. membuat para petani yang tidak merasakan manfaat bantuan dari dinas terkait obat-obatan untuk mengatasi hama pada padi mereka berang dan dianggap kepala dinas tersebut pembohong, petani padi di gampong mutiara,kecamatan sawang mengakui semua bantuan tersebut tidak sampai ketangan mereka, semua bantuan dari dinas seperti yang digembar-gemborkan oleh kadis tersebut hanya diberikan kepada kelompok tertentu saja.
“Sofyan YS, ia mengakui bahwa kalau terserang hama pada tanaman padi miliknya ia mengakui pemerintah tidak pernah memberikan bantuan kepada kami,’ungkap nya.
Sofyan, mengatakan. kalaupun ada bantuan itu yang dapat hanya kelompok yang itu-itu saja dan orang nya juga itu-itu saja,kami yang mayoritas petani yang benar-benar bertani tidak pernah tersentuh sedikitpun. Sofyan,menambahkan. Disini bantuan itu sepertinya harus ada orang dalam baru masyarakat petani disini mendapatkan bantuan,’ kritik Sofyan.
“Keluhan yang sama juga datang dari, Azhar. Ia mengakui ia harus membeli sendiri ke depo obat-obatan untuk mengatasi hama pada padi mereka,bahkan ia kadang berhutang dulu,nanti kalau sudah panen baru membayar obat-obatan kepada pemilik toko tersebut. Azhar, menambahkan. Pemerintah atau dinas terkait sangat tidak profesional bahkan ia menilai sepertinya praktik pilih kasih itu sudahlama berjalan dan itu sepertinya sudah seperti biasa terjadi dan tidak mempunyai rasa malu apalagi rasa bersalah sedikitpun,’ ujar Azhar.
Ia menyesalkan atas ucapan kepala dinas bahwa bantuan obat sudah disalurkan kepada petani,namun ia menyebutkan bahwa bantuan tersebut kalaupun diberikan itu hanya kepada orang yang sama dan orang-orang tersebut jumlahnya juga tidak banyak, bisa dikatakan 10-15 orang saja. Nah,sedangkan petani padi di mutiara ini ratusan orang,’ timpalnya.
Azhar menambahkan, Ini sebuah lelucon yang terus menerus dilakukan oleh dinas pertanian Aceh Selatan, sepertinya dinas pertanian memang tidak banyak ikut andil dalam mensejahterakan para petani.
Azhar, berharap kedepan pemerintah kabupaten Aceh Selatan agar lebih peka dan lebih adil dalam memberikan bantuan,sebenarnya persoalan di desa mutiara bukan hanya masalah hama saja tapi masalah lain nya yang menyangkut petani juga segudang masalah,’ tutup Azhar.
” Akbar, petani ulet tersebut mengakui, ia memang selama ini ia tidak pernah diberikan bantuan dan ia tidak terlalu berharap atas bantuan tersebut,karena ia berfikir bahwa walaupun ada bantuan dari pemerintah ia juga tidak bisa menikmati bantuan tersebut, saat ditanya awak media ini, ia selama ini berjuang sendiri tanpa harus minta sana-sini untuk keperluan pertanian yang sudah lama ia geluti. Tapi kali ini saya memang kewalahan dengan serangan Hama pada padi milik nya, cukup besar pembiayaan yang kami keluarkan kali ini.
Karena sawah yang saya garap kali ini termasuk sangat luas,apalagi sawah yang saya garap adalah sawah yang saya sewa pada masyarakat,jadi apabila gagal panen maka saya harus nombok,” tutur akbar.
“Akbar, menginginkan pemerintah lebih baik turun langsung dalam mendata dan panggil semua masyarakat duduk bersama dan buatkan kelompok yang didata langsung oleh dinas terkait,jangan tunggu proposal dari petani saja. Sebab bantuan selama ini yang diberikan berdasarkan kelompok yang itu-itu saja yang diberikan bantuan,sebab mayoritas masyarakat disini tidak pandai dalam buat proposal dan kelompok,jadi bantuan tersebut tidak pernah dinikmati oleh mayoritas masyarakat petani,’ pinta Akbar.











