Aceh Selatan- Menjawab keluhan dan kritikan petani di desa mutiara,kecamatan sawang,kabupaten Aceh selatan tentang permasalahan hama yang menyerang tanaman padi milik masyarakat setempat. Perubahan cuaca yang ekstrim menyebabkan tanaman padi rentan terhadap Hama Penyakit dan penyusutan Gabah
Menanggapi kabar tentang kondisi tanaman padi petani di Gampong Mutiara Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan yang terserang Hama dan Penyakit sehingga beresiko pada penyusutan Gabah produksi padi diakui oleh Mukhtasar ,yang juga Ketua gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) TANI BERSAMA yang didampingi oleh beberapa petani.
“Mukhtasar, ketua Gapoktan. menjelaskan tentang perhatian Dinas Pertanian melalui PPL dan POPT selama ini rutin dalam mendampingi petani dilapangan, bahkan dalam hal penanganan Hama, PPL Gampong setempat sering melakukan edukasi kepada petani dalam hal pembuatan bahan pestisida insektisida maupun fungisida dari bahan alami, hal ini dilakukan mengingat kondisi cuaca apalagi harga obat-obatan kimia yang dijual sulit dijangkau oleh petani.
Dari hal diatas juga Bantuan pemerintah dalam penanganan serangan hama penyakit baru baru ini juga telah menyalurkan bantuan kepada kami,namun kebutuhannya masih sangat terbatas juga faktor cuaca yg menyebabkan penyemprotan kurang efektif, pagi hari cuaca panas siang harinya sudah hujan.
Maka menanggapi beberapa petani mengeluhkan atas kinerja PPL dan Dinas Pertanian hanya perihal komunikasi saja imbuh Muhibbudin ID.
Perlu untuk diketahui kata Sukardi yg ikut mendampingi perihal kondisi serangan Hama penyakit yang dialami oleh petani mutiara juga di alami diwilayah lainnya.
berdasarkan keterangan PPL setempat pihaknya telah melaporkan ke bagian terkait obat-obatan fungisida yang diperlukan untuk pengendalian tahap darurat, dinas pertanian sudah menyalurkan obat-obatan melalui ketua Gapoktan namun jumlahnya belum cukup karena ketersediaan obat-obatan didinas juga terbatas.
“Dirhamsyah, penyuluh pertanian. Mengatakan, petugas dalam setiap kunjungan ke lapangan kita selalu mengedukasi petani baik dalam pembudidayaan maupun dlm pengendalian HP baik secara alami maupun kimia ,bahkan kita selalu menyampaikan informasi dalam hal pencegahan salah satunya pemilihan benih unggul , pengaturan jarak tanam, pengaturan drainase,penggunaan obat-obatan tepat dosis ,tepat cara dan tepat waktu itu sudah berkali-kali kami lakukan.
Harapan kami kepada kepada pimpinan agar untuk mengahadapi musim tanam kedepan kami di kecamatan dibekali obat dan peralatan yang cukup dalam merespon setiap keluhan petani sehingga kami tidak dicap hanya pintar bicara saja oleh petani; harap Dirhamsyah.
Dan perlu kami klarifikasi tentang kehadiran kami sebagai petugas dilapangan ini mungkin hanya miskomunikasi karena sebagai petugas saya juga memiliki lahan dan membudidayakan tanaman padi yang juga terkena hama penyakit di Gampong mutiara tersebut jadi bukan cuma lahan petani lahan penyuluh juga terganggu dengan serangan hama penyakit tersebut,’ tutup Dirhamsyah.











