Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Pesona Gampong Durian di Abdya

redaksi by redaksi
09/06/2024
in Kolom
0
Pesona Gampong Durian di Abdya

Oleh Srikandi Wahyuni. Penulis adalah mahasiswi Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Ar-Raniry.

Durian, si raja buah yang satu ini memang selalu berhasil mengundang perdebatan. Aromanya yang tajam dan menyengat bagi sebagian orang yang menganggap tidak sedap. Sementara bagi yang lain aromanya begitu menggoda dan memikat. Rasanya yang manis legit dengan tekstur yang cremy juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecintanya.

Gampong Durian Rampak merupakan salah satu gampong yang terletak di Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, Indonesia.

Menelusuri sejarah Gampong Durian Rampak bagaikan membuka lembaran kuno, penuh dengan cerita dan makna. Asal mula nama gampong ini tak lepas dari legenda pohon durian raksasa dan rimbun yang konon pernah tumbuh di tengah perkampungan. Durian ini begitu istimewa, konon buahnya dapat dinikmati oleh seluruh penduduk gampong dalam satu waktu. Pohon durian ini konon dikeramatkan oleh masyarakat setempat dan menjadikan tempat berkumpulnya para pemuda untuk bermain dan bersosialisasi.

Pada masa penjajahan Belanda yang diperkirakan pada tahun 1870 M, di Gampong Durian Rampak dahulu terdapat banyak pohon durian yang tumbuh lebat di wilayah tersebut. Legenda tersebut menceritakan tentang banyaknya pohon durian yang tumbuh di gampong tersebut, akan tetapi hanya ada 1 pohon yang besar dan berbuah, seolah itu menjadi satu pohon yang sangat keramat daripada yang lainnya.

Sebatang pohon durian yang sangat besar dan rindang yang selalu menjadi perhatian banyak orang. Pohon durian tersebut terletak di sekitar rumah Nek Gambuk. Pada saat itu pimpinan gampong bernama Panglima Sigong (Keturunan Panglima Sigong sampai sekarang tidak ada lagi).

Melihat keunikan pohon durian tersebut, maka gampong tersebut diberi namanya “Gampong Durian Rampak.”

Sekarang pohon durian tersebut hanya tinggal kenangan, disebabkan oleh pembangunan rumah masyarakat dan sebagainya. Kemudian untuk membuktikan itu, sampai hari ini masyarakat gampong Durian Rampak masih mempercayai cerita tersebut. Untuk mengenang kembali sejarah Gampong Durian Rampak, maka dibuatlah berupa monumen sederhana di simpang tiga Gampong Durian Rampak berupa Tugu Buah Durian.

Pada zaman dahulu, salah satu daya tarik utama di gampong ini adalah “Festival Durian Rampak.”

Acara tahunan ini menjadi momen istimewa untuk merayakan panen durian dan menampilkan berbagai budaya dan kuliner khas Aceh Barat Daya. Pengunjung dapat menikmati kelezatan durian lokal, menyaksikan pertunjukan tari tradisional dan merasakan keramahan penduduk gampong.

Gampong Durian Rampak bukan hanya tentang legenda dan sejarah. Gampong ini menawarkan pesona alam yang asri, keramahan penduduk yang luar biasa, dan budaya lokal yang masih terjaga. Pengunjung dapat menikmati suasana pedesaan yang tenang, menghirup udara segar, dan melihat pemandangan sawah dan pegunungan yang indah.

Menariknya, gampong ini dikelilingi oleh panorama alam yang indah dengan hamparan sawah yang hijau, pegunungan yang menjulang tinggi dan aliran sungai yang jernih, menjadikannya sebagai potensi wisata alam yang menjanjikan. Kekayaan budaya yang masih terjaga, keramahan masyarakat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan.

Ke gampong ini diwarnai dengan aktivitas pertanian, perkebunan dan perdagangan. Di samping itu, masyarakat Gampong Durian Rampak masih memegang teguh tradisi dan adat istiadat leluhur, seperti tari saman, tari ranup lampuan dan seni musik tradisonal.

Desa ini memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, terutama di sektor pertanian.

Gampong Durian Rampak bagikan permata tersembunyi yang menympan legenda, sejarah, dan budaya menarik. Dengan potensi wisata alam dan budaya yang besar, gampong ini memiliki peluang untuk berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik. Namun untuk mencapai hal tersebut, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada. []

Previous Post

Hafiz 30 Juz yang Jadi Jamaah Termuda di Kloter 11 Embarkasi Aceh

Next Post

Amanah Ajak Desainer Muda Aceh ke Pabrik Produksi Kain

Next Post
Amanah Ajak Desainer Muda Aceh ke Pabrik Produksi Kain

Amanah Ajak Desainer Muda Aceh ke Pabrik Produksi Kain

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Rita Mayasari Serahkan Bantuan Sembako di Teubang Phui Montasik

Rita Mayasari Serahkan Bantuan Sembako di Teubang Phui Montasik

02/04/2026
272 Murid SMA dan SMK Aceh Selatan Lulus SNBP 2026, Meningkat dari 2025

272 Murid SMA dan SMK Aceh Selatan Lulus SNBP 2026, Meningkat dari 2025

02/04/2026
Polres Metro Depok Ungkap Jaringan Narkoba Aceh-Malaysia, 4 Kilogram Sabu-sabu Disita

Polres Metro Depok Ungkap Jaringan Narkoba Aceh-Malaysia, 4 Kilogram Sabu-sabu Disita

02/04/2026
Aceh Tengah Kembali Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Aceh Tengah Kembali Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor

02/04/2026
Aceh Besar Siap Jadi Role Model Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal

Aceh Besar Siap Jadi Role Model Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal

02/04/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

KNPI dan IMM Abdya Soroti Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh

Kapolda Aceh Diminta Tinjau Ulang Pemanggilan Jurnalis Bithe.co, FJA Abdya Ingatkan MoU Polri dengan Dewan Pers

Cak Imin Resmi Kukuhkan Pengurus DPW PKB Aceh 2026–2031

Cak Imin Tegaskan Selalu Memperjuangkan Kepentingan Aceh di Pusat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com