Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Dinkes: Kasus HIV AID Terus Meningkat di Banda Aceh

redaksi by redaksi
15/06/2024
in Nanggroe
0
Dinkes Sasar Remaja di Banda Aceh Sosialisasi Pencegahan HIV AIDS

Ilustrasi - Sejumlah pelajar terpilih sebagai duta HIV-AIDS Kota Banda Aceh ketika peringatan Hari Aids sedunia di Banda Aceh, Senin (12/12/2011). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Banda Aceh – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh terus melakukan sosialisasi secara masif kepada kelompok remaja di daerah itu dalam upaya pencegahan penularan kasus penderita HIV AIDS yang terus menunjukkan peningkatan di wilayah ibukota Provinsi Aceh itu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banda Aceh Supriyadi, Jumat, mengatakan pihaknya mencatat penderita HIV AIDS di Banda Aceh sudah mencapai 441 kasus, terhitung sejak tahun 2008 hingga Mei 2024.

“Dari laporan yang kami dapatkan, sebagian besar penularan dari penyimpangan perilaku seksual yang berisiko, terutama LSL (Laki-laki Seks Laki-laki),” katanya di Banda Aceh.

Ia menjelaskan perkembangan kasus penderita HIV AIDS di Banda Aceh terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Data sejak 2008-2020 penderita HIV AIDS paling tinggi hanya 10 kasus per tahun.

Peningkatan kasus mulai terjadi pada 2021 yang mencapai 84 kasus, tahun 2022 sebanyak 88 kasus, tahun 2023 sebanyak 140 kasus, serta hingga Mei 2024 sebanyak 68 kasus. Para penderita umumnya laki-laki dengan rentang usia 19-30 tahun.

“Ini semua merupakan kasus baru, laporan per tahun. Jadi HIV tidak ada sembuh, yang ada hanya penambahan,” ujarnya.

Ia menilai peningkatan angka kasus penderita HIV AIDS di Banda Aceh seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Oleh karena itu Dinkes Banda Aceh juga gencar sosialisasi kepada remaja siswa, mahasiswa, dan pemeriksaan kepada kelompok rentan, sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan penularan kasus HIV AIDS.

“Kami sosialisasi sekaligus pemeriksaan screening. Apabila reaktif, maka dirujuk untuk melakukan pemeriksaan penegakan diagnosa. Kalau positif, maka disarankan berobat secara rutin, minum obat seumur hidup,” ujarnya.

Ia menambahkan bagi warga yang sudah terlanjur melakukan penyimpangan seks berisiko, maka diminta untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan dan diharapkan tidak mengulangi lagi perilaku tersebut.

“Kalau pun memang positif, segera konseling, pemeriksaan dan berobat. Kami melakukan pendampingan. Saran kami agar tidak melakukan lagi perilaku seksual berisiko ke orang lain supaya tidak menularkan ke yang lainnya,” ujar Supriyadi.

Selain menular melalui penyimpangan seks berisiko, lanjutnya, virus HIV AIDS juga dapat menular dari ibu ke anak melalui Air Susu Ibu (ASI), serta serangkaian prosedur medis yang tidak sesuai ketentuan, seperti saat operasi, transfusi darah, cuci darah, dan lainnya.

“Tapi untuk prosedur medis, dengan adanya akreditasi sekarang sudah sangat jarang terjadi. Yang paling berisiko dan banyak laporan kami terima adalah dari perilaku seksual berisiko, dan ada juga yang menularkan ke istrinya, dan istri menularkan ke anak,” ujarnya.

Sumber: antara

Previous Post

UNDIP dan ISBI Aceh Jalin Kerja Sama Kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi

Next Post

Kakak Beradik Ditangkap Saat Bawa 2 Kilogram Ganja di Tamiang

Next Post
Kakak Beradik Ditangkap Saat Bawa 2 Kilogram Ganja di Tamiang

Kakak Beradik Ditangkap Saat Bawa 2 Kilogram Ganja di Tamiang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lantik 31 Keuchik Resmi Dilantik, Bupati Pidie Jaya: Tinggalkan Politik, Utamakan Pelayanan Rakyat

Lantik 31 Keuchik Resmi Dilantik, Bupati Pidie Jaya: Tinggalkan Politik, Utamakan Pelayanan Rakyat

13/07/2026
KKR Hilang Arah: Aktivis HAM Desak Komisi 1 DPRA Segera Ganti semua Komisioner

Aktivis HAM Aceh Desak Gubernur Aceh H.Muzakir Manaf Temui Presiden Prabowo Terkait Pemulihan Korban

13/07/2026
Wali Kota Serahkan LKPJ 2025 ke DPRK, Irwansyah: Akan Segera Kami Bahas

Wali Kota Serahkan LKPJ 2025 ke DPRK, Irwansyah: Akan Segera Kami Bahas

13/07/2026
UIN Ar-Raniry Tambah Enam Guru Besar, Total Profesor Kini 66 Orang

UIN Ar-Raniry Tambah Enam Guru Besar, Total Profesor Kini 66 Orang

13/07/2026
PW ISNU Aceh Luncurkan Pojok Baca Perdana di SMAN 1 Kuala

PW ISNU Aceh Luncurkan Pojok Baca Perdana di SMAN 1 Kuala

13/07/2026

Terpopuler

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

12/07/2026

Cut Intan Arifah Ditunjuk Pimpin Koperasi Aceh Meusaho Sejahtera

‘Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah’ Harinya Anak Yatim Mengenang Sosok Ayah

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

Banggar DPRK Bongkar Rapuhnya Keuangan Pidie Jaya: PAD Gagal, Utang 2024 Dibayar dengan APBK 2025

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com