Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pemerintah Aceh Wajib Serahkan DPA kepada DPR Aceh, Ini Dasar Hukumnya

Admin1 by Admin1
21/02/2020
in Nanggroe
0
Taqwallah: APBA Perubahan Dapat Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Ilustrasi DPR Aceh

BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh memiliki hak untuk melihat dan memiliki DPA Tahun 2020. Bahkan DPRA saat ini, bukan hanya memiliki hak atas DPA tahun 2020 saja, tapi juga memiliki hak untuk melihat dan memiliki dokumen DPA tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan Zainuddin T, mantan Komisioner Komisi Informasi Aceh Periode 2012-2016 serta pegiat dan pengamat keterbukaan informasi publik.

“Jangankan anggota DPRA yang memang memiliki fungsi dan tugas dalam mengawasi pelaksanaan anggaran, setiap orang atau anggota masyarakat yang berkewargaan negara Indonesia, juga memiliki hak untuk melihat bahkan mendapatkan salinan DPA tersebut, termasuk berupa dokumen-dokumen pendukung lainnya yang terkait dengan DPA,” ujar Zainuddin T kepada atjehwatch.com, Jumat 21 Februari 2020.

Menurutnya,    hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informsi Publik, Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik.

Penjabaran lebih lanjut tentang pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik telah dituang dalam Peraturan Komisi Informasi (Perki) No.1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik. Pasal 4 huruf a Perki N0. 1 Tahun 2010 menjelaskan bahwa badan publik wajib menyediakan dan memberikan Informasi Publik. Pemerintah Aceh masuk kedalam kategori badan publik.

“Jadi setiap badan publik memiliki kewajiban untuk memberikan dan menyampaikan informasi yang masuk ke dalam informasi yang bersifat terbuka. “

“Berdasarkan ketentuan Pasal 9 dan Pasal 11 UU No.14 Tahun 2008, maka DPA masuk ke dalam informasi publik yang sifatnya wajib tersedia setiap saat bahkan wajib diumumkan tanpa harus diminta oleh siapapun,” ujarnya lagi.

Katanya,  secara khusus dokumen DPA dijelaskan dalam Pasal 11 ayat 1 huruf b angka 5 yang berbunyi, “Setiap Badan Publik wajib mengumumkan secara berkala Informasi Publik yang sekurang kurangnya terdiri atas; ringkasan informasi tentang program dan/atau kegiatan yang sedang dijalankan dalam lingkup Badan Publik yang sekurang-kurangnya terdiri atas; anggaran program dan kegiatan yang meliputi sumber dan jumlah.”

Lebih jelas ketentuan Pasal ini dapat dilihat dalam bagian Penjelasan yang berbunyi “Yang dimaksud dengan informasi anggaran meliputi ringkasan informasi seperti Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA), dokumen anggaran lainnya seperti rincian DIPA, rincian Daftar Pelaksanaan Anggaran di Daerah, rencana kerja anggaran, proposal, dll.

“Jadi jelas bahwa DPA masuk ke dalam kategori Informasi Publik. Jika masuk ke dalam kategori informasi publik, maka secara aturan hukum, status dokumen DPA bukan hanya wajib diberikan pada saat diminta oleh DPRA, namun juga harus tersedia setiap saat dan bahkan wajib dipublikasi melalui website resmi sebagaimana diatur dalam Pasal 9 dan pasal 11 Undang-Undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Undang-Undang ini mengikat semua pihak yang diatur dalamnya termasuk Pemerintah Aceh, karena Pemerintah Aceh masuk ke dalam kategori badan publik pemerintah.”

Kata dia, apabila memang Pemerintah Aceh atau Sekda Aceh tidak memberikan dokumen DPA yang diminta oleh DPR Aceh, maka pejabat yang berwenang telah melanggar ketentuan Pasal 56 UU No,14 Tahun 2008. Pelaku dapat  diajukan hukuman pidana   Ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam  Pasal 56 berbunyi “Badan Publik yang dengan sengaja tidak menyediakan, tidak memberikan, dan/atau tidak menerbitkan Informasi Publik berupa Informasi Publik secara berkala, Informasi Publik yang wajib diumumkan secara serta-merta, Informasi Publik yang wajib tersedia setiap saat, dan/atau Informasi Publik yang harus diberikan atas dasar permintaan sesuai dengan Undang-Undang ini, dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain dikenakan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah).”

Seharusnya, sebelum menyampaikan suatu keterangan, baik Sekda Aceh menanyakan terlebih dahulu kepada Pejabat Pengelola Informasi Publik (PPID) atau biro hukum, karena ini menyangkut informasi publik yang telah diatur dalam UU keterbukaan Informasi Publik. Agar sesuatu yang telah terang benderang landasan hukum dan aturannya, jangan dibilang tidak ada aturannya.

“Ketentuan pemidanaan baru dapat berlaku apabila, DPRA baik atas nama lembaga, atau perseorangan ataupun menggunakan jalur partai harus terlebih dahulu mengajukan permohonan informasi publik, proses permohonan informasi publik telah diatur dalam Perki No. 1 tahun 2010 apabila telah diajukan namun tetap tidak diberkan, maka selanjutnya dapat diajukan  penyelesaian sengketa ke Komisi Informasi Aceh untuk mendapatkan putusan hukum. “

Tags: apba 2020dpr acehpemerintah aceh
Previous Post

Ketua IKAT Imami Salat Jumat Perdana di Masjid Agung Abdya 

Next Post

Surya Paloh Optimistis Nasdem Kembali Berjaya di Aceh

Next Post
Surya Paloh Optimistis Nasdem Kembali Berjaya di Aceh

Surya Paloh Optimistis Nasdem Kembali Berjaya di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

06/08/2026
Pertamina Imbau Pengguna Biosolar di Aceh Beli Sesuai Kebutuhan

Krak, Pertamina Bakal Tambah Penyaluran BBM untuk Aceh

06/08/2026
Launching dan Bedah Buku Penyuluh Agama, Kakanwil Azhari: Rawat Kerukunan

Launching dan Bedah Buku Penyuluh Agama, Kakanwil Azhari: Rawat Kerukunan

06/08/2026
Aceh Harus Menjadi Penerima Manfaat Utama Blok Andaman

Perusahaan Arab Segera Umumkan Kepastian Investasi Proyek Migas Aceh

06/08/2026
LSM KOMPAK Dukung Langkah Bupati Abdya: Perusahaan yang Tidak Patuh Harus Ditindak Tegas, Jangan Ada Lagi Impunitas

LSM KOMPAK Dukung Langkah Bupati Abdya: Perusahaan yang Tidak Patuh Harus Ditindak Tegas, Jangan Ada Lagi Impunitas

06/08/2026

Terpopuler

Taqwallah: APBA Perubahan Dapat Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Pemerintah Aceh Wajib Serahkan DPA kepada DPR Aceh, Ini Dasar Hukumnya

21/02/2020

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Mualem dan Mentan Bahas Pemulihan Sawah Pascabencana di Aceh

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com