Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Sejumlah Lahan di Gayo Lues dan Aceh Besar Terbakar

redaksi by redaksi
28/07/2024
in Nanggroe
0
Sejumlah Lahan di Gayo Lues dan Aceh Besar Terbakar

Gayo Lues – Kebakaran lahan terjadi di Desa Ise-ise, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Peristiwa ini mengakibatkan lahan seluas sekitar 8 hektare hangus terbakar.

“Lahan seluas kurang lebih 8 hektare di Kabupaten Gayo Lues terbakar pada Sabtu, 27 Juli 2024 pukul 00.30 WIB,” kata Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Fadmi Ridwan, Minggu, 28 Juli 2024.

Badan Penangguangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues telah mengerahkan satu unit armada damkar ke lokasi kejadian untuk membantu proses pemadaman.

“Kebakaran ini berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB setelah upaya pemadaman intensif dilakukan oleh tim gabungan BPBD Kabupaten Gayo Lues, TNI, Polri, dan masyarakat setempat,” ujarnya.

Saat ini, BPBD Kabupaten Gayo Lues masih terus melakukan pendataan dan assesment terhadap dampak kebakaran lahan tersebut. Pihaknya juga terus memantau situasi dan kondisi di lokasi pasca kebakaran. penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi terjadinya kebakaran, terutama di musim kemarau seperti saat ini,” jelasnya.

Kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Api melahap 4 hektare lahan di 3 kecamatan di wilayah tersebut. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Fadmi Ridwan, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sejak Sabtu, 27 Juli 2024.

“Kebakaran lahan ini mengakibatkan kerugian materi berupa luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 4,8 hektar,” kata Fadmi, Minggu, 28 Juli 2024.

Api pertama kali terlihat di Desa Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, kabupaten Aceh sekitar pukul 20.15 WIB. Selain di Lhoknga, kebakaran juga terjadi di beberapa lokasi lain di Aceh Besar, seperti di Desa Gampong Baro, Kecamatan Peukan Bada, dengan luas lahan terdampak sekitar 500 meter persegi.

“Api juga melahap lahan kebun di Paya Tieng, Kecamatan Peukan Bada, dengan luas sekitar 300 meter persegi. Namun, di area pegunungan Seulawah, Kecamatan Lembah Seulawah, letak lahan yang sulit dijangkau menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Aceh Besar mengerahkan 8 unit mobil tangki, dibantu oleh BPPW Aceh dengan 3 unit mobil tangki, PDAM dengan 1 unit mobil tangki, dan Dispora Banda Aceh dengan 1 unit tangki. Masyarakat sekitar juga turut berpartisipasi dengan menyediakan 1 unit mobil tangki.

Tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan api di tiga lokasi yang lebih mudah dijangkau, yaitu di Kecamatan Lhoknga dan Peukan Bada. Namun, upaya pemadaman di area pegunungan Seulawah masih terus dilakukan.

“Tidak ada korban jiwa maupun pengungsi akibat peristiwa ini. Hingga saat ini, penyebab pasti dari kebakaran lahan tersebut masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Sumber: metrotvnews.com

Previous Post

Pj Gubernur Ajak Masyarakat Aceh Kawal Pilkada Agar Demokratris

Next Post

Konsolidasi Kader, PKS Siap Menangkan Khairul Amal sebagai Walikota Banda Aceh

Next Post
Konsolidasi Kader, PKS Siap Menangkan Khairul Amal sebagai Walikota Banda Aceh

Konsolidasi Kader, PKS Siap Menangkan Khairul Amal sebagai Walikota Banda Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Empat PKS di Aceh Barat Masih Beli Sawit Petani di Bawah Harga Pemerintah

Ohku, Empat PKS di Aceh Barat Masih Beli Sawit Petani di Bawah Harga Pemerintah

12/07/2026
Kemenag Aceh Perkuat Pesantren dan Madrasah Ramah Anak

Kemenag Aceh Perkuat Pesantren dan Madrasah Ramah Anak

12/07/2026
Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

12/07/2026
40 Peternak Itik di Aceh Barat Raih Manfaat Program Pemberdayaan Berbasis Teknologi dari UTU-UNCM

40 Peternak Itik di Aceh Barat Raih Manfaat Program Pemberdayaan Berbasis Teknologi dari UTU-UNCM

12/07/2026
Kemenkum Aceh Harmonisasi Empat Regulasi Pemkot Banda Aceh

Kemenkum Aceh Harmonisasi Empat Regulasi Pemkot Banda Aceh

12/07/2026

Terpopuler

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

09/07/2026

Ohku, ASN Pidie Jaya Wajib Gunakan Akun Pribadi untuk Publikasi Pemerintah

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

Bendungan Rukoh Resmi Beroperasi, Mampukah Menjawab Harapan Petani Pidie?

Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah: Langkah Sederhana yang Menentukan Masa Depan Generasi Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com