BANDA ACEH – Situasi perpolitikan di Aceh kembali memanas jelang pelaksanaan pilkada Aceh 2024. Berkembang informasi, ada misi yang diemban oleh beberapa kelompok untuk ‘menjegal’ pasangan Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi agar tak menjadi kontestan peserta pilkada Aceh 2024.
Informasi yang diperoleh wartawan, salah satu poin yang bakal digunakan oleh KIP Aceh adalah surat pernyataan bersedia menjalankan butir-butir MoU Helsinki jika nantinya terpilih sebagai pemimpin Aceh lima tahun kedepan.
Dimana, Bustami Hamzah tidak dibolehkan menandatangani surat pernyataan bersedia menjalankan butir-butir MoU Helsinki jika nantinya terpilih, pada Kamis 12 September 2024 lalu, dengan alasan karena belum memiliki wakil pengganti pasca meninggalnya Teungku Muhammad Yusuf A Wahab atau Tusop.
Kemudian, rapat Banmus (Badan Musyawarah) DPRA perihal paripurna DPRA tentang penandatangan pernyataan bersedia menjalankan butir-butir MoU Helsinki dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006, untuk bakal paslon Gubernur/ Wakil Gubernur Aceh Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi, juga batal.
Alasannya, rapat Banmus DPR Aceh, Rabu malam 18 September 2024, yang memutuskan paripurna tentang penandatangan butir butir MoU Helsinki untuk pasangan Cagub Cawagub Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi, tidak memenuhi quorum atau kuota forum.
Dimana, dari 41 anggota Banmus DPR Aceh, yang hadir tidak mencapai 10 orang.
“Poin ini dijegal hingga 22 September 2024 nanti. Jadi oleh KIP Aceh, ada alasan Bustami-Fadhil diberi status Belum Memenuhi Syarat (BMS) sebagai peserta pilkada Aceh 2024. Sedangkan pasangan calon cuma dua. Jadi ada kemungkinan lawan tong kosong,” ujar sumber atjehwatch.com.
Terkait hal ini, Anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Ahmad Mirza Safwandy, yang dikonfirmasi atjehwatch.com pada Rabu malam, melalui pesan WhatsApp, tidak membalasnya.
Pesan tersebut tidak dibalas hingga Kamis malam 19 September 2024 atau berita ini diturunkan, meskipun WA yang dikirim wartawan sudah bercentang biru dua atau terbaca.
Sejumlah anggota DPR Aceh dari Partai Aceh yang menjadi anggota Banmus, yang dihubungi wartawan juga enggan menanggapinya. []










