BANDA ACEH – Seniman dan penyair Aceh, Din Saja, menilai pemahaman tentang kesenian di kalangan pelaku seni masih perlu diperkuat, terutama terkait aspek keilmuan yang melingkupi dunia seni itu sendiri.
Menurut Din Saja, banyak orang menyandang predikat seniman karena telah lama berkecimpung dalam aktivitas berkesenian. Namun, ia berpendapat bahwa kesenian tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memainkan atau menampilkan sebuah karya seni.
“Jangankan filsafat kesenian, sejarah kesenian saja masih belum banyak diketahui. Belum lagi sosiologi kesenian, antropologi kesenian, serta berbagai kajian dasar tentang hakikat dan keaslian kesenian,” kata Din Saja dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, kesenian juga merupakan wilayah pengetahuan yang memiliki keterkaitan dengan berbagai disiplin ilmu. Karena itu, seorang seniman idealnya tidak hanya menguasai aspek praktik, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap ilmu pengetahuan yang mendukung aktivitas kreatifnya.
Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar seorang seniman mampu melihat karya seni tidak sekadar sebagai bentuk ekspresi, melainkan juga sebagai produk budaya yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan intelektual.
Din Saja menilai sosok yang tidak hanya berkarya, tetapi juga memahami berbagai aspek keilmuan tentang seni, layak disebut sebagai seniman pencipta. Meski tidak harus menguasai seluruh cabang ilmu secara mendalam, seorang seniman setidaknya perlu memiliki wawasan yang memadai mengenai bidang yang digelutinya.
“Seniman pencipta bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga melahirkan gagasan dan pemikiran yang memperkaya perkembangan kesenian itu sendiri,” ujarnya.
Meski demikian, Din Saja mengakui bahwa pandangan mengenai siapa yang layak disebut seniman dapat berbeda-beda. Menurutnya, setiap orang memiliki perspektif dan ukuran tersendiri dalam menilai posisi seseorang dalam dunia kesenian.
“Barangkali orang lain memiliki pandangan yang berbeda tentang siapa yang dapat disebut sebagai seniman. Itu hal yang wajar dalam dunia seni yang memang kaya perspektif,” tutupnya.[]









