BLANGPIDIE – Kesehatan adalah pilar utama dalam pembangunan suatu daerah. Tanpa kesehatan, sulit bagi masyarakat untuk berkontribusi secara optimal dalam pembangunan.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya menekankan penyelenggaraan pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama bagi pemerintah, terutama di tingkat primer atau pelayanan dasar.
Hal tersebut disampaikan Pj Bupati Abdya, Ir. Sunawardi melalui Plt Sekda Abdya, Liza Marfandi pada kegiatan pembukaan Sosialisasi Penyelenggaraan Integrasi Layanan Primer (ILP) Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2024, Blangpidie, Kamis (26/09/2024).
“Pada hari ini, kita berkumpul untuk membahas salah satu inisiatif penting dalam peningkatan pelayanan kesehatan, yaitu Integrasi Layanan Primer atau yang dikenal dengan ILP.
Secara sederhana, ILP adalah upaya menyatukan berbagai jenis layanan kesehatan dasar di tingkat Puskesmas, klinik, dan fasilitas kesehatan lainnya, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah, efisien, dan terkoordinasi,” kata Liza Marfandi.
Lanjutnya. Tujuan utama dari ILP adalah memastikan bahwa setiap warga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan berkualitas secara merata, tanpa terkendala oleh kompleksitas administrasi atau keterbatasan akses.
Ada beberapa hal penting yang harus kia perhatikan dalam penyelenggaraan ILP ini. Pertama, Sinergi Antar Layanan Kesehatan. Dalam integrasi ini, kita ingin melihat koordinasi yang lebih baik antara puskesmas, rumah sakit daerah, serta layanan kesehatan lainnya. Bukan hanya soal penyatuan sistem informasi atau administrasi, tetapi juga soal bagaimana pasien dapat dirujuk dan ditangani dengan lebih cepat dan tepat sesuai dengan kebutuhannya.
Kedua, Penguatan Tenaga Kesehatan. Dalam sistem ILP, peran tenaga kesehatan menjadi sangat krusial. Mereka adalah ujung tombak pelayanan. Oleh karena itu, kita perlu memastikan bahwa tenaga kesehatan kita dilengkapi dengan pelatihan, fasilitas, dan dukungan yang memadai agar mampu memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
Ketiga, Pemanfaatan Teknologi. Di era digital seperti saat ini, teknologi memiliki peran besar dalam meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan. Sistem rekam medis elektronik, telemedicine (layanan kesehatan jarak jauh), serta aplikasi layanan kesehatan berbasis online adalah beberapa contoh teknologi yang dapat mendukung pelaksanaan ILP. Dengan memanfaatkan teknologi ini, kita bisa memastikan bahwa proses pelayanan menjadi lebih cepat dan akurat, sehingga pasien tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.
Keempat, Partisipasi Masyarakat. Masyarakat perlu didorong untuk lebih aktif dalam menjaga kesehatan diri dan keluarganya. Ini bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti menjaga pola hidup sehat, memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia, hingga berpartisipasi dalam program-program kesehatan yang digalakkan oleh pemerintah.
“Penyelenggaraan ILP bukan hanya tanggungjawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat,” tengas Marfandi.
Oleh karena itu, pada kesempatan tersebut Plt Sekda Abdya mengajak seluruh pihak, mulai dari unsur pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat, untuk bersama-sama berperan aktif dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih baik di Kabupaten Aceh Barat Daya.
“Dalam pelaksanaan program ini, kita juga akan berfokus pada pemantauan dan evaluasi secara berkala. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan ILP dapat segera diatasi, dan perbaikan bisa dilakukan secara berkelanjutan,” ucap Marfandi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya akan terus mendukung inisiatif-inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui penguatan layanan kesehatan.
“Kami menegaskan bahwa, kesehatan adalah tanggungjawab bersama. Kesehatan bukanlah semata-mata urusan rumah sakit atau puskesmas, tapi adalah urusan kita semua. Kita perlu membangun budaya hidup sehat, saling mendukung, dan memberikan perhatian pada sesama, sehingga Kabupaten Aceh Barat Daya menjadi daerah yang sehat, produktif, dan sejahtera,” pungkas Liza Marfandi.











