Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Saat Gerindra Bergeser dari Partai Aceh

Admin1 by Admin1
07/09/2019
in Saleuem
0
Saat Gerindra  Bergeser dari Partai Aceh

Ilustrasi PA Gerindra di Abdya. Foto Aceh Terkini

PARLOK tak berkutik di Aceh Besar. Pasalnya, kebijakan politik di DPRK Aceh Besar sedang diarahkan ke perseteruan Parlok versus Parnas. Dan Gerindra yang melabelkan diri ‘mitra abadi’ Partai Aceh pun bergeser serta lebih nyaman dalam pelukan PAN.

Tinggallah PA, PDA dan PNA, yang terpaksa gigit jari.

Beda kubu antara Gerindra dengan Partai Aceh, sebelumnya terjadi di Aceh Selatan. Gerindra lebih mendukung petahana daripada kandidat yang diusung PA pada pilkada 2017 lalu.

Di kabupaten Aceh Barat, Gerindra membangun poros tengah. Padahal, Ketua Gerindra Aceh Barat Banta Puteh Syam, merupakan wakil bupati yang berpasangan dengan Ramli MS, yang diusung oleh Partai Aceh.

Kabar serupa juga dikabarkan berhembus di Pidie Jaya dan Lhokseumawe.

Padahal, dua pemilu sebelumnya, TA Khalid dengan gagah berdiri di atas panggung. Ia meminta pengurus Gerindra memilih caleg PA.

Kontan penyataan TA Khalid ini mendapat respon dari media massa dan masyarakat. Ia juga dicerca oleh para kader Gerindra di Aceh. Pernyataan tersebut, saat itu, dianggap tak logis karena Gerindra memiliki kader sendiri untuk diusung ke DPRK dan DPRA.

Saat itu, Gerindra belum memiliki banyak kursi di DPRK dan DPRA. Sementara Partai Aceh masih jadi penguasa.

Penolakan terhadap Gerindra dan Prabowo juga sangat kuat di Aceh pasca awal-awal damai. Namun PA berhasil memoles Gerindra sebagai mitra koalisi.

Tapi keadaan kini berbeda. Tiga pemilu telah berlalu. Perolehan kursi Gerindra melejit drastis untuk DPRK dan DPR Aceh di Pileg 2017. Di beberapa kabupaten kota, seperti Banda Aceh, Aceh Tenggara, dan Aceh Tamiang, kursi Gerindra malah lebih dominan dari Partai Aceh.

Kabupaten lainnya juga mengalami peningkatan. Sementara kursi PA justru menurun meski kursi pimpinan masih di tangan.

Kembali ke Aceh Besar, ada lima fraksi di DPRK Aceh Besar. Fraksi PAN turut bergabung Nasdem dan PBB, serta Gerindra. Kemudian Fraksi Golkar-Demokrat yang juga bergabung PKB, Fraksi PKS, Fraksi PA, serta PDA-PNA.

“Mereka mau dorong koalisi Parnas versus Parlok. Kita Parlok tidak terlalu interest dengan koalisi. Karena kita pun tidak bisa dapat AKD.  Jadi yang bisa kita lakukan saat ini adalah memilih pimpinan AKD yang berkualitas dan berkapasitas,” kata Ketua Fraksi PA DPRK Aceh Besar, Juanda Djamal kepada atjehwatch.com, Jumat pagi 6 September 2019.

Sementara itu, anggota DPRK Aceh Besar, Khubbie El Risal, yang dihubungi atjehwatch.com, menolak mengomentari persoalan ini.

“Langsung ke ketua aja bg,” tulis Khubbie di WA.

Hal yang sama juga berlaku saat atjehwatch menghubungi anggota DPRK dari Gerindra lainnya.[]

Tags: gerindrapartai aceh
Previous Post

Pengamat Ragukan Keberadaan Afiliasi ISIS di Papua

Next Post

Khabib: Rematch Lawan McGregor Tak Berguna

Next Post
Khabib: Rematch Lawan McGregor Tak Berguna

Khabib: Rematch Lawan McGregor Tak Berguna

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Rian Syaf Targetkan Demokrat Kembali Berjaya di Aceh Tengah

Rian Syaf Targetkan Demokrat Kembali Berjaya di Aceh Tengah

19/06/2026
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pidie Jaya Sambangi Purnawirawan: Pengabdian Tak Pernah Pensiun

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pidie Jaya Sambangi Purnawirawan: Pengabdian Tak Pernah Pensiun

19/06/2026
Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026
Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

19/06/2026
Kasus Potong Tangan di Aceh Besar, PMII Tolak Main Hakim Sendiri

Kasus Potong Tangan di Aceh Besar, PMII Tolak Main Hakim Sendiri

19/06/2026

Terpopuler

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

18/06/2026

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Rian Firmansyah Dorong Seniman Aceh Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com