Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Aceh Hanya ‘Miliki’ Tuhan Hadapi Corona

redaksi by redaksi
21/03/2020
in Saleuem
0

JANGAN sakit. Jaga kesehatan dan kemudian pasrahlah pada Tuhan agar wabah itu tak mengintai kita di Aceh.

Saat ini kita hanya memiliki tuhan. Dan kalau-pun kemudian tuhan marah dan menjangkit satu orang saja di Aceh dengan virus mematikan itu, maka selesailah Nanggroe Teuleubeh Ateuh Rung Donya ini.

Kalimat ini taklah berlebihan. Lihatlah kondisi masyarakat kita saat ini. Sikap mereka seperti sedang menantang maut. Warung kopi penuh serta intruksi pemerintah soal menjauhi keramaian seakan jadi kabar angin belaka.

Kita tidak pernah belajar dari Italia. Dua bulan lalu, kasus Covid 19 cuma satu di sana. Masyarakat abai dan bar-bar tetap penuh seperti biasa. Masyarakat di sana menganggap itu ‘virus China’ dan tak akan menular pada mereka. Mall serta pusat keramaian tetap berlangsung seperti biasa. Persis seperti kebiasaan kita saat ini.

Namun kini, Italia menjadi negara dengan tingkat kematian tertinggi karena virus Corona. Puluhan ribu warga terjangkit dan ribuan warga yang terpapar Corona meninggal dunia. Puluhan truk militer di sana mengangkut mayat setiap harinya untuk dikremasi.

Aceh hari ini adalah dua bulan lalunya, Italia. Kita abai dan menganggap enteng virus yang kini menjangkit ratusan negara di dunia. Berdoalah kita tidak merasakan apa yang Italia rasakan saat ini.

Dari rumah-rumah, mereka yang sedang berada di Italia, saat ini menangis.

“Andai mereka tak abai terhadap virus misterius ini saat kasus pertama ditemukan.”

“Andai mereka lebih peka, maka anak, istri serta kerabat mereka tak akan menuai ajal seperti sekarang.” Itu yang ditulis oleh warga yang sedang mengisolasi diri di rumah-rumah di Italia saat ini.

Namun persoalan Aceh lebih komplit dari Italia. Rumah sakit di Aceh tak memiliki alat kesehatan yang lengkap untuk menghadapi virus ini. Para medis kita tak dipersenjatai dengan alat kesehatan yang lengkap meski APBA kita mencapai triliunan. Pemerintah kita hanya mengandalkan doa.

Di RS Cut Meutia misalnya, alat kesehatan untuk menghadapi Corona sangat minim. Paling tidak ini hasil sidak Komisi V DPR Aceh.

Sementara di RSUZA, respon bagian komunikasi terhadap warga yang ingin memeriksa terkait kasus Corona juga abai. Masyarakat diminta membayar ratusan ribu hanya untuk mengecek gejala yang sedang dirasakan. Ini tentu membuat masyarakat enggan berobat dan lebih memilih mengisolasi diri. Jika benar terpapar virus tersebut, maka kematian adalah jalan yang harus ditempuh.

Siklus pasien yang terpapar virus Corona meningkat drastic di Indonesia. Per Jumat siang 20 Maret 2020, jumlah penderita mencapai 369 orang, dan 32 meninggal dunia.

Di Aceh, kabarnya masih nihil. Entah memang tak ada atau kita tak memiliki alat yang cukup untuk mengecek kondisi ini.

Sekali lagi, berharaplah pada tuhan. Berdoalah. Karena hanya ‘tuhan’ yang kita miliki untuk berperang melawan virus ini.

Tags: acehvirus corona
Previous Post

Wasiet (55)

Next Post

Sekda Aceh Tinjau Pelayanan SKPA di Tengah Efek Corona

Next Post
Sekda Aceh Tinjau Pelayanan SKPA di Tengah Efek Corona

Sekda Aceh Tinjau Pelayanan SKPA di Tengah Efek Corona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hadiri Konferensi IV Forum KKA, Bupati Aceh Besar Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pembangunan

Hadiri Konferensi IV Forum KKA, Bupati Aceh Besar Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pembangunan

20/04/2026
Monitoring TKA SD Tahun 2026, Sekda: TKA Jadi Dasar Evaluasi Kemampuan Siswa

Monitoring TKA SD Tahun 2026, Sekda: TKA Jadi Dasar Evaluasi Kemampuan Siswa

20/04/2026
Ketua TP PKK Aceh Timur Kunjungi SD Negeri Tanah Rata di Peureulak

Ketua TP PKK Aceh Timur Kunjungi SD Negeri Tanah Rata di Peureulak

20/04/2026
Dinner Delegasi Apeksi, Illiza: Selamat Datang di Banda Aceh

Dinner Delegasi Apeksi, Illiza: Selamat Datang di Banda Aceh

20/04/2026
Persiraja Banda Aceh Ditahan Imbang Garudayaksa 2-2 di Kandang

Persiraja Banda Aceh Ditahan Imbang Garudayaksa 2-2 di Kandang

20/04/2026

Terpopuler

Aceh Hanya ‘Miliki’ Tuhan Hadapi Corona

21/03/2020

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

Dari Kampus ke Tanah Suci: KNA Satukan Energi Besar Masyarakat Gayo di Banda Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com