Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Jaga Perdamaian dan Syariat, Ketua FKUB Aceh Tawarkan Solusi Hidup Rukun

redaksi by redaksi
16/04/2025
in Nanggroe
0
Jaga Perdamaian dan Syariat, Ketua FKUB Aceh Tawarkan Solusi Hidup Rukun

Banda Aceh – Ketua Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) A Hamid Zein, SH., M.Hum., mengingatkan, sejarah kelam penjajahan Belanda dan Jepang serta konflik internal antara RI – GAM merupakan pelajaran berharga tentang mahalnya perdamaian, kerukunan dan kesejahteraan.

Katanya, meski konflik tersebut akhirnya usai, namun menyisakan berbagai masalah yang akar persoalannya adalah ketimpangan sosial, ekonomi, dan ketidakadilan.

“Dari luka dan duka bisa tumbuh harapan, dari konflik bisa lahir rekonsiliasi,” kata A Hamid Zein saat menjadi pemateri kegiatan Forum Group Discision (FGD) karakter Bangsa yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kedbangpol) Aceh di Aula Kesbangpol, Rabu (16/4/2024).

“Kini dijadilkan icon oleh jajaran Kodam Iskandar Muda, “Damai Itu Indah”. Bahkan tidak sebatas itu, banyak negara yang ingin belajar ke Indonesia, wabil khusua Aceh, bagaimana meredam konflik,” ujarnya.

Menurutnya, kini Aceh telah bertransformasi menjadi simbol perdamaian berkat kerja keras banyak pihak, termasuk para tokoh lintas agama.

Hamid Zein mengurai, Praktik hidup berdampingan dalam sejarah Islam, khususnya Piagam Madinah yang disusun Rasulullah Nabi Muhammad SAW saat pertama kali hijrah ke Madinah. Dokumen tersebut merupakan konstitusi sosial pertama dalam sejarah umat manusia yang menjamin hak semua warga, baik Muslim maupun non-Muslim.

“Nilai-nilai dalam Piagam Madinah seperti keadilan, penghormatan terhadap perbedaan, dan penyelesaian konflik secara musyawarah, sangat relevan dan sejalan dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, yang menjadi norma dasar bangsa Indonesia,” jelas dia.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat Aceh melalui pimpinan dan Anggota Forum untuk meneladani kearifan lokal yang telah lama menjadi perekat sosial. Nilai-nilai ke-Acehan seperti budaya, agama, dan sosial harus diperkuat kembali yang kini dirasakan mulai terkikis.

“Nilai ke-Acehan dapat dihidupkan dengan melestarikan upacara adat, kesenian tradisional, dan adat kebiasaan serta menghidupkan kembali syiar islam,” katanya.

Dalam konteks kekinian–lanjutnya–kami mengingatkan kita semua bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menjaga harmoni, seperti maraknya ujaran kebencian di media sosial, menguatnya kelompok eksklusif keagamaan, dan penggunaan politik identitas.

Tidak sebatas itu, hari-hari ini kita miris membaca dan mendengar berita di berbagai media massa, bahwa prilaku sosial sudah sangat rusak, seperti perampokan, pembunuhan , bunuh diri, penggunaan Narkoba dan Zat adiktif lainnya.

Dijelaskan, Walikota Banda Aceh Illiza Saadudin Jamal, dalam razia ke beberapa hotel/tempat penginapan, berhasil menjaring beberapa muda mudi non muhrim dan diantaranya disinyalir positif narkoba.
Oleh karena itu Ustd Dr. Teuku Zulkhairi dari UIN Ar- Raniry menyarankan agar Aceh memperbanyak tempat tempat layanan kesehatan mental.

Untuk itu, membangun harmoni sosial melalui nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal suatu upaya yang harus kita lakukan untuk meneguhkan kesatuan bangsa.

Hamid Zein juga menawarkan beberapa strategi seperti pendekatan budaya, pelibatan generasi muda lintas agama, hingga penguatan konten damai di berbagai media sosial.

Khusus bagi ummat Islam di Aceh, A Hamid Zein mengajak semua pihak untuk menyambut Instruksi Gubernur Aceh Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan shalat Fardhu Berjamaah bagi Aparatur dan Masyarakat serta Mengaji di setiap Satuan Pendidikan di Aceh melalui berbagai program, diantaranya:

Aceh Berjamaah, Aceh Mengaji .

“Aceh Mengaji tidak sekadar membaca kitab suci, tapi memahami dan mengamalkan nilai-nilainya”.

“Sementara Aceh Berjamaah mengajarkan kita tentang pentingnya bersatu membangun karakter bangsa , dengan menjaga kerukunan dan persatuan dalam satu tujuan, saling mendukung, saling membina, saling mengingatkan dan menjadikan pemimpin sebagai teladan.

Mari kita jadikan nilai agama sebagai cahaya penuntun, dan bukan sebaliknya menjadi alat pemecah belah.

Titik simpulnya , Wawasan kebangsaan adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang mengutamakan persatuan, kesatuan, dan cinta tanah air, dengan tujuan akhir :

– Menciptakan harmoni dan mencegah konflik;
– Mengembangkan persatuan Indonesian sedemikian rupa sehingga asas Bhinneka
– Tunggal Ika dapat dipertahankan.
– Mewujudkan bangsa yang maju, mandiri, dan sejahtera lahir batin.

Kkegiatan FGD menghadirkan lintas Forum yang ada di Aceh. Hadir Kepala Bidang Penaganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Aceh Dedi Adrian sekaligus membuka kegiatan mewakili Kabankesbangpol Dedy Yuswadi. Tampil sebagai pembicara A Hamid Zein dan Prof, Dr. Syahrijal Abbas.[]

 

Previous Post

YARA Minta Pemerintah Pusat Berikan Hak Kelola Migas di Atas 12 Mil untuk Aceh

Next Post

Bupati dan Dinas Pengairan Aceh Tinjau Intake Krueng Baru Aceh Selatan

Next Post
Bupati dan Dinas Pengairan Aceh Tinjau Intake Krueng Baru Aceh Selatan

Bupati dan Dinas Pengairan Aceh Tinjau Intake Krueng Baru Aceh Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Yan Kande Dorong Pemerintah Aceh Terbitkan Dua Pergub Pemajuan Kebudayaan

Yan Kande Dorong Pemerintah Aceh Terbitkan Dua Pergub Pemajuan Kebudayaan

19/05/2026
Perairan Aceh dan NTT Jadi Daerah Paling Rawan Gelombang Tinggi

Perairan Aceh dan NTT Jadi Daerah Paling Rawan Gelombang Tinggi

19/05/2026
Al- Farlaky Dukung Langkah Mualem Cabut Pergub JKA

Al- Farlaky Dukung Langkah Mualem Cabut Pergub JKA

19/05/2026
Darwati Apresiasi Langkah Mualem Cabut Pergub JKA: Rakyat Kini Bisa Berobat Tenang

Darwati Apresiasi Langkah Mualem Cabut Pergub JKA: Rakyat Kini Bisa Berobat Tenang

19/05/2026
PDPM Abdya Minta Dinas Pendidikan Segera Evaluasi Komite Sekolah, Kadis Gusvizarni Enggan Menangapi

PDPM Abdya Minta Dinas Pendidikan Segera Evaluasi Komite Sekolah, Kadis Gusvizarni Enggan Menangapi

19/05/2026

Terpopuler

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

Mualem: Pergub JKA Dicabut, Rakyat Aceh Berobat Seperti Biasa

18/05/2026

Pergub JKA Dicabut, Dr. Safaruddin Tabek Mualem

Empat Mahasiswa Abdya Penerima Beasiswa MPR RI Resmi Dilepas ke China

Bupati Pidie Jaya Hadiri Launching Operasional 1.061 Koperasi Merah Putih di Jangka Buya

Pencabutan Pergub JKA: Antara Pernyataan Politik dan Keabsahan Normatif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com