Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Wakili Abdya di GTTG Aceh 2025, Inovasi Teknologi “Lam Pengeuh” Usir Hama Padi dari Kuta Bahagia

redaksi by redaksi
19/04/2025
in Lintas Barat Selatan
0
Wakili Abdya di GTTG Aceh 2025, Inovasi Teknologi “Lam Pengeuh” Usir Hama Padi dari Kuta Bahagia

BLANGPIDIE – Gampong Kuta Bahagia, Kecamatan Blangpidie, akan mewakili Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam ajang Gelar Teknologi Tepat Guna (GTTG) XXVI tingkat Provinsi Aceh. Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei 2025 mendatang.

Gampong Kuta Bahagia akan menampilkan inovasi alat pengusir hama padi yang dinamai “Lam Pengeuh.” Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas petani dan hasil panen padi di wilayah tersebut.

Kepala Desa (Keuchik) Kuta Bahagia, Muhammad Yasal, menjelaskan bahwa inovasi ini muncul dari kebutuhan para petani untuk menghadapi gangguan hama saat masa tanam dan menjelang panen.

“Abdya memiliki sekitar 8.200 hektar sawah dan panen dua kali setahun. Namun, petani kami kerap dirugikan oleh serangan hama seperti burung pipit dan serangga,” ujar Yasal, Kamis (18/04/2025).

Tim penilai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Provinsi Aceh telah turun langsung meninjau alat ini di lapangan. Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Bupati Abdya dan Ketua DPRK Abdya, sebagai bentuk dukungan atas inovasi warga desa.

“Mereka melihat langsung alat Lam Pengeuh yang kami pasang di area persawahan,” tambah Yasal.

Alat Lam Pengeuh bekerja secara otomatis di pagi, sore, dan malam hari dengan pendekatan yang berbeda. Pada pagi dan sore, alat ini menggunakan toa speaker dengan jangkauan 500 meter yang mengeluarkan suara elang selama 1 hingga 10 menit.

“Suaranya bisa diatur, dan speaker-nya tahan air, jadi tetap awet meski cuaca berubah-ubah,” jelasnya.

Sementara itu, saat malam hari, alat ini mengaktifkan lampu LED Ultraviolet (UV) yang menarik perhatian serangga hama seperti wereng dan walang sangit.

Hama-hama tersebut kemudian terperangkap dalam ember berisi campuran air dan bumbu dapur yang berfungsi sebagai pengganti pestisida. “Cara ini jauh lebih ramah lingkungan dan aman untuk hasil pertanian,” tutur Yasal.

Keuchik Yasal mengatakan Lam Pengeuh memiliki empat fungsi utama: mengusir burung pipit, menangkap hama serangga, menyediakan listrik gratis di tengah sawah, dan juga mengusir tikus.

Alat ini dirancang untuk tidak menggunakan bahan kimia dan tidak bergantung pada tenaga manusia. “Sistemnya hemat biaya dan aman digunakan oleh siapa pun,” ucapnya.

Ia menambahkan, keunggulan Lam Pengeuh juga terletak pada dukungannya terhadap kebijakan energi terbarukan. Alat ini menjadi bagian dari solusi dalam mengurangi dampak lingkungan dan membantu pemerintah menghadapi perubahan iklim.

“Kami harap inovasi ini bisa menjadi contoh dan diadopsi oleh desa-desa lain di Aceh,” pungkasnya.

Previous Post

Pangdam IM Salurkan Bantuan Prajurit Terdampak Kebakaran Kodim Aceh Timur

Next Post

Dukung Program Peukong Agama, Keuchik Durian Rampak Abdya Imbau Warga Shalat Berjamaah dan Stop Aktivitas Saat Adzan

Next Post
Dukung Program Peukong Agama, Keuchik Durian Rampak Abdya Imbau Warga Shalat Berjamaah dan Stop Aktivitas Saat Adzan

Dukung Program Peukong Agama, Keuchik Durian Rampak Abdya Imbau Warga Shalat Berjamaah dan Stop Aktivitas Saat Adzan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polres Aceh Selatan Patroli Cegah Aksi Kejahatan

Polres Aceh Selatan Patroli Cegah Aksi Kejahatan

23/03/2026
Banjir di Lokasi Bencana Alam di Pedalaman Aceh Barat Sudah Surut

Banjir di Lokasi Bencana Alam di Pedalaman Aceh Barat Sudah Surut

23/03/2026
Para Pedagang Keripik Mulai ‘Hijrah’ dari Saree ke Padang Tiji

Para Pedagang Keripik Mulai ‘Hijrah’ dari Saree ke Padang Tiji

23/03/2026
Bupati Tarmizi Jenguk Mantan Kombatan GAM yang Sakit di Arongan Lambalek

Bupati Tarmizi Jenguk Mantan Kombatan GAM yang Sakit di Arongan Lambalek

23/03/2026
Kondisi Pendidikan Pascabencana di Aceh Tengah Dinilai Memprihatinkan

Kondisi Pendidikan Pascabencana di Aceh Tengah Dinilai Memprihatinkan

23/03/2026

Terpopuler

Wakili Abdya di GTTG Aceh 2025, Inovasi Teknologi “Lam Pengeuh” Usir Hama Padi dari Kuta Bahagia

Wakili Abdya di GTTG Aceh 2025, Inovasi Teknologi “Lam Pengeuh” Usir Hama Padi dari Kuta Bahagia

19/04/2025

Pernyataan Prabowo Soal Pemulihan 100 Persen Bikin Korban Banjir Aceh Geram

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

Jak Bak Jeurat; Cara Warga Aceh Bersilaturahmi dengan Kerabat yang Sudah Tiada

Isu Mosi Tak Percaya 67 Anggota DPRA Dinilai Operasi Politik Adu Domba, Soliditas di Bawah Zulfadhli Ditegaskan Tetap Kokoh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com