Meulaboh–Tiga penulis hebat Aceh menjadi narasumber kegiatan bimbingan teknis kepenulisan konten lokal Aceh di Meulaboh, Rabu (30/04).
Kegiatan yang diadakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Aceh Barat itu berlangsung di Aula Bappeda kabupaten setempat.
Tiga penulis Aceh yang menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut adalah sang penulis buku terproduktif di Aceh, Sulaiman Tripa, yang saat ini juga tercatat sebagai akademisi Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.
Pembicara lainnya adalah Azhari Aiyub, sang cerpenis Perempuan Pala yang telah menghasilkan novel fenomenal Kura-Kura Berjanggut. Novel yang tebalnya hampir seribu halaman itu telah menyabet berbagai penghargaan tingkat nasional, antara lain Kusala Sastra Khatulistiwa Award (2018).
Azhari juga dikenal sebagai cerpenis nasional yang satu-satunya dari Aceh mendapatkan penghargaan Free Word Award dari Belanda.
Pembicara berikutnya adalah penulis cerpen dari Aceh Selatan yang sudah dua kali mendapatkan nominator Cerpen Pilihan Kompas, Herman RN. Penulis yang masih berusia muda ini juga dikenal sebagai penulis cerita rakyat yang sudah sering mendapatkan penghargaan tingkat provinsi dan nasional.
“Saya bangga dan terharu dengan kehadiran tiga narasumber kita hari ini di Aceh Barat. Orang-orang hebat semua. Saya harap para peserta benar-benar bisa menggali ilmu dari para narasumber hebat hari ini,” ujar Kepala Dinas Perpusip Aceh Barat, Drs. Husaini, M.Pd., dalam sambutannya.
Kepala Bidang Layanan Perpustakaan Dispusip Aceh Barat mengatakan kegiatan itu akan berlangsung dua tahap. Tahap pertama, kata dia, pemberian materi dan bimbingan awal dari para narasumber.
“Bulan depan nanti akan dilakukan bedah karya dan kita berharap ada produk yang akan dihasilkan para peserta, entah buku pribadi atau bunga rampai,” ujarnya.
Ia juga mengaku terharu, karena kali ini ia lihat para peserta bimtek di Aceh Barat sangat serius mendengar dan bertanya kepada para narasumber.
“Tadinya saya sempat ragu dengan para peserta, tapi sekarang saya sadar, mereka gak cukup waktu. Mereka minta tambah waktu lebih lama lagi. Memang kalau pakarnya yang terjun langsung, kelihatan jelas,” imbuhnya.










