Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Untuk RPJM Aceh, Dinas Kebudayaan Harus Berdiri Sendiri

redaksi by redaksi
13/05/2025
in Nanggroe
0
Untuk RPJM Aceh, Dinas Kebudayaan Harus Berdiri Sendiri

Banda Aceh—Budayawan Aceh, Herman RN, menyarankan kepada penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Aceh agar dapat mengusulkan program pemisahaan Dinas Kebudayaan Aceh untuk berdiri sendiri.

Hal itu disampaikan Herman RN pada saat diskusi Urun Saran Pemajuan Kebudayaan untuk RPJM Aceh 2025-2030 di sebuah kafe pinggiran Kota Banda Aceh, Selasa (13/05/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh Suara untuk Kebudayaan Aceh Terarah (SuKAT) itu dihadiri berbagai elemen pelaku dan pemerhati kebudayaan Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Herman berasumsi bahwa tidak munculnya pokja kebudayaan dalam susunan RPJM Aceh karena Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemerintah Aceh masih menganggap kebudayaan sebagai tempelan pada bidang lain.

“Sampai sekarang, kebudayaan di Aceh menempel secara variatif. Di level provinsi, kebudayaan ditempelkan pada pariwisata. Di tingkat kabupaten/kota, kebudayaan ada yang ditempelkan pada pendidikan, pada olahraga, ada pula pada pemuda. Ini jelas bahwa kebudayaan belum dianggap penting di Aceh sehingga kebudayaan dalam RPJMA pun tidak eksplisit dibahas, hanya dianggap menempel pada semua pokja,” ujarnya.

Ketua Dewan Kesenian Banda Aceh (DKB) itu berharap, Pemerintah Aceh segera mereformasi SOTK Dinas Kebudayaan agar mandiri, terpisah dari Dinas Pariwisata atau dinas lainnya, mengikuti pemerintah pusat yang sudah memandirikan Kementerian Kebudayaan.

“Di level pusat sudah jelas, Kementerian Kebudayaan berdiri sendiri, tidak lagi menempel pada kementerian lain. Ini hasil kerja keras rekomendasi dari seluruh dewan kesenian di Indonesia pada akhir 2023 lalu dalam sebuah maklumat yang diberi nama Resolusi Ancol. Sudah seharusnya Aceh mengikuti pusat, Dinas Kebudayaan harus berdiri sendiri,” tegasnya.

Herman mengungkap beberapa daerah yang sudah memandirikan Dinas Kebudayaan, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jakarta, dan akan menyusul Nusa Tenggara Barat.

“Nah, biasanya Aceh menjadi model, seperti menjadi model pilkada, menjadi model jaminan kesehatan rakyat, menjadi model partai lokal. Giliran kebudayaan yang di dalamnya ada peradaban, Aceh malah lamban dibanding daerah lain,” ucap Herman lagi.

Kepada media ini, Dosen Universitas Syiah Kuala itu berkali-kali mengatakan, jika ingin peradaban Aceh dikenal dunia, jika mau indeks pemajuan kebudayaan Aceh meningkat, kata dia, Dinas Kebudayaan harus mandiri dan kebudayaan harus masuk dalam RPJM Aceh, harus tercantum dalam rencana kerja dan rencana strategis pemerintah Aceh.

“Jika tidak, tunggulah lebel Aceh sebagai daerah yang tidak pernah menghargai peradaban,” tegasnya.[]

Previous Post

Sekolah di Aceh Tamiang Rusak Parah Dihantam Angin Kencang

Next Post

Koperasi Merah Putih Padang Hilir Susoh Resmi Terbentuk

Next Post
Koperasi Merah Putih Padang Hilir Susoh Resmi Terbentuk

Koperasi Merah Putih Padang Hilir Susoh Resmi Terbentuk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polda Aceh Terbitkan DPO Tersangka Pelecehan Seksual

Polda Aceh Terbitkan DPO Tersangka Pelecehan Seksual

12/06/2026
Salurkan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan Senilai Rp1 Miliar Lebih, Dr. Safaruddin Minta Ahli Waris Untuk Pendidikan Anak

Salurkan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan Senilai Rp1 Miliar Lebih, Dr. Safaruddin Minta Ahli Waris Untuk Pendidikan Anak

12/06/2026
Mualem dan SKK Migas Sepakati Revisi PoD Blok Andaman

Mualem dan SKK Migas Sepakati Revisi PoD Blok Andaman

12/06/2026
Bupati Al-Farlaky Tinjau Jaringan Irigasi Rusak Pascabanjir

Bupati Al-Farlaky Tinjau Jaringan Irigasi Rusak Pascabanjir

12/06/2026
Parlemen Iran: Trump Punya 2 Pilihan, Harus Menyerah atau Menyerah

Parlemen Iran: Trump Punya 2 Pilihan, Harus Menyerah atau Menyerah

12/06/2026

Terpopuler

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

11/06/2026

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Untuk RPJM Aceh, Dinas Kebudayaan Harus Berdiri Sendiri

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com