BANDA ACEH – Sejumlah jemaah haji asal Aceh batal berangkat dengan berbagai alasan meski sudah melunasi biaya keberangkatan haji.
Hal ini disampaikan Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi dan Debarkasi Haji Aceh (BTJ) 1446H/2025M, yang juga Kakanwil Kemenag Aceh Drs H Azhari MSi, di Media Center Haji, Asrama Haji Aceh, Jumat 16 Mei 2025. Temu pers ini juga dihadiri oleh GM Garuda, perwakilan Imigrasi, BKK serta beberapa pihak terkait lainnya.
“Angka ini dinamikannya setiap hari bisa berubah, kemarin 18 orang sudah, hari ini ada 8 orang lagi,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari, dalam konferensi pers di Banda Aceh, Jumat (16/5/2025).
Adapun alasan pembatalan, kata Azhari, beragam. Ada yang suaminya atau keluarganya sakit, kemudian lain juga ikut membatalkan keberangkatan.
“Padahal ada yang sudah dipeusijuek. Ada yang sudah memiliki visa, tapi tiba-tiba batal,” ujar Azhari.
Untuk antisipasi, kata Azhari, pihaknya menyiapkan 130 orang jemaah calon haji cadangan yang juga sudah melunasi biaya keberangkatan haji.
“Jadi mereka memang sudah diberitahu dan siap berangkat,” ujarnya lagi.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 393 jemaah haji Aceh yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 1 akan masuk Asrama Haji di Banda Aceh, Sabtu 17 Mei 2025, pukul 08.00 WIB. Mereka akan menjalani serangkaian kegiatan sebelum akhirnya terbang menuju tanah suci Arab Saudi pada Minggu pagi.
Pelepasan Jemaah Kloter 1 Aceh rencananya akan dihadiri oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf serta Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) KH Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan).











