Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (62)

Admin1 by Admin1
28/03/2020
in Cerbung
0

+++

SEJUMLAH pesan singkat mulai ke handphone sehari jelang wisuda. Pesan itu berisi undangan makan-makan bersama dari para calon sarjana.

Ibnu sendiri tak mengadakan acara makan-makan. Pertama, ia tak memiliki uang yang bisa digunakan untuk pesta keci-kecilan dalam rangka kelulusan. Sedangkan yang kedua, ia juga tak seperti calon sarjana lainnya yang memiliki keluarga. Sementara kawan-kawannya memiliki hajatan masing-masing.

Ibnu melihat sejumlah pesan singkat yang masuk ke handphone dalam kamar asrama. Termasuk pesan dari Raina yang juga akan diwisuda sepertinya.

Beberapa hari terakhir, Ibnu memang lebih banyak menghabiskan waktu dalam kamar.

Ibnu bimbang antara datang ke Mbak Moel untuk memenuhi undangan Raina atau tidak. Ia ingin meminta maaf pada gadis itu karena menjaga jarak dengannya selama ini. Mungkin, hajatan kecil yang dibuat Raina adalah pertemuan terakhir mereka. Karena setelah wisuda nanti, mereka akan sulit bertemu.

Ibnu sendiri akan bekerja apa saja untuk mengumpulkan uang guna melanjutkan misi ‘menaklukan dunia’ tahap kedua yang ditargetkannya sejak di pesantren.

Selain itu, Ibnu juga ingin ketemu dengan Riska. Sosok itu, beberapa tahun terakhir, seperti menjaga jarak dengannya. Entah apa yang terjadi. Mereka terakhir bertemu di kantin Kasadar Unsyiah.

Ibnu sebenarnya kangen dengan gadis Ngawi itu. Ia berbeda dengan kebanyakan gadis yang ditemuinya selama ini. Gadis itu ceria, polos serta pemberani. Gadis itu juga cukup cantik untuk wanita seumurannya.

“Mungkin Riska akan datang dalam hajatan Raina. Bukankah mereka selama ini berteman baik?” gumam Ibnu dalam hati.

“Adakah yang salah dengan sikapku sehingga dia menjauh? Atau jangan-jangan ia tahu kalau aku memiliki rasa lebih kepada dirinya? Dia mungkin sudah memiliki pria idaman sehingga menjauh dariku,” gumam Ibnu lagi.

Ada beragam pertanyaan yang muncul dalam benaknya. Namun Ibnu sendiri tak berani untuk menelpon gadis itu.

“Ah, aku tak boleh jatuh cinta. Ada banyak target yang harus aku selesaikan. Itu semua lebih penting daripada cinta remaja,” ujarnya lagi dalam hati. Seolah-olah ada dua sosok dalam tubuhnya yang sedang beradu argumen.

Perhatian Ibnu kembali dialihkan ke toga di depannya. Disana juga ada undangan yang dikhususkan untuk para orangtua calon sarjana. Namun ia tak memiliki orangtua dan saudara. Undangan tersebut tak ada artinya bagi dia.

“Bang Ilham, Siwak serta Lemha tak mungkin aku undang. Mereka tak mungkin hadir. Biarlah undangan itu tergeletak di sana saja,” ujarnya.

Matanya kemudian terasa lelah. Namun tiba-tiba terdengar suara ketukan dari arah pintu.

“Siapa ya?” tanya Ibnu tanpa bangun dari kasur.

“Aku Gun, bang. Ada orang cariin abang di bawah,” ujar Gunawan. Gunawan adalah adik letting di Unsyiah tapi fakultas Hukum. Mereka seasrama tapi beda kamar.

“Turun ya bang. Bang Ahmadi juga menunggu abang di bawa. Katanya penting,” kata Gunawan lagi.

Nama Ahmadi yang disebut Gunawan adalah rekan seasrama Ibnu. Mereka juga beda fakultas. Sosok itu akrab dipanggil Siwak, asal Aceh Jaya. Mereka rencananya akan mencari rumah kos bersama usai wisuda nanti.

“Bagus juga nie. Aku minta Siwak untuk hadir saja,” gumam Ibnu sambil meraih undangan dan bergegas turun dari tangga menuju kantin yang biasa dijadikan tempat pertemuan.

Saat kantin hanya berjarak 4 meter, langkah Ibnu terhenti. Ada sosok yang diam-diam dirindukannya disamping Ahmadi. Wanita cantik dengan kerudung merah jambu. Senyumnya mekar laksana bunga. Bau harum mawar sudah tercium dari jaraknya berdiri. Sosok itu menatapnya dengan lembut. Tatapan yang bisa membuat para lelaki mabuk kepayang.

[Bersambung]

 

 

Tags: wasiet
Previous Post

Betapa Perlunya Sensitivitas Dan Kepekaan Dalam Hubungan Sosial

Next Post

2 Positif Corona, Banda Aceh Terapkan Lockdown

Next Post

2 Positif Corona, Banda Aceh Terapkan Lockdown

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

22/07/2026
Gempa Dangkal di Bener Meriah Dipicu Sesar Aktif

Gempa M5,5 Guncang Gayo Lues

22/07/2026
Hadirkan AMAN, Kemenag Permudah Laporan Dugaan Kekerasan

Hadirkan AMAN, Kemenag Permudah Laporan Dugaan Kekerasan

22/07/2026
Sosok Ferran Torres, Pencetak Gol Tunggal Penentu Spanyol Juara Dunia 2026

Sosok Ferran Torres, Pencetak Gol Tunggal Penentu Spanyol Juara Dunia 2026

22/07/2026
STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

22/07/2026

Terpopuler

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

21/07/2026

Wasiet (62)

Kapaloe, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

Rp4,65 Miliar Dana Umat Siap Disalurkan, Baitul Mal Pidie Perketat Verifikasi demi Cegah Salah Sasaran

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com