Dari Ampas Kopi, Mahasiswa Agribisnis USK Raih Juara 3 Nasional di Creanovative 2025
Semarang — Siapa sangka, dari ampas kopi yang kerap terbuang, lahir sebuah ide cemerlang yang mengantarkan lima mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) ke podium juara nasional. Tim mahasiswa dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian ini sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 3 Nasional dalam ajang Creanovative 2025 di Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Semarang.
Mereka adalah Alfi Rahmatillah, Farisadilla Fathiya, Suci Purnama, Bella Nafisa Muherli, dan Putri Afridayanti—mahasiswa angkatan 2024 yang membuktikan bahwa inovasi bisa lahir dari hal-hal sederhana, selama ada semangat, kerja tim, dan keberpihakan pada keberlanjutan.
Dengan bimbingan dari Irfan Zikri, dosen muda Agribisnis USK, mereka menggagas sebuah ide yang unik namun sangat relevan: “Briket Ampas Kopi: Energi Alternatif Ramah Lingkungan dalam Model Wirausaha Sosial Inklusif dan Keberlanjutan.”
Gagasan ini tidak hanya menawarkan solusi bagi masalah limbah kopi yang melimpah di Aceh, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pendekatan kewirausahaan sosial yang inklusif.
Creanovative 2025 bukanlah ajang biasa. Diselenggarakan oleh Lembaga Kewirausahaan UDINUS, kompetisi ini mempertemukan para inovator muda dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Bertempat di kampus UDINUS Semarang pada 18–19 Juni 2025, kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Prof. Pulung Nurtantio Andono, dan dihadiri oleh para pimpinan universitas serta pelaku industri.
Kompetisi terbagi menjadi dua kategori utama: Creanovative Expo dan Pitch Deck Kewirausahaan Nasional. Tim Mahasiswa USK masuk dalam kategori Pitch Deck dan bersaing dengan 19 finalis lainnya, mempresentasikan ide mereka di hadapan juri dari berbagai latar belakang profesional—mulai dari CEO startup, perbankan, penggiat kewirausahaan, hingga akademisi.
Dengan skor 310,75 poin, tim USK berhasil mengungguli puluhan tim lainnya dan membawa pulang penghargaan bergengsi di tingkat nasional.
Bagi tim Agribisnis USK, prestasi ini bukan hanya soal memenangkan kompetisi. Ini tentang bagaimana ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah bisa menjelma menjadi solusi nyata. Mereka membuktikan bahwa mahasiswa dari ujung barat Indonesia pun mampu hadir sebagai agen perubahan, membawa ide yang berpihak pada lingkungan, masyarakat, dan masa depan yang berkelanjutan.
“Kami ingin produk ini tidak berhenti di atas kertas. Harapannya bisa diimplementasikan di desa-desa produsen kopi, untuk mengurangi limbah, sekaligus menjadi sumber energi terbarukan bagi masyarakat,” ujar Alfi Rahmatillah, mewakili tim.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi Universitas Syiah Kuala, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh. Ini membuktikan bahwa inovasi dan semangat kewirausahaan tidak mengenal batas geografis. Bahwa dari daerah yang jauh dari pusat, bisa lahir ide-ide besar yang memberi dampak luas.
USK melalui Fakultas Pertanian terus mendorong mahasiswanya untuk tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga adaptif terhadap tantangan zaman—termasuk dalam isu energi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Prestasi tim Agribisnis USK di ajang Creanovative 2025 adalah inspirasi bahwa ide besar tak harus rumit, dan dampak nyata bisa dimulai dari hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ampas kopi hanyalah awal. Yang lebih penting adalah keberanian untuk berpikir beda, beraksi nyata, dan berbagi manfaat.











Briket ampas kopi… perlu berapa banyak ya trus apa bisa diterapkan dimasyarakat dan apakah bernilai ekonomis..?
Ampas kopi ini apakah bermanfaat dan keuntungan untuk negara dan rakyat?