MEULABOH – Pemerhati sekaligus praktisi kesehatan Aceh Barat, Indah Pinta Sari, mengajak semua pihak untuk terus memperkuat perhatian dan kerja sama dalam meningkatkan kualitas kesehatan di daerah. Menurutnya, sektor kesehatan tidak hanya mencakup pelayanan medis, tetapi juga menyentuh aspek lingkungan, mental, serta kepedulian sosial di berbagai lini kehidupan masyarakat.
“Penting bagi kita untuk lebih serius memperhatikan hal-hal sederhana namun berdampak besar, seperti kebersihan toilet di ruang publik maupun sekolah. Anak-anak usia sekolah dasar, misalnya, bisa terganggu kesehatannya jika terpaksa menahan buang air karena fasilitas yang tidak memadai,” ujarnya, Minggu (29/6/2025).
Indah juga menyoroti masih minimnya ruang menyusui untuk ibu di tempat publik serta fasilitas bagi lansia dan penyandang disabilitas. Ia berharap ke depan akan ada penempatan tenaga medis di lokasi-lokasi yang dinilai rawan, seperti sekolah dan pasar, sebagai bentuk langkah preventif dalam pelayanan kesehatan.
Menanggapi dinamika yang terjadi antara PT Mifa Bersaudara dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Indah menyampaikan harapannya agar situasi tersebut bisa disikapi dengan tenang dan bijak. Ia menilai konflik yang terjadi sebaiknya segera dituntaskan melalui dialog terbuka dan solusi bersama yang adil bagi semua pihak.
“Kita semua tentu berharap suasana di Aceh Barat tetap kondusif, karena dinamika yang berlarut-larut juga bisa memengaruhi rasa aman masyarakat, baik dari sisi sosial maupun kesehatan mental,” katanya.
Lebih lanjut, Indah turut memberikan apresiasi terhadap program CSR PT Mifa Bersaudara di bidang Kesehatan seperti Program GENTING MIFA (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) di 11 kecamatan wilayah operasional Perusahaan, Klinik Kesehatan Keliling dan Dokter Masuk Gampong, Pembangunan Klinik Media Djaya Medika dan Beasiswa pendidikan dokter untuk putra-putri Aceh Barat.
Indah mendukung semangat Pemerintah Aceh Barat dalam membela hak-hak masyarakat, sembari berharap agar fokus pembangunan daerah tetap berjalan sesuai prioritas, termasuk dalam sektor kesehatan, juga membuka ruang kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk menutup celah layanan yang belum terjangkau.
“Kita bisa membangun sinergi. Misalnya, layanan yang belum tercover oleh BPJS bisa dibantu melalui peran CSR perusahaan, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tambahnya.
“Program-program ini memberi dampak langsung kepada masyarakat dan patut dijadikan inspirasi bagi perusahaan lain. Budaya investasi sehat perlu kita dorong agar kehadiran perusahaan benar-benar memberi warisan sosial yang berkelanjutan,” tutupnya dengan penuh harap. []










