Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Lahan Bawang Merah di Pidie Diserang Hama Ulat

redaksi by redaksi
24/07/2025
in Lintas Timur
0
Lahan Bawang Merah di Pidie Diserang Hama Ulat

Petani sedang mengontrol bawang merah yang terserang hama ulat penggerek batang di Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh. Media Indonesia/ Amiruddin Abdullah Reubee

SIGLI – Serangan hama ulat penggerek batang menyerang lahan bawang merah di kawasan Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Hal itu telah meresahkan para petani sehingga dikhawatirkan akan merusak hasil produksi dan berakibat gagal panen.

Pengamatan di kawasan Desa Pulo Blang, Kecamatan Simpang Tiga misalnya, sekitar 3 hektare tanaman bawang merah rusak di serang ulat berwarna hijau tersebut. Hama ulat kecil se ukuran ujung lidi itu paling parah menyerang saat malam hari.

“Kalau siang sulit menemukan ulat penggerek batang bawah itu. Saat terik matahari atau cuaca panas turun ke bawah atau berdiam di balik rumput bersembunyi. Malam baru menyerang,” kata salah seorang petani bawang merah, Fadlon, di Desa Pulo Blang, Kamis, 24 Juli 2025.

Fadlon menjelaskan populasi ulat berwarna hijau itu sangat cepat. Empat hari saja tidak terkontrol sekitar 2.000 meter lahan bawang habis digasak.

Lebih parah lagi bila tidak segera diatasi atau disemprot pestisida, akan meluas menyerang ke berbagai penjuru sekitar. Lalu dedaunannya gosong mengering seperti jerami.

“Bahkan kalau habis menyerang bagian daun bawang, seterusnya akan menggerogoti isi buah atau umbiyan bawang” ungkap Muhammad Amin, petani lainnya.

Dikatakan Amin, sekitar 250 meter lahan bawang merah miliknya harus dipanen lebih awal setelah diserang hama ulat berbahaya itu. Itu sebabnya hasil produksi menurun dari biasanya 1 banding 20 kg, kali ini hanya menghasilkan 1 banding sepuluh kg.

“Biasanya 100 kg benih bisa menghasilkan 2 ton bawang merah. Itupun kwalitas umbiyan nya rendah” ungkap Amin.

Kasubbag Program dan Keuangan Kantor Camat Simpang Tiga, Mustamar Arifina, mengatakan sekitar 50 hektare bawang merah ditanami di wilayah kecamatan pesisir Selatan Malaka itu. Itu merupakan wilayah produksi bawang merah untuk menutupi pasar lokal Aceh dan Medan Sumatera Utara.

“Di sini sudah tiap tahun dilakukan. Petani disini melakukan itu selain bersahabat dengan musim kemarau yang rawan terhadap tanaman padi, juga untuk memanfaatkan kekosongan musim padi dengan menggantikan bawang merah. Menariknya hasil produksi panen dan harga bawang merah juga sangat menjanjikan,” ungkap Mustamar.

Sumber: metrotvnews.com

Previous Post

TPPS Aceh Timur Paparkan Capaian 8 Aksi Konvergensi di Banda Aceh

Next Post

Ketua LPPOM MPU Aceh: Hewan yang disembelih Tidak Sesuai Syariat, Haram Dimakan

Next Post
Ketua LPPOM MPU Aceh: Hewan yang disembelih Tidak Sesuai Syariat, Haram Dimakan

Ketua LPPOM MPU Aceh: Hewan yang disembelih Tidak Sesuai Syariat, Haram Dimakan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemkab Pidie Serius Benahi Tata Kelola Pajak

Pemkab Pidie Serius Benahi Tata Kelola Pajak

09/06/2026
Kepemimpinan Prof. Ishak Hasan dalam Membangun UTU Dibukukan

Kepemimpinan Prof. Ishak Hasan dalam Membangun UTU Dibukukan

09/06/2026
HMP PMI STAIN Meulaboh Hijaukan Lingkungan Kampus

HMP PMI STAIN Meulaboh Hijaukan Lingkungan Kampus

09/06/2026
Cecar Kementerian ESDM Soal Gas Blok Andaman di Rapat Komite, Azhari Cage: Aceh Jangan Lagi Jadi Penonton

Cecar Kementerian ESDM Soal Gas Blok Andaman di Rapat Komite, Azhari Cage: Aceh Jangan Lagi Jadi Penonton

09/06/2026
Tingkatkan Mutu Literasi, Pesantren Al Zahrah Teken MoU dengan DPKA

Tingkatkan Mutu Literasi, Pesantren Al Zahrah Teken MoU dengan DPKA

09/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com