SIGLI – Lemahnya kordinasi atau otoriternya KONI Pidie selaku penyelenggara Open Turnamen Piala Bupati Pidie membuat PSSI Pidie merasa tidak dihargai. Padahal KONI itu mengawasi atau memastikan bukan mengelola kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh setiap Cabor untuk pembinaan.
Hal itu dikatakan oleh Muzakkir S.Sos, Plt Ketua PSSI Pidie kepada Atjehwatch.com, Jum’at 19 September 2025.
Seharusnya, PSSI yang memiliki tugas dan tanggungjawab telah diatur dalam Undang-undang terkait segala aktivitas sepakbola wajib melibatkan perangkat pertandingan dan organ PSSI di semua tingkatan atau kelompok umur.
“Pada dasarnya, Askab PSSI Pidie sangat mendukung pelaksanaan turnamen Piala Bupati Pidie,” kata dia.
Pihaknya juga tidak mempersoalkan siapa yang melaksanakan kegiatan tersebut.
“Tapi harus berkoordinasi sebelum turnamen itu dilakukan demi terbitnya talenta muda untuk menghadapi even resmi kedepan,” kata Muzakkir ketua PSSI Pidie.
Menurut Muzakkir, seharusnya ajang Piala Bupati Pidie ini sangat baik dilaksanakan untuk pembinaan usia 17 tahun, guna menghadapi Pekan Olahraga Aceh ( PORA) 2026 mendatang.
“Kita tau bersama, Cabor sepakbola Juara Bertahan di PORA, setidaknya dengan digelar turnamen piala Bupati menjadi tempat kita mencari talenta yang berbakat di kelompok umur, dengan dilibatkan PSSI, itukan bisa kita buat aturan setiap tim yang ikut even setiap tim saat laga harus wajib dimaikan pemain junior dibawah 18 tahun. ini KONI jalan sendiri belum berkoordinasi serius dengan pihak PSSI,” ungkap Muzakkir Ketua PSSI Pidie dengan nada kecewa.[Mul]










