WANITA itu terbaring lemas di atas kasus yang sudah lusung. Ia mengenakan jilbab dan kain sarung yang menutup seluruh tubuhnya. Wajahnya terlihat teduh serta menyambut orang yang hadir ke rumahnya denga tersenyum.
“Neutamong pak,” ujarnya pelan.
Ia adalah Syukriah. Orang-orang di Desa Lamnga, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, menyebutnya dengan panggilan Kak Syukri.
Syukriah merupakan mantan qariah tingkat kabupaten Aceh Besar. Suaranya sangat merdu kala melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Namanya tenar di era 90-an. Sejumlah orang mencarinya untuk mendidik anak-anak mereka agar bisa menjadi qariah seperti dirinya.
Ia diidolakan oleh orang-orang di kampungnya. Ini karena prestasi yang diraihnya membuat orang-orang di tanah kelahirannya bangga.
Naas, pada 2007 lalu, suaminya meninggal dunia. Sang suami meninggalnya dengan 5 orang anak yang masih kecil-kecil.
“Dua anak saya yang masih kecil kembar. Sepasang. Saat meninggal ayahnya berumur 20 bulan. Kini sudah sekolah kelas 2 SMP PKPU,” ujar Syukriah di depan Syech Fadhil Rahmi Lc, senator DPD RI asal Aceh, yang bertandang ke rumahnya, Kamis 2 April 2020.
Dirinya tak menyangka dikunjungi oleh salah seorang senator Aceh di Jakarta.
Kepada Syech Fadhil, Syukriah menceritakan perjalanan hidupnya kini penuh dengan cobaan.
Kata Syukriah, usai meninggal suami, nasib keluarganya kian terpuruk. Ekonominya pas-pasan. Sudah jatuh tertimpa tangga, tujuh bulan terakhir, Syukriah jatuh sakit. Ia divonis menderita kanker dan harus menjalani pengobatan rutin.
“Biasannya saya mengajar di Diniyah Lamnga. Namun 7 bulan terakhir hanya bisa pasrah serta tak lagi bisa bekerja,” ujar Syukriah.
Wabah Corona yang melanda Aceh selama beberapa bulan terakhir, turut membuat Syukriah dan keluarga ketakutan.
“Saya sakit dan anak-anak masih kecil. Kini hanya bisa berharap dari bantuan warga,” ujarnya lagi.
Syech Fadhil sendiri mengaku tersentuh dengan ujian hidup yang dialami oleh Syukriah dan keluarga. Dirinya berharap keluarga Syukriah bisa tetap tabah dalam menjalani cobaan dari Allah Swt.
“Semoga Allah Swt memberi kesembuhan dan ibu bisa beraktivitas seperti semula,” ujar wakil ketua Forbes Aceh ini lagi.
Syech Fadhil mengaku akan berusaha maksimal membantu pendidikan bagi dua anak Syukriah yang masih kelas 2 SMP PKPU. Apalagi, Rayya, lelaki kembar, merupakan penghafal Alquran.
“Nanti mohon dikasih tahu mau melanjutkan pendidikan ke mana. Kami bantu. Apa yang perlu dibantu juga dikasih tahu,” kata Syech Fadhil.
Syech Fadhil sendiri, dari sejak dulu, memang focus dalam pengembangan SDM Aceh. Ada bebasan anak dari keluarga kurang mampu yang dibinanya melalui pesantren pesantren.
“Karena salah satu cara mengubah nasib keluarga-keluarga di Aceh adalah dengan mempersiapkan SDM yang unggul. Kelak merekalah yang akan mengubah nasib keluarga mereka. Saya sendiri datang dari keluarga kurang mampu,” kata Syech Fadhil.
Dia meminta Rayya untuk tetap sekolah dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Jangan putus semangat dan optimis,” ujarnya.
Sekitar 30 menit di rumah tadi, Syech Fadhil izin pamit. Ia turut menyerahkan bantuan sembako yang merupakan bagian dari kegiatan tiada hari tanpa sedekah yang dicanangkan oleh dirinya dan beberapa anggota tim lainnya. Syech Fadhil juga menyerahkan sumbangan uang adakalar untuk Syukriah.
“Semoga beubagah puleh Buk Syukriah. Kamoe izin pamit,” ujarnya. []











