Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Sesko TNI Temui Wali Nanggroe: Aceh Didorong Jadi Frontier Barat Pertahanan Nasional

redaksi by redaksi
02/11/2025
in Lintas Timur
0
Sesko TNI Temui Wali Nanggroe: Aceh Didorong Jadi Frontier Barat Pertahanan Nasional

Banda Aceh — Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), Marsekal Madya TNI Arif Widianto, S.A.B., M.Tr.(Han)., CHRMP., dan rombongan melakukan kunjungan kehormatan kepada Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, di Meuligoe Wali Nanggroe, Kamis 30 Oktober lalu.

Kabag Kerja Sama dan Humas Lembaga Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menyebutkan bahwa dalam pertemuan tersebut Wali Nanggroe menegaskan perdamaian Aceh merupakan bagian dari kekuatan strategis nasional.

“Perdamaian Aceh bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kekuatan strategis. Kita memilih jalan peradaban, diplomasi di atas konfrontasi. Menjaga Aceh berarti menjaga Indonesia, dan Indonesia harus memuliakan Aceh,” kata Wali Nanggroe yang didampingi Staf Khusus Dr. Muhammad Raviq, Anggota Majelis Tuha Peut Prof. Dr. H. Syahrizal Abbas, M.A., serta Khatibul Wali Abdullah Hasbullah.

Wali Nanggroe juga memaparkan Konsep Nota Strategis Aceh 2025–2035, yang menempatkan Aceh sebagai “Frontier Barat Republik Indonesia.”

Visi tersebut didukung oleh tiga agenda utama, yaitu pembangunan sistem pertahanan maritim dan pesisir (Marine & Coastal Defense System), penguatan ekonomi maritim dan hilirisasi energi, serta pembangunan inklusif dan pemenuhan hak-hak masyarakat pascakoflik.

Sebagai tokoh penandatangan MoU Helsinki 2005 antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Wali Nanggroe menekankan bahwa perdamaian adalah strategi ketahanan bangsa jangka panjang, bukan sekadar kesepakatan politik.

Sementara itu, Marsekal Madya TNI Arif Widianto menyampaikan apresiasi atas sambutan Wali Nanggroe. Ia menilai wilayah Aceh memiliki peran vital dalam sistem pertahanan dan kemanusiaan nasional.

“Suatu kehormatan besar dapat berkunjung dan berdialog langsung dengan Wali Nanggroe. Aceh adalah daerah yang pernah menjadi medan konflik, kini menjadi ruang pembelajaran. Dari Aceh, para calon pemimpin TNI belajar tentang ketahanan, kesetiaan, dan keseimbangan antara kekuatan dan kemanusiaan,” ungkapnya.

Kunjungan tersebut juga bertepatan dengan kegiatan Latihan Penyusunan Rencana Tindakan Kontinjensi (Latniskontinjensi) bagi Perwira Siswa Dikreg ke-54 Sesko TNI di Banda Aceh.

Latihan itu bertujuan meningkatkan kesiapan perwira menghadapi krisis dan bencana secara cepat, tepat, dan terpadu, sekaligus menjadikan Aceh sebagai laboratorium strategis nasional dan pusat kesiapsiagaan kemanusiaan.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat memperkuat sinergi antara Sesko TNI dan Lembaga Wali Nanggroe melalui riset bersama di bidang keamanan maritim, latihan militer–sipil terpadu, serta pengembangan Pusat Pertahanan–Ekonomi Regional (Regional Defense–Economic Hub) di Aceh.

Inisiatif tersebut diharapkan menjadi model baru pertahanan Indonesia yang berorientasi pada perdamaian dan kesejahteraan rakyat, dengan menautkan pembangunan manusia pada sistem keamanan nasional.

Menutup pertemuan, Wali Nanggroe menegaskan kembali komitmen Aceh terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Aceh tetap menjadi perisai barat Indonesia dan rumah besar perdamaian. Loyalitas Aceh kepada Republik akan abadi, selama ia ditegakkan dengan keadilan dan kehormatan,” tutupnya.[]

Previous Post

Dubes Rusia dan Wali Nanggroe Bahas Langkah Implementasi Kerja Sama Multi Sektor

Next Post

PLN Komit Jaga Pasokan Listrik Selama MTQ Aceh ke 37 di Pidie Jaya

Next Post
PLN Komit Jaga Pasokan Listrik Selama MTQ Aceh ke 37 di Pidie Jaya

PLN Komit Jaga Pasokan Listrik Selama MTQ Aceh ke 37 di Pidie Jaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lulus Seleksi di Bireuen, Atlet Sepak Bola Al Zahrah Lanjut Seleksi Regional Pra POPDA Aceh

Lulus Seleksi di Bireuen, Atlet Sepak Bola Al Zahrah Lanjut Seleksi Regional Pra POPDA Aceh

30/05/2026
Seorang Haji Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arab Saudi

Tiga Jamaah Haji Aceh Meninggal Dunia di Tanah Suci

30/05/2026
PLN Aceh Terapkan Pemadaman Bergilir

PLN Dinilai Wajib Beri Kompensasi Akibat Blackout Sumatera

30/05/2026
Kejagung Didesak Usut Indikasi Pungli Revitalisasi Sekolah di Aceh Selatan

Kejagung Didesak Usut Indikasi Pungli Revitalisasi Sekolah di Aceh Selatan

30/05/2026
STAI Tgk. Chik Pante Kulu Gelar Asesmen Lapangan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Secara Daring

STAI Tgk. Chik Pante Kulu Gelar Asesmen Lapangan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Secara Daring

30/05/2026

Terpopuler

Nyan, Ratusan Pegawai Kemenag Pidie Jaya Kompak Berqurban, 204 Hewan Disembelih

Nyan, Ratusan Pegawai Kemenag Pidie Jaya Kompak Berqurban, 204 Hewan Disembelih

28/05/2026

PLN Aceh Terapkan Pemadaman Bergilir

Sesko TNI Temui Wali Nanggroe: Aceh Didorong Jadi Frontier Barat Pertahanan Nasional

FDK UIN Ar-Raniry Qurban Bersama Masyarakat Dampingan

MUI Sebut Presiden Kurban Pakai APBN Sah: Secara Syar’i Tak Ada Soal

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com