Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Khazanah

Kisah Umar bin Khattab Saat Menghadapi Wabah

Atjeh Watch by Atjeh Watch
06/04/2020
in Khazanah
0
Kisah Umar bin Khattab Saat Menghadapi Wabah

Suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab hendak berkunjung ke wilayah Syam –kini Suriah- yang baru saja jatuh ke tangan umat Islam. Namun ketika sang khalifah dan rombongan tiba di daerah Syargh, ada kabar kalau masyarakat Syam tengah menderita penyakit kolera. Mendengar informasi tersebut, Khalifah Umar bin Khattab tidak langsung melanjutkan perjanalannya ke Syam. Begitu juga tidak langsung membatalkannya.

Hal pertama yang dilakukan Khalifah Umar bin Khattab adalah menggelar musyawarah. Iya, mulanya Khalifah Umar bin Khattab meminta kaum Muhajirin angkatan pertama untuk menghadapnya guna menyelesaikan persoalan wabah kolera tersebut. Apakah tetap melanjutkan perjalanan ke Syam meski ada wabah kolera atau membatalkannya dan kembali ke Madinah?

Sebagian kaum Muhajirin berpendapat kalau Khalifah Umar bin Khattab dan rombongan hendaknya meneruskan perjalanan. Alasannya, Khalifah Umar bin Khattab ketika memutuskan untuk Syam tentunya dengan tujuan tertentu. Oleh karenanya, tidak patut kalau seandainya mengalihkan arah perjalanannya.

Sementara sebagian kaum Muhajirin yang lain mengatakan, sebaiknya Khalifah Umar bin Khattab dan rombongan yang terdiri dari para sahabat Rasulullah membatalkan perjalanannya. Mereka melarang Khalifah Umar dan para rombongan untuk memasuki wilayah yang tengah terkena wabah penyakit.

Khalifah Umar bin Khattab juga meminta pendapat dari kaum Anshar. Sama seperti kaum Muhajirin sebelumnya, sebagian kaum Anshar juga berpendapat bahwa sang khalifah harus tetap melanjutkan perjalanan. Sebagian lainnya mengusulkan agar sang khalifah membatalkannya.

Tidak cukup sampai di situ, Khalifah Umar kemudian menggelar musyawarah untuk ketiga kalinya guna membahas perjalanannya ke wilayah yang terkena wabah penyakit tersebut. Apakah dilanjutkan atau dibatalkan. Pada musyawarah yang ketiga ini, Khalifah Umar mengundang para sesepuh Quraisy yang berhijrah pada saat Fathu Makkah untuk dimintai pendapat.

“Menurut kami, engkau beserta orang-orang yang bersamamu sebaiknya kembali ke Madinah dan janganlah engkau bawa mereka ke tempat yang terjangkit penyakit itu,” kata sejumlah sesepuh Quraisy, sebagaimana dikutip dari buku Pesona Akhlak Nabi (Ahmad Rofi’ Usmani, 2015).

Segera setelah mendapat masukan dari para sesepuh Quraisy, Khalifah Umar mengumumkan untuk membatalkan agenda kunjungannya ke Syam. Ia dan rombongannya akan kembali ke Madinah.

Keputusan Khalifah Umar tersebut tidak serta merta diterima begitu saja. Ada seorang yang mempertanyakan keputusannya itu. Dia lah Abu Ubaidah bin Jarrah, seorang panglima kaum Muslim saat itu.

“Apakah engkau melarikan diri dari ketentuan Allah?” tanya Abu Ubaidah bin Jarrah kepada Khalifah Umar.

Khalifah Umar menjawab, memang dirinya dan rombongannya melarikan diri dari ketentuan Allah namun untuk menuju ketentuan-Nya yang lain. Khalifah Umar lantas memberikan ibarat tentang ketentuan Allah kepada Abu Ubaidah bin Jarrah;  seandainya engkau memiliki sejumlah unta. Kemudian ada dua tempat untuk menggembala unta. Yang satu hijau penuh tumbuh-tumbuhan dan yang satunya kering kerontang.

“Jika engkau menggembalakan unta-untamu di tempat yang hijau, menurutmu bukankah itu karena ketentuan Allah? Demikian halnya jika engkau menggembalakannya di tempat yang kering kerontang,” tanya balik Khalifah Umar.

Mendengar penjelasan Khalifah Umar, Abu Ubaidah bin Jarrah akhirnya memahami dan membetulkan keputusan Umar untuk kembali ke Madinah.

Khalifah Umar semakin mantap untuk kembali ke Madinah setelah menerima informasi dari Abdurrahman bin Auf bahwa suatu ketika Rasulullah melarang seseorang untuk memasuki suatu wilayah yang kena wabah penyakit. Begitu pun masyarakat yang tengah terjangkit wabah di suatu wilayah juga dilarang keluar dari wilayahnya tersebut. Tidak lain itu adalah cara untuk ‘mengisolasi’ wabah penyakit agar tidak merembet ke tempat lain.[]

Sumber: nu.or.id

 

Tags: Umar bin Khattabwabah
Previous Post

Sri Mulyani: Pasien Positif Covid-19 Tembus 95 Ribu di Bulan Mei

Next Post

PA Sukamakmur Aceh Besar Semprot Desinfektan di Peukan Sibreh

Next Post
PA Sukamakmur Aceh Besar Semprot Desinfektan di Peukan Sibreh

PA Sukamakmur Aceh Besar Semprot Desinfektan di Peukan Sibreh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pesantren Al Zahrah Akan Gelar Khataman Santri Akhir, Sejumlah Petinggi Daerah Dipastikan Hadir

Pesantren Al Zahrah Akan Gelar Khataman Santri Akhir, Sejumlah Petinggi Daerah Dipastikan Hadir

18/04/2026
Ketua DPRK Menjadi Narasumber Pada Kegiatan Pertemuan Arsitek Dunia

Ketua DPRK Menjadi Narasumber Pada Kegiatan Pertemuan Arsitek Dunia

18/04/2026
Nenek di Kediri Jadi Tersangka Usai Aniaya Cucu hingga Tewas

Nenek di Kediri Jadi Tersangka Usai Aniaya Cucu hingga Tewas

18/04/2026
Iran Bikin Trump Senang Sampai Bilang Terima Kasih soal Selat Hormuz

Iran Bikin Trump Senang Sampai Bilang Terima Kasih soal Selat Hormuz

18/04/2026
Inspirasi Kebaikan: KUA Tangan-Tangan Berbagi “SEJUTA” Wujud Nyata Kepedulian Sosial

Inspirasi Kebaikan: KUA Tangan-Tangan Berbagi “SEJUTA” Wujud Nyata Kepedulian Sosial

17/04/2026

Terpopuler

YARA: Dugaan Penganiayaan Wabup Pijay Alarm Krisis Moral Pejabat

YARA: Dugaan Penganiayaan Wabup Pijay Alarm Krisis Moral Pejabat

16/04/2026

ABG di Aceh Diperiksa Polisi Usai Live Pamer ‘Aset Pribadi’ di Tiktok

Kisah Umar bin Khattab Saat Menghadapi Wabah

Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Soal Gubernur Mualem, Humam Bohongi Publik!

Asa Janda Miskin di Gubuk Plastik, Uluran Tangan Dermawan hingga Perhatian Pemerintah Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com