Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (70)

Admin1 by Admin1
07/04/2020
in Cerbung
0
Wasiet (48)

+++

Pertengahan 2016

Riska dan Ahmadi akhirnya diwisuda. Ahmadi telat satu tahun dari jadwal semestinya. Ahmadi didampingi oleh kedua orangtuanya yang datang dari Aceh Jaya. Ia menggelar hajatan kecil-kecilan di salah satu rumah makan di seputaran Kota Banda Aceh. Ibnu turut diundang untuk hadir ke sana.

Yang anehnya, justru Riska yang tak menggelar hajatan makan-makan seperti sarjana lainnya.

Padahal, Riska termasuk dari keluarga yang berada. Ini terlihat dari caranya berpakaian hingga aktivitas yang ditunjukannya selama ini.

“Aku ingin berhemat. Hitung-hitung untuk nabung ke Australia nantinya,” ujar Riska beralasan saat ditanya oleh Ibnu terkait keputusannya itu. Ibnu sendiri mendukung keputusan tersebut.

Usai prosesi wisuda, gadis cantik peranakan Jawa-Aceh ini langsung menghilang dari kerumunan. Ibnu menduga ada sesuatu yang ‘aneh’ dengan prilaku Riska itu. Terlebih, tak satupun orangtuanya yang hadir ke AAC Dayan Dawood.

Riska hanya meminta Ibnu hadir ke sana mewakili keluarganya. Sama seperti yang dilakukannya setahun lalu. Bedanya, wajah Riska murung sejak pagi hingga acara selesai.

“Mungkinkah keluarga Riska sedang bermasalah? Atau ada sesuatu yang ditutupinya?” gumam Ibnu dalam hati. Tapi ia enggan bertanya.

Ibnu memberi kepercayaan penuh pada Riska. Ia tidak akan bertanya kecuali gadis itu bercerita sendiri. Bagi Ibnu, ada hal-hal privasi yang mungkin tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ia cuma berharap Riska baik-baik saja.

Usai ditinggalkan Riska, Ibnu mengendarai Supra Fit-nya untuk memenuhi undangan Ahmadi. Di rumah makan yang dituju, Ahmadi terlihat sibuk melayani tamunya yang datang dari berbagai kalangan.

Selama ini, Ibnu berpikir jika kawan satu kos-nya itu hanya berteman dengan dirinya seorang. Tapi perkiraannya itu ternyata salah. Ahmadi ternyata memiliki kolega yang banyak. Ini terbukti jika hajatan yang digelarnya ternyata dihadiri oleh banyak orang. Mulai dari yang muda seperti para mahasiswa aktif hingga bapak-bapak berpakaian dinas.

Satu jam di lokasi acara, Ibnu meminta izin untuk pamit. Tujuannya, agar tamu lain kebagian tempat di lokasi hajatan tadi.

Ibnu kemudian memilih berangkat ke Warkop Pinggir Kali yang menjadi tempatnya berjualan burger selama ini. Namun di lampu merah Simpang Lima, ia tidak sengaja melihat mobil yang biasa ditumpangi oleh Riska. Mobil tersebut pernah dipakai gadis itu untuk menjemputnya pada acara wisuda setahun lalu.

Kaca mobil terbuka. Aktifitas di dalam dengan mudah terlihat dari luar. Ibnu mencoba mendekat. Di dalam mobil, terlihat ditumpangi tiga orang. Dua laki-laki dan Riska sendiri. Riska masih dengan pakaian toga. Gadis itu memeluk pria dengan erat. Wajahnya justru terlihat ceria.

Karakter Riska berbeda jauh dengan yang ditunjukannya saat wisuda tadi pagi.

Dup..jantung Ibnu tiba-tiba berdetak kencang. Ada api cemburu yang seolah membakar dirinya.

Dari arah belakang, pria itu juga memeluk Riska dengan erat. Mereka seolah pasangan yang amat serasi. Pria itu berbaju loreng.

Bagi Ibnu, dunia seakan berhenti saat itu. Ia seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Ia menatap dengan kaku. Jaraknya dengan mobil tadi hanya dua meter. Hatinya benar-benar hancur. Namun ia tidak memiliki hak untuk marah. Toh, Riska juga tak memiliki hubungan apapun dengannya.

Selama ini, Ibnu memberi kebebasan kepada Riska untuk mencari lelaki terbaik. Dan sekarang, mungkin, lelaki terbaik tadi adalah pria berpakaian loreng yang bersama Riska tadi. Tapi kenyataan tersebut tetap membuatnya patah hati.

[Bersambung]

Tags: wasiet
Previous Post

BDK Aceh Persiapkan Diklat Jarak Jauh

Next Post

PDI Perjuangan Aceh: Jam Malam Dicabut bukan Bermakna Wabah Sirna

Next Post
Kombatan GAM Gabung PDIP, Muslahuddin: Mereka Tertarik Gaya Saya

PDI Perjuangan Aceh: Jam Malam Dicabut bukan Bermakna Wabah Sirna

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Aceh Tengah Kembali Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Menteri Dody: Sudah tidak Ada Lagi Daerah Terisolir di Aceh

21/09/2026
Bupati Aceh Timur Minta Edukasi Batas Wilayah Laut Diperkuat

Bupati Aceh Timur Minta Edukasi Batas Wilayah Laut Diperkuat

21/09/2026
Illiza Tutup Banda Aceh Colossal Coffee Experience di Blang Padang

Illiza Tutup Banda Aceh Colossal Coffee Experience di Blang Padang

21/09/2026
Pemko Banda Aceh Gelar Pekan Dakwah Kolaborasi

Pemko Banda Aceh Gelar Pekan Dakwah Kolaborasi

21/09/2026
PETI Ditertibkan, DLH Bongkar Jejak Tambang di Air dan Tanah Geumpang

PETI Ditertibkan, DLH Bongkar Jejak Tambang di Air dan Tanah Geumpang

21/09/2026

Terpopuler

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026

Wasiet (70)

PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

Penambang Kabur, 93 Gelondongan PETI Disikat Aparat di Geumpang

Atlet Anggar Abdya Tembus Kejuaraan Internasional di Thailand, KONI Beri Apresiasi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com