Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Penanganan Bencana ‘Jalur Langit’ di Aceh

redaksi by redaksi
05/12/2025
in Saleuem
0
Listrik di Aceh-Sumut Masih Terputus, Tower Sementara Segera Didirikan

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat-Tim Teknis Tangani Bencana di Aceh-Sumut (Dok. Kementerian PU)

Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh menyita benar-benar menyita perhatian masyarakat internasional. Sebanyak 19 kabupaten terkena imbas banjir dan longsor. Sedangkan 4 lainnya menjadi kabupaten kota ‘terdampak’ pasca bencana.

Hampir seluruh kabupaten kota di pesisir timur Aceh mengalami banjir bandang. Jembatan Kuta Blang di Bireuen terputus. Langsa dan Tamiang masih sulit diakses karena genangan air masih tinggi.

Demikian juga dengan kabupaten di wilayah tengah yang juga terimbas banjir dan longsor plus jalan dan jembatan penghubung yang terputus mengakibatkan 4 daerah di wilayah tengah Aceh terisolir.

Hal yang sama juga berlaku untuk daerah di barat selatan Aceh.

Di Banda Aceh, harga sembako membumbung tinggi. Gas LPG langka. Bahkan untuk gas 3 kilogram kini bernilai ratusan ribu. Warga Banda Aceh yang tak terimbas bandang kini menjerit.

Hampir 1,6 juta masyarakat Aceh menjadi korban bencana pasca Hidrometeorologi. Ratusan ribu warga mengungsi. Jumlah warga yang meninggal terus meningkat setiap harinya. Ini belum termasuk ratusan ribu rumah masyarakat yang tergenang lumpur serta hanyut dibawa air.

Kondisinya benar-benar mencekam. Tapi kata kepala BNPB hanya di mencekam di Medsos saja.

Kondisi di Aceh kini benar-benar menyedihkan. Namun dibalik hal sedih tersebut, ada juga ‘drama’ yang disajikan oleh para pimpinan Aceh selama darurat bencana. Mereka terlihat sibuk meski tak berguna.

Salah satunya, per tanggal 27 November 2025, para bupati walikota di Aceh ramai-ramai membuat surat pernyataan ketidaksanggupan menghadapi bencana yang menimpa daerah masing-masing. Seolah-olah mereka sudah ‘berdarah-darah’ berjibaku dengan lumpur dan warga yang kelaparan.

Para bupati walikota ini menangis sambil menceritakan kondisi daerah masing-masing yang terkena imbas bencana. Salah satunya Bupati Aceh Selatan.

Usut punya usut. Surat ‘Ketidaksanggupan Bupati’ tersebut ternyata permintaan ‘provinsi’ guna menekan presiden agar bencana di Sumatera diangkat status Bencana Nasional. Namun Prabowo ternyata justru tak mau menetapkan bencana di Sumatera sebagai bencana nasional.

Mualem pun akhirnya balik badan. Ia justru berkata bupati walikota di Aceh cengeng dan meminta bupati walikota yang buat surat ‘tidak sanggup’ tadi mundur jika tak mampu.

Belakangan, Bupati Aceh Selatan justru ketahuan sedang umrah bareng istri di Arab Saudi usai buat surat ‘tak sanggup’ tangani bencana. Pemkab Aceh Selatan pun berbalik arah, dari tak sanggup tangani bencana menjadi keadaan sudah terkendali.

Se-simple itu drama yang dipertontonkan.

Mualem sendiri meninggalkan komando penanganan bencana di tangan Sekda. Sedangkan juru bicara posko di tangan Plt Kadis Pendidikan. Jangan tanya bagaimana kerja BPBA dan Dinsos Aceh.  Demikian juga dengan Humas serta Kominsa.

Anehnya, kita lebih memilih menyalahkan pemerintah pusat atas kegagapan kita dalam menghadapi bencana.

Ia (Mualem-red) lebih memilih sebagai ‘pengantar’ bantuan ketimbang memegang komando utama penanganan pasca bencana di Aceh.

Sementara korban bencana di daerah terisolir ‘nyaris’ kelaparan karena distribusi yang tak merata. Tapi gedung Bulog masih penuh dengan beras. Beberapa Lembaga vertical serta SKPA nyaris tak bergerak dan melakukan aktivitas perkantoran seperti biasa.

Mungkin para pemimpin di Aceh saat ini sudah menitip pesan pada Bupati Aceh Selatan yang saat ini berada di tanah suci.

“Mir, karena kamu di tanah suci, tolong kami bantu doa. Minta pada tuhan agar segera mengirim para malaikat untuk membersihkan rumah-rumah warga kita. Membangun fasilitas public kita yang hancur serta memberi masyarakat kita makan. Kalau bisa seperti pasca tsunami dulu. Ada malaikat yang menggaji rakyat kita untuk membersihkan rumahnya sendiri.”

“Bantu doakan ya, Mir.”

 

 

 

 

Previous Post

ESDM Sebut Kapal Pembawa LPG Sudah Merapat di Banda Aceh

Next Post

Pemerintah Diminta Sidak Pangkalan Gas Nakal di Pidie

Next Post
Pertamina Jamin Ketersediaan dan Harga Epiji 3 Kg di Aceh Stabil

Pemerintah Diminta Sidak Pangkalan Gas Nakal di Pidie

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jaga Reputasi Global, PEMA Siap Ekspor Tahap Kedua Kopi Gayo ke AS

Jaga Reputasi Global, PEMA Siap Ekspor Tahap Kedua Kopi Gayo ke AS

29/04/2026
Puisi “Satire” Din Saja, “Empat Tambah Empat” Menggema di Hari Puisi Nasional 2026

Puisi “Satire” Din Saja, “Empat Tambah Empat” Menggema di Hari Puisi Nasional 2026

29/04/2026
Chairil Anwar Dikenang dari Aceh, Fikar W Eda: Ia Membebaskan Puisi Indonesia

Chairil Anwar Dikenang dari Aceh, Fikar W Eda: Ia Membebaskan Puisi Indonesia

29/04/2026
Ribuan Warga di Banda Aceh Ubah Data Pekerjaan dari Wiraswasta ke Buruh Harian Lepas, Ada Apa?

Ribuan Warga di Banda Aceh Ubah Data Pekerjaan dari Wiraswasta ke Buruh Harian Lepas, Ada Apa?

29/04/2026
Waspada, Ada Penipuan dan Pemerasan Mengatasnamakan Pimpinan & Pegawai Kejari Abdya

Waspada, Ada Penipuan dan Pemerasan Mengatasnamakan Pimpinan & Pegawai Kejari Abdya

29/04/2026

Terpopuler

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

25/04/2026

Waspada, Ada Penipuan dan Pemerasan Mengatasnamakan Pimpinan & Pegawai Kejari Abdya

Ribuan Warga di Banda Aceh Ubah Data Pekerjaan dari Wiraswasta ke Buruh Harian Lepas, Ada Apa?

Tulis Dua Belas Buku Sastra Aceh, Kepala MIN 32 Bireuen Raih Penghargaan

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com