Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kementerian PU Kebut Pembangunan 13 Jembatan Darurat di Aceh

redaksi by redaksi
13/12/2025
in Nanggroe
0
Kementerian PU Kebut Pembangunan 13 Jembatan Darurat di Aceh

Jembatan Arah Sembilan yang terputus di Lubuk Sidup, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, 10 Desember 2025. Tempo/Ilham Balindra

JAKARTA -Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) mempercepat pembangunan jembatan darurat di jalur Lintas Tengah Aceh untuk memulihkan konektivitas pascabencana banjir bandang dan tanah longsor. Sebanyak 13 jembatan di sepanjang koridor tersebut dilaporkan rusak sehingga menghambat pergerakan masyarakat dan distribusi logistik, terutama menuju wilayah pegunungan Takengon.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama penanganan di Aceh. Ia mengatakan, infrastruktur dasar tersebut sangat menentukan kelancaran mobilitas warga serta penyaluran bantuan.

“Kementerian PU terus berupaya agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan adalah urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” kata Dody Hanggodo dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 13 Desember 2025.

Hingga saat ini, kata Dody Hanggodo, sejumlah ruas jalan nasional di Aceh masih terdampak, khususnya pada jalur Meureudu–Bireuen, Bireuen–Bener Meriah, hingga koridor Gayo Lues–Aceh Tenggara. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kementerian PU mengerahkan alat berat, melakukan penimbunan oprit jembatan, membersihkan material longsoran, serta memasang jembatan Bailey secara bertahap.

Penanganan terbesar difokuskan pada Jembatan Teupin Mane yang menjadi akses utama menuju Lintas Tengah Aceh. Hingga Kamis pekan ini, proses pemasangan jembatan Bailey telah berlangsung sejak 10 Desember dan ditargetkan dapat difungsikan pada 15 Desember 2025. Setelah jembatan ini tersambung, pembangunan jembatan darurat pada titik-titik lain akan dilanjutkan hingga akses menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah kembali terbuka sepenuhnya.

Dody Hanggodo menjelaskan, di wilayah pegunungan seperti Blangkejeren–Aceh Tenggara serta Geumpang–Pameue–Takengon, pekerjaan berskala besar masih berlangsung. Pengangkutan material jembatan Bailey, perbaikan oprit, dan pembersihan longsoran terus dilakukan dengan target penyelesaian akhir Desember 2025.

Selain Lintas Tengah, pemulihan konektivitas di Lintas Barat dan Lintas Timur Aceh juga menunjukkan kemajuan. Ia mengatakan sejumlah ruas yang sebelumnya terputus kini telah dapat dilalui, antara lain Banda Aceh–Meureudu, Lhokseumawe–Langsa, Langsa–Kuala Simpang, hingga Kota Kutacane–perbatasan Sumatera Utara.

Pada ruas Simpang Uning–Uwaq–Blangkejeren, kendaraan roda dua sudah dapat melintas, sementara pembukaan jalur untuk kendaraan roda empat ditargetkan rampung pada 15 Desember 2025. Dua jembatan putus di Lintas Timur Aceh juga sedang dikebut pengerjaannya dan ditargetkan selesai pada 14 Desember 2025.

Dody Hanggodo menambahkan, seluruh jalur di Lintas Barat Aceh telah kembali fungsional dan kini memasuki tahap pembersihan material banjir serta perbaikan minor. Kementerian PU memastikan seluruh tim Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh terus bekerja dengan dukungan alat berat, unit jembatan Bailey, serta koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mempercepat pemulihan konektivitas di Aceh.

Sumber: Tempo

Previous Post

Polri Siagakan Swam Boat di Kutablang, Bantu Mobilitas Warga Pascabencana

Next Post

Menko Pangan Tinjau Posko Pengungsian di Aceh Tamiang dan Langsa

Next Post
Menko Pangan Tinjau Posko Pengungsian di Aceh Tamiang dan Langsa

Menko Pangan Tinjau Posko Pengungsian di Aceh Tamiang dan Langsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

ASDP Buka Suara soal Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak,15 Korban Terluka

13/06/2026
Pemko Banda Aceh Terima Dividen Perumdam Tirta Daroy

Pemko Banda Aceh Terima Dividen Perumdam Tirta Daroy

13/06/2026
Siswa SMAN 1 Tapaktuan Borong Juara Satu di Ajang O2SN 2026

Siswa SMAN 1 Tapaktuan Borong Juara Satu di Ajang O2SN 2026

13/06/2026
Gubernur Aceh dan Sejumlah Pejabat Publik Terima Penghargaan JMSI Aceh

Gubernur Aceh dan Sejumlah Pejabat Publik Terima Penghargaan JMSI Aceh

13/06/2026
Harga 3 Jenis Emas di Pegadaian Kompak Naik Sabtu Pagi

Harga 3 Jenis Emas di Pegadaian Kompak Naik Sabtu Pagi

13/06/2026

Terpopuler

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

12/06/2026

Kementerian PU Kebut Pembangunan 13 Jembatan Darurat di Aceh

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

Urwatil Wusqa: Mahasiswi Berprestasi UIN Ar-Raniry dengan IPK 3,94 dan Lulus 3,5 Tahun

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com