BANDA ACEH – Data korban yang meninggal akibat banjir bandang dan longsor di Aceh terus mengalami peningkatan.
Dilihat atjehwatch.com di situs BNPB, Jumat 26 Desember 2025 pukul 16.24 WIB, jumlah korban yang meninggal akibat banjir bandang dan longsor di Aceh kini mencapai 503 orang.
Sementara 31 masih dinyatakan hilang serta 436 ribu warga berstatus sebagai pengungsi pasca bencana.
Sedangkan secara umum, jumlah korban yang meninggal akibat bancana di tiga provinsi di Sumatera telah mencapai 1129 orang serta 163 orang dinyatakan hilang.
Selain itu, Pemerintah Aceh untuk kedua kalinya juga memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama dua pekan ke depan.
“Gubernur Aceh menetapkan perpanjangan kedua status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh 2025 selama 14 hari, terhitung 26 Desember sampai 8 Januari 2026,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, di Banda Aceh, Kamis.
Perpanjangan status tanggap darurat ini ditetapkan setelah dilaksanakan rapat forkopimda dan mendengarkan laporan analisis cepat pos komando tanggap darurat bencana Aceh.
Selain itu, perpanjangan ini juga berdasarkan hasil rapat secara virtual dengan seluruh kabupaten/kota terdampak bencana pada 23 Desember 2025, serta hasil kajian penanganan darurat bencana Aceh bersama Menko PMK Pratikno dan Kepala BNPB Suharyanto.









