Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Gubernur Aceh Didesak Ganti Sekda

redaksi by redaksi
27/01/2026
in Nanggroe
0
Gubernur Aceh Didesak Ganti Sekda

BANDA ACEH – Dinamika pembangunan Aceh pascabencana yang kian kompleks dinilai membutuhkan kepemimpinan birokrasi yang kuat, berintegritas, dan berpengalaman. Sejumlah pengamat menilai, inilah momentum paling tepat bagi Gubernur Aceh untuk melakukan evaluasi serius, termasuk mengganti Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh sebagai panglima ASN.

Pengamat politik dan kebijakan publik, Nasrul Zaman, menegaskan bahwa desakan pergantian Sekda Aceh bukanlah wacana tanpa dasar. Setidaknya terdapat tiga alasan fundamental yang menunjukkan lemahnya kapasitas dan integritas Sekda Aceh saat ini.

Pertama, dari sisi kapasitas dan integritas personal, Sekda Aceh dinilai gagal memenuhi standar kepemimpinan strategis. Hal itu, menurut Nasrul, tercermin dari gagalnya yang bersangkutan saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai Komisaris Bank Aceh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Gagal di uji OJK bukan persoalan sepele. Itu indikator serius soal kompetensi dan integritas, apalagi untuk posisi strategis setingkat Sekda,” kata Nasrul, Selasa (27/1/2025).

Kedua, Sekda Aceh disebut tidak mengikuti Diklat PIM secara tertib dan berjenjang, mulai dari PIM IV hingga PIM I, sebagaimana diatur dalam sistem pengembangan kompetensi ASN nasional. Pangkat dan jabatan yang diperoleh dinilai tidak sejalan dengan proses pembinaan karier yang semestinya.

“Pangkatnya seperti ‘Nagabonar’, meloncat-loncat. Ini bukan hanya melanggar etika birokrasi, tapi merusak sistem merit ASN,” ujarnya.

Ketiga, dari sisi rekam jejak jabatan, Sekda Aceh disebut tidak pernah ditempa di instansi kunci seperti Bappeda, Badan Keuangan, maupun Inspektorat. Padahal, posisi Sekda menuntut kemampuan perencanaan, pengelolaan keuangan, serta pengawasan lintas Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

“Akibatnya, kemampuan manajerial dan koordinasi antar SKPA sangat lemah. Ini berdampak langsung pada tata kelola ASN yang amburadul,” tegas Nasrul.

Ia mencontohkan, mutasi dan penempatan ASN yang tidak sesuai kompetensi kerap terjadi. “Ada dokter ditempatkan di urusan kehutanan, ahli transportasi di dinas kesehatan. Ini bukti gagalnya orkestrasi birokrasi,” ujarnya.

Nasrul juga menyoroti peran Sekda sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) yang dinilai tidak berjalan optimal. Ketidakmampuan mengelola dinamika internal bahkan berujung pada mundurnya Kepala Bappeda Aceh, Dr. Husnan, di tengah jalan.

“Padahal Dr. Husnan itu dari S1 sampai S3 konsisten di bidang perencanaan pembangunan. Sejak CPNS sudah di Bappeda, dari Aceh Tenggara, Gayo Lues, hingga Bappeda Aceh. Tapi justru dia yang menjadi korban,” ungkap Nasrul.

Kinerja Sekda Aceh juga disorot dalam penanganan bencana. Nasrul menyebut, saat Gubernur Aceh sudah turun langsung ke lapangan dan tinggal bersama korban, Sekda justru baru aktif merespons pada hari ketiga pascabencana.

“Bahkan masih sempat menghadiri seminar. Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang seharusnya bisa segera dicairkan, baru turun hampir satu minggu setelah bencana,” sesalnya.

Selain itu, koordinasi antar Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dinilai tidak berjalan efektif saat gubernur berada di lapangan. Akibatnya, gubernur harus mengandalkan jejaring pribadi untuk memastikan bantuan cepat sampai ke korban.

“Untungnya gubernur kita luar biasa. Kalau tidak, bisa saja muncul aksi protes korban akibat lambannya respon birokrasi,” kata Nasrul.

Ia menegaskan, jika Aceh ingin serius mengejar visi dan misi pembangunan 2025–2030, maka pembenahan birokrasi harus dimulai dari pucuk pimpinan ASN.

“Sekda adalah mesin utama birokrasi. Jika mesinnya pincang, jangan berharap kendaraan pembangunan Aceh bisa melaju kencang,” pungkas Nasrul.

Previous Post

Al-Farlaky Minta Provinsi Percepat Pembangunan Ruas Jalan Peureulak–Pinding–Blang Kejren

Next Post

Mualem Minta Izin ke Mendagri ‘Berobat’ ke Malaysia, Tapi Ternyata…

Next Post
Beragam Komentar Warganet Soal Video Mualem dan ‘Mabit’ Baru dari Malaysia

Mualem Minta Izin ke Mendagri 'Berobat' ke Malaysia, Tapi Ternyata...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Gempa M 7,8 Guncang Filipina Berpotensi Tsunami

Lagi, Gempa Magnitudo 4.0 Guncang Sinabang

15/06/2026
Empat Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Pidie

Empat Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Pidie

15/06/2026
Karhutla di Aceh Barat Meluas Jadi 34,1 Hektare

Karhutla di Aceh Barat Meluas Jadi 34,1 Hektare

15/06/2026
Ketua MWA USK Dorong Perluasan Program Pengabdian Masyarakat FK USK ke Seluruh Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Ketua MWA USK Dorong Perluasan Program Pengabdian Masyarakat FK USK ke Seluruh Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

15/06/2026
Tiga Desa di Aceh Barat Mulai Terendam Banjir Luapan

BPBD Siagakan Personel Hadapi Banjir Luapan di Aceh Barat

15/06/2026

Terpopuler

Gubernur Aceh Didesak Ganti Sekda

Gubernur Aceh Didesak Ganti Sekda

27/01/2026

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Rp800 Juta untuk HUT Pidie Jaya: Sederhana Bagi Pemkab, Bagaimana Menurut Rakyat?

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com