Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Penanganan Lubang Raksasa di Aceh Tengah Jadi Prioritas Nasional

redaksi by redaksi
07/02/2026
in Lintas Tengah
0
Penanganan Lubang Raksasa di Aceh Tengah Jadi Prioritas Nasional

Lubang raksasa di wilayah Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Foto: Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi lubang raksasa akibat longsoran di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI melalui Sekretaris Kabinet agar penanganan di wilayah tersebut menjadi prioritas nasional.

Dody mengatakan, Kementerian PU telah menyiapkan 34 item pekerjaan teknis untuk menangani kondisi geologi yang belum stabil. Pekerjaan tersebut meliputi grouting, penguatan struktur tanah, serta penanganan aliran sungai di sekitar lokasi longsor.

“Saya minta pekerjaan fisiknya langsung dilakukan. Ini tidak bisa ditunda,” kata Dody, Jumat, 6 Februari 2026.

Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK), ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng. Selain itu, aliran Sungai Peusangan diduga menyusup ke area jalan melalui gua alami di sekitar lokasi.

“Gua itu basah, artinya ada air yang masuk. Itu yang akan kita tutup dan kendalikan,” ujar Dody.

Untuk mencegah longsor meluas, Kementerian PU akan membangun penahan aliran sungai, melakukan grouting di antara gua dan badan jalan, serta memperkuat struktur tanah di beberapa titik kritis. Dody berharap langkah ini dapat menyelamatkan sekitar 80 meter jalur jalan utama yang tersisa agar tidak runtuh.

“Harapannya tidak melebar lagi. Kalau ini sampai longsor, dampaknya bisa ke inflasi karena di sini ada perkebunan cabai,” ucap Dody.

Terkait waktu pengerjaan, Dody menegaskan penanganan harus segera dimulai tanpa menunggu tahun anggaran berikutnya. “Kalau bisa dikerjakan kemarin, ya dikerjakan kemarin. Kita perlu sedikit data tambahan, tapi pekerjaan fisik harus jalan sekarang,” tegasnya.

Selain penanganan longsor, ia juga menyoroti kondisi jalan dan jembatan di wilayah tengah Aceh. Ia menyebut sejumlah jembatan bailey yang saat ini digunakan perlu segera diganti dengan jembatan permanen karena volume lalu lintas yang terus meningkat.

“Kalau trafik makin tinggi, struktur jembatan darurat bisa jadi masalah,” jelas Dody.

Dody menambahkan bahwa seluruh pekerjaan penanganan bencana di Aceh akan melibatkan masyarakat terdampak melalui program padat karya. Menurutnya, kebijakan ini telah diinstruksikan sejak pertengahan Desember lalu.

“Masyarakat yang kehilangan mata pencaharian sementara bisa ikut bekerja dan mendapatkan upah harian. Ini bagian dari pemulihan,” ungkap Dody.

Sumber: metrotvnews.com

Previous Post

Pertamina Suplai Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Aceh Tamiang

Next Post

Sambut Ramadhan dengan Al-Qur’an, Dayah Darul Quran Aceh Gelar Tarhib Ramadhan

Next Post
Sambut Ramadhan dengan Al-Qur’an, Dayah Darul Quran Aceh Gelar Tarhib Ramadhan

Sambut Ramadhan dengan Al-Qur’an, Dayah Darul Quran Aceh Gelar Tarhib Ramadhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Fraksi Abdya Maju Desak Bupati Evaluasi Komisioner dan Sekretariat Baitul Mal, Ini Tanggapan Dr. Safaruddin

Fraksi Abdya Maju Desak Bupati Evaluasi Komisioner dan Sekretariat Baitul Mal, Ini Tanggapan Dr. Safaruddin

29/09/2026
Gangguan Jaringan Internet Sejumlah OPD di Abdya Akibat Kabel Jatuh, Perbaikan Dilanjutkan Besok

Gangguan Jaringan Internet Sejumlah OPD di Abdya Akibat Kabel Jatuh, Perbaikan Dilanjutkan Besok

29/09/2026
150 Pengelola Perpustakaan Aceh Timur Dibekali Bimtek Pendataan hingga NPP

150 Pengelola Perpustakaan Aceh Timur Dibekali Bimtek Pendataan hingga NPP

29/09/2026
DPRK Abdya Sahkan KUA-PPAS APBK 2027 Sebesar Rp 955,4 Miliar

DPRK Abdya Sahkan KUA-PPAS APBK 2027 Sebesar Rp 955,4 Miliar

29/09/2026
Dukung Aksi Masyarakat, IMM Abdya Desak PT CA Hentikan Aktivitas di Lahan TORA Seluas 2.847,18 Hektare

Dukung Aksi Masyarakat, IMM Abdya Desak PT CA Hentikan Aktivitas di Lahan TORA Seluas 2.847,18 Hektare

29/09/2026

Terpopuler

Penanganan Lubang Raksasa di Aceh Tengah Jadi Prioritas Nasional

Penanganan Lubang Raksasa di Aceh Tengah Jadi Prioritas Nasional

07/02/2026

Ratusan Petani Geruduk Lahan Eks HGU PT Cemerlang Abadi, Desak Kejati Aceh Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Rp 10 T

HGU Habis Sejak 2017, 48 Kelompok Tani di Abdya Minta PT Cemerlang Abadi Angkat Kaki dari Lahan TORA 2.847 Ha

Meski Telah Ada Perjanjian Penghentian Panen, PT Cemerlang Abadi Diduga Masih Kelola Hasil di Lahan Sengketa Abdya

Riuh Hasan Basri di Media, Mahlil: Ada Motif Politik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com