BLANGPIDIE – Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli, menyerahkan secara simbolis bantuan Rumah Layak Huni (RLH) kepada warga miskin dan dhuafa. Bantuan tersebut dibangun oleh Baitul Mal Abdya dari dana infak tahun 2025.
Penyerahan simbolis berlangsung di salah satu lokasi bangunan rumah layak huni dengan penerima manfaat Agusni, warga Gampong Ladang Neubok Kecamatan Jeumpa, Minggu (15/02/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Baitul Mal Abdya Tgk. Syamsul Qamar beserta anggota Salman Syarif dan Syamsuar Dana, Dewan Pengawas M. Ikbal Fanika serta Plt Kepala Sekretariat Bustari.
Hadir pula Kepala Dinas Sosial Abdya Iin Supardi, Plt Kabag Prokopim Indra Darmawan, Keuchik Ladang Neubok, dan para mustahik penerima bantuan. Acara berlangsung sederhana dan penuh haru.
Ketua Baitul Mal Abdya Tgk Syamsul Qamar mengatakan, sepanjang 2025 pihaknya telah membangun 25 unit rumah layak huni yang tersebar di sembilan kecamatan.
Pembangunan tersebut, terdiri atas 11 unit rumah baru dan 14 unit rehab yang diperuntukkan bagi warga miskin dan dhuafa.
“Alhamdulillah, tahun lalu Baitul Mal Abdya telah membangun 25 unit rumah layak huni, dengan rincian 11 unit bangun baru dan 14 unit rehab,” ujar Tgk Syamsul.
Ia menjelaskan, anggaran pembangunan bersumber dari dana infak PNS, pengusaha, serta para munfik lainnya, baik dari dalam maupun luar daerah.
Tgk Syamsul meminta para penerima manfaat turut mendoakan para muzaki dan munfik. Ia berharap para dermawan yang telah menyalurkan zakat dan infak melalui Baitul Mal senantiasa diberi kesehatan dan kelapangan rezeki.
“Mohon didoakan agar mereka tetap sehat dan dilapangkan rezekinya,” katanya.
Sementara itu, Wabup Zaman Akli menyebut program rumah layak huni merupakan komitmen Bupati Safaruddin bersama dirinya untuk menekan angka kemiskinan di Abdya.
Menurut dia, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat kurang mampu. Program tersebut menjadi bagian dari visi pembangunan daerah.
“Kalau hari ini sudah diserahkan secara simbolis, maka bapak ibu penerima bantuan sudah bisa menempati rumah layak huni tersebut,” kata Zaman.
Ia mengingatkan para penerima agar bersyukur atas bantuan yang diberikan, mengingat keterbatasan dana infak yang tersedia.
Zaman Akli menegaskan, dari banyaknya permohonan yang masuk ke Baitul Mal, hanya 25 unit yang dapat direalisasikan tahun lalu. Ia menyebut masih banyak warga miskin yang membutuhkan bantuan tersebut. Karena itu, penerima diminta memanfaatkan rumah tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Bapak ibu mesti bersyukur kepada Allah, sebab masih banyak saudara-saudara kita yang juga berstatus miskin dan dhuafa tinggal di rumah tak layak huni, tapi masih belum ada rezeki mendapatkan bantuan rumah layak huni dari pemerintah,” ujarnya.
Ia memastikan pemerintah daerah akan terus berupaya memperluas program bantuan rumah layak huni dalam lima tahun ke depan.
Zaman menambahkan, di bawah kepemimpinan Bupati Safaruddin dengan semangat “Arah Baru Abdya Maju”, pemerintah menargetkan tidak ada lagi warga miskin yang tinggal di rumah tidak layak huni.
Upaya itu dilakukan melalui penguatan program daerah dan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat untuk menarik dukungan pembangunan ke daerah.
Wabup Zaman Akli juga menjelaskan, calon penerima bantuan harus mengajukan permohonan ke Baitul Mal. Setelah itu, petugas melakukan verifikasi kelayakan sebelum pembangunan dilakukan.
“Proses tersebut bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran,” katanya.
Salah seorang penerima bantuan, Jamaluddin, mengaku terharu atas rumah baru yang diterimanya. Ia menyebut telah tiga kali mengajukan proposal ke Baitul Mal Abdya sebelum akhirnya disetujui.
“Alhamdulillah baru sekarang dapat bantuan dari Baitul Mal. Dengan adanya bantuan ini kami sangat bahagia dan senang,” ujarnya.
Jamaluddin juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, Baitul Mal, serta para muzaki dan munfik. Ia berharap program bantuan rumah layak huni tersebut terus berlanjut agar lebih banyak warga kurang mampu dapat merasakan manfaatnya.









