Tamiang- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan bantuan 100 ekor sapi tradisi meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah bagi masyarakat terdampak bencana di delapan daerah di Aceh, terbanyak untuk Kabupaten Aceh Tamiang.
“Kami hadir untuk membersamai masyarakat agar tetap semangat menyambut Ramadhan meski di tengah situasi pascabencana,” kata Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan di Aceh Tamiang, Senin.
Adapun bantuan 100 ekor sapi tradisi meugang tersebut disalurkan untuk Kabupaten Pidie Jaya 13 ekor, Bireuen 10, Aceh Utara 15, Aceh Timur 15, Aceh Tamiang 22, Aceh Tengah 10, Bener Meriah 5, dan Gayo Lues 10 ekor.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis kepada sejumlah penerima manfaat, yang berlangsung di halaman Masjid Nurhasanah, Desa Kebun Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Bantuan sapi hidup untuk daging meugang tersebut memiliki bobot 240-250 kilogram per ekornya. Penyaluran ini untuk memastikan masyarakat dhuafa dan penyintas bencana dapat menjalankan tradisi meugang dengan layak.
“Meugang bukan sekadar menyembelih sapi atau makan bersama, tetapi memiliki nilai spiritualitas dan emosional yang mendalam bagi rakyat Aceh,” ujarnya.
Saidah menjelaskan, proses penyaluran bantuan ini juga telah dikoordinasi dengan pemerintah Aceh dan kabupaten/kota penerima, sehingga distribusi dagingnya tepat sasaran, serta tidak tumpang tindih dengan bantuan lainnya, termasuk bantuan dari Presiden.
Selain bantuan pangan, Saidah memaparkan bahwa Baznas RI tengah menjalankan program pemulihan pascabencana yang mencakup tiga aspek utama, yakni program “kembali ke masjid” dengan merehabilitasi sarana ibadah, serta program “kembali ke sekolah” melalui distribusi 30.000 paket seragam dan alat tulis.
“Untuk pemulihan jangka panjang, kami akan membangun hunian tetap yang kami sebut Kampung Cahaya Zakat. Di Aceh Tamiang, kami sedang menunggu kepastian titik tanahnya. Begitu lahan siap, pembangunan segera dimulai karena anggarannya sudah tersedia,” kata Saidah.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Tamiang, Muslizar mengapresiasi atas komitmen BAZNAS dalam membantu pemulihan sosial keagamaan di wilayahnya.
Menurutnya, kehadiran bantuan ini sangat berarti bagi warga yang sedang berusaha bangkit dari dampak bencana alam.
Tradisi meugang sendiri merupakan warisan budaya masyarakat Aceh yang dirayakan tiga kali setahun, yakni menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha, sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan.
“Dari 100 ekor sapi tersebut kita Aceh Tamiang mendapat paling banyak dari daerah lain yakni 22 ekor,” kata Muslizar.
Amatan di lapangan, sejumlah sapi juga disembelih di lokasi acara bertajuk “Tarhib Ramadhan Baznas Meugang Bersama Masyarakat Aceh” untuk dimasak dan makan bersama penyintas bencana, warga sekitar dan tim relawan Baznas.









