Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Aceh membantu pengadaan sumur bor di Kabupaten Pidie Jaya guna mendukung percepatan pemulihan bencana hidrometeorologi.
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh Tato Juliadin Hidayawan di Banda Aceh, Kamis, mengatakan bantuan sumur bor tersebut merupakan bagian dari Program Imipas Peduli.
“Sumur bor Imipas Peduli tersebut diserahkan kepada Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Ummul Ayman. Kami berharap sumur bor ini bermanfaat bagi civitas akademika maupun masyarakat dalam memenuhi air bersih,” katanya.
Serah terima bantuan untuk pemulihan wilayah terdampak bencana tersebut berlangsung di Pidie Jaya, Rabu (25/2). Penyerahan bantuan dilakukan Tato Juliadin Hidayawan didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh beserta jajaran.
Bantuan diterima Ketua Yayasan STIS Ummul Ayman Tgk Muhammad Al-Mustafa. STIS Ummul Ayman berlokasi di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Penyerahan bantuan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima sebagai bukti selesainya pembangunan sumur bor bantuan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.
Tato Juliadin Hidayawan mengatakan Imipas Peduli merupakan bagian dari program bakti sosial Hari Bhakti Imigrasi ke-76 Tahun 2026 yang diinisiasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.
Program tersebut dilaksanakan Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Aceh beserta jajaran sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya wilayah terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya.
“Pembangunan sumur bor ini menjadi wujud komitmen Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Aceh dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat pascabencana,” kata Tato Juliadin Hidayawan.
Menurut dia, melalui program Imipas Peduli, Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Aceh ingin memastikan kehadiran institusi tidak hanya pada aspek pelayanan keimigrasian, tetapi juga kegiatan sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami berharap sumur bor tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam pemenuhan sumber air bersih masyarakat. Sumur bor ini sebagai bentuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana,” kata Tato Juliadin Hidayawan.









