Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

APBA 2026 Disorot: Kritik Dibungkam, Anggaran Rakyat Dipangkas

Joe Samalanga by Joe Samalanga
09/03/2026
in Nanggroe
0
APBA Disorot Dr. Nasrul Zaman: Bukti TAPA Gagal Rumuskan Anggaran Pro-Rakyat

BANDA ACEH – Polemik Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2026 semakin memanas. Alih-alih menjawab kritik dengan transparansi, pihak penyusun anggaran justru dinilai sibuk menyerang para pengkritik dengan narasi personal dan tudingan adu domba.

Pemerhati Kebijakan Publik Dr. Nasrul Zaman menilai fenomena tersebut menunjukkan rapuhnya argumentasi pihak yang menyusun kebijakan anggaran.

“Kalau kritik dijawab dengan serangan pribadi, itu pertanda mereka tidak punya jawaban atas substansi. Ini bukan soal adu domba, ini soal angka dalam APBA,” kata Nasrul Zaman dalam keterangannya di Banda Aceh, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, publik memiliki hak penuh mempertanyakan keputusan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) yang dinilai memangkas sejumlah program strategis yang langsung menyentuh masyarakat miskin.

Ia menyoroti penurunan drastis target Rumah Dhuafa dari 2.000 unit menjadi hanya 780 unit, serta pemotongan anggaran Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dari sekitar Rp285 miliar menjadi hanya Rp100 miliar dalam rancangan APBA 2026.

“Ini bukan isu yang dibuat-buat. Ini fakta angka dalam dokumen perencanaan. Jika TAPA merasa keputusan ini benar, tunjukkan datanya secara terbuka. Jangan sembunyi di balik narasi emosional dan buzzer kebijakan,” tegasnya.

Birokrasi Jangan Pelihara Pendengung
Nasrul juga menilai munculnya sejumlah pihak yang membela kebijakan anggaran tanpa dasar analisis justru memperlihatkan wajah buruk birokrasi yang anti kritik.

“Ruang publik sekarang dipenuhi pendengung kebijakan yang bahkan tidak memahami struktur APBA. Mereka bicara seolah-olah ahli, padahal hanya mengulang narasi untuk menyenangkan atasan,” ujarnya.

Ia menegaskan pembelaan tanpa data bukanlah loyalitas, melainkan bentuk manipulasi opini publik.

“Loyalitas kepada pimpinan tidak boleh mengorbankan kepentingan rakyat. Membela kebijakan yang memangkas program rakyat tanpa data adalah bentuk pembodohan publik,” katanya.

Nasrul juga menegaskan kritik terhadap Sekretaris Daerah Aceh selaku Ketua TAPA adalah bagian dari pengawasan publik yang sah.

“Sekda memimpin TAPA. Maka wajar jika publik mempertanyakan kebijakan yang lahir dari sana. Jangan dibalik seolah-olah kritik itu serangan pribadi,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa birokrasi yang sehat tidak takut kritik, tetapi justru menjadikannya sebagai bahan evaluasi.

“Kalau kebijakan ini memang benar, buktikan dengan data. Tapi jika yang muncul hanya propaganda dan serangan personal, publik berhak curiga ada sesuatu yang disembunyikan dalam penyusunan APBA 2026,” kata Nasrul.

Menurutnya, satu-satunya cara meredam polemik ini adalah dengan membuka dokumen anggaran secara transparan kepada publik.

“Jangan lindungi kebijakan dengan propaganda. Lindungi kebijakan dengan data,” pungkasnya.[]

Previous Post

BNPB Pasok Kebutuhan Pengungsi di Huntara Beutong Ateuh

Next Post

Aceh Besar Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pasokan

Next Post
Aceh Besar Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pasokan

Aceh Besar Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pasokan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nyan, Demokrat Pidie Jaya Rayakan HUT ke-25 dengan Gerakan ASRI dan Layanan Gratis untuk Warga

Nyan, Demokrat Pidie Jaya Rayakan HUT ke-25 dengan Gerakan ASRI dan Layanan Gratis untuk Warga

07/08/2026
Kapolres Pidie Turun ke Jalan Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme Jelang HUT RI ke-81

Kapolres Pidie Turun ke Jalan Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme Jelang HUT RI ke-81

07/08/2026
Bunda Inklusi Kanwil Kemenag Aceh Kukuhkan Bunda Inklusi Aceh Timur

Bunda Inklusi Kanwil Kemenag Aceh Kukuhkan Bunda Inklusi Aceh Timur

07/08/2026
Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana Stimulan Tahap II bagi Korban Banjir

Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana Stimulan Tahap II bagi Korban Banjir

07/08/2026
7 Rumah dan 1 Ruko di Aceh Besar Rusak Diterjang Angin Kencang

7 Rumah dan 1 Ruko di Aceh Besar Rusak Diterjang Angin Kencang

07/08/2026

Terpopuler

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

06/08/2026

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

APBA 2026 Disorot: Kritik Dibungkam, Anggaran Rakyat Dipangkas

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Mualem dan Mentan Bahas Pemulihan Sawah Pascabencana di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com