BLANGPIDIE – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr. Safaruddin, S. Sos MSP meninjau langsung progres pembangunan rumah baru bagi keluarga Amran, warga miskin yang masih menghuni gubuk berdinding pelepah Rumbia berlantai tanah di Gampong Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten setempat.
Dalam kunjungannya itu, Bupati Dr. Safaruddin didampingi oleh Ketua Baitul Mal Abdya Tgk Syamsul Qamar bersama anggota Salman Syarif, Zulbaili dan Tgk Syamsuar Dana. Turut hadir Plt Kepala Sekretariat Baitul Mal Bustari, S.Ag MM.
Selain itu, hadir pula Camat Tangan-Tangan Jasmadi, Keuchik Padang Kawa Tarmizi beserta aparatur desa.
Dalam kesempatan itu, Dr. Safaruddin menegaskan bahwa ia akan membangun rumah tersebut selesai sebelum takbir lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah tahun ini.
“Sebelum lebaran Idul Fitri rumah baru untuk keluarga bang Amran harus selesai terbangun,” tegasnya.
Dr. Safaruddin terlihat menurunkan kepala tukang, konsultan perencana dan memerintahkan Keuchik Padang Kawa hingga relawan untuk segera mengerjakan pembangunan rumah tersebut agar bisa tuntas sebelum takbir Idul Fitri.
Sebelumnya, Amran bersama istri dan dua anaknya yang masih duduk di bangku SD tinggal di rumah tak layak huni yang berkontruksi pelepah rumbia dan hanya beralas tanah. Selain memiliki tiga tanggungan, di rumah Amran juga tinggal anak keponakannya yang piatu bersama mereka.
Kondisi warga yang hidup di rumah pelepah rumbia itu ditemukan Dr. Safaruddin saat ia dengan sengaja melakukan perjalanan berkeliling memantau kehidupan masyarakatnya.
Pada Selasa (10/03) sekitar pukul 03.00 Wib dini hari, Dr. Safaruddin singgah di Gampong Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan. Ia melihat langsung ternyata masih ada warga miskin di Abdya yang masih menghuni rumah dari pelepah rumbia.
Merasa terharu dan sedih melihat kondisi keluarga Amran, ia dengan cepat mengambil sikap untuk memberikan rumah layak huni bagi keluarga tersebut. Bahkan tak tanggung-tanggung, Dr. Safaruddin minta rumah tersebut selesai dibangun sebelum takbir lebaran Idul Fitri.
Menurutnya, masih banyak kondisi rumah warga yang tinggal di rumah tak layak huni, khususnya di Kecamatan Tangan-Tangan.
“Masih banyak laporan rumah tak layak huni dari Keuchik. Namun, kebanyakan di Kecamatan Tangan-tangan, seperti di Pante Gelumpang, Drien Jalo, dan di lokasi lainnya. Jadi sekarang kita gerak di Tangan-tangan dulu, insyaAllah setelah ini kita akan menyasar ketempat lain,” ucap Dr. Safaruddin.
Pada kesempatan itu, ia juga meminta Baitul Mal untuk mempersiapkan anggaran pembangunan rumah layak huni bagi kaum duafa dan masyarakat miskin yang ada di Abdya.
“Di periode saya dengan bang Zaman Akli, saya tidak ingin lagi masih ada warga saya yang hidup dan tinggal di rumah pelepah rumbia,” tegasnya.
Amatan di lokasi, rumah baru untuk keluarga Amran mulai dikerjakan. Bangunan lama pelepah rumbia sudah diruntuhkan untuk dibangun rumah yang layak huni dengan ukuran 4,5 x 8 meter sesuai perhitungan konsultan perencanaan.
Pembangunan rumah baru untuk keluarga Amran tersebut rencana dikerjakan oleh dua orang tukang, 12 orang pekerja dari relawan Safaruddin-Zaman Akli.
Semua material pembangunan rumah juga diminta Bupati Abdya segera didatangkan dengan harapan bisa dikerjakan tuntas sebelum hari raya Idul Fitri tahun ini.










