Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah merelokasi lima keluarga penghuni hunian sementara (huntara) di Dry Port Ketipis, Kampung Kute Kering, Kecamatan Bukit, karena atap hunian yang mereka tempati rusak.
Kepala BPBD Kabupaten Bener Meriah Safriadi yang dihubungi dari Banda Aceh, Rabu, mengatakan atap hunian sementara korban bencana tersebut rusak akibat angin kencang disertai puting beliung yang terjadi pada Selasa (24/3).
“Lima keluarga tersebut direlokasi ke unit huntara yang masih kosong. Atap yang rusak akibat puting beliung diperbaiki vendor atau rekanan yang membangun huntara tersebut,” kata Safriadi
Sebelumnya, atap lima unit Huntara Dry Port Ketipis, Kampung Kute Kering, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, rusak diterjang puting beliung, Selasa (24/3).
Lima unit huntara tersebut berada di Blok A dan dihuni lima keluarga penyintas bencana hidrometeorologi. Kelima keluarga tersebut yakni Muhammad S, Syahbudin, Edi Susanto, Joko Santoso, dan Fadilah.
“Angin kencang disertai puting beliung terjadi secara tiba-tiba dan tidak berlangsung lama. Kejadian tersebut sempat membuat sejumlah penghuni huntara panik. Kerusakan atap beragam, ada yang parah ada juga yang ringan,” katanya
Usai kejadian, kata dia, tim BPBD Kabupaten Bener Meriah dikerahkan ke lokasi menangani penghuni huntara terdampak. Tim juga membantu merelokasi barang-barang penghuni huntara yang atapnya rusak diterjang puting beliung.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena kondisi unit huntara sedang kosong karena penghuni berlebaran. Kelima keluarga penghuni huntara dipindahkan ke unit yang kosong di huntara tersebut untuk sementara waktu,” kata Safriadi.










