Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Kepala Daerah Diminta Aktifkan Posko untuk Percepatan Data Huntap

redaksi by redaksi
01/04/2026
in Lintas Timur
0
Kepala Daerah Diminta Aktifkan Posko untuk Percepatan Data Huntap

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh saat menerima silaturahmi Kepala LKBN Antara Biro Aceh, di ruang kerjanya, di Banda Aceh, Rabu (1/4/2026). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah meminta kepada seluruh Bupati/Wali Kota yang daerahnya terdampak bencana untuk mengaktifkan kembali posko-posko dalam rangka percepatan pendataan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban banjir.

“Ini kita sudah menginstruksikan kepada Bupati/Wali Kota untuk mengaktifkan kembali posko-posko, biar pendataannya cepat,” kata Fadhlullah, di Banda Aceh, Rabu.

Dek Fadh mengatakan, pengaktifan posko tersebut penting dilakukan mengingat hingga hari ini baru ada 10 dari 18 kabupaten/kota terdampak bencana yang telah menyelesaikan pendataan untuk pembangunan huntap.

Ia menjelaskan, pendataan ini penting dilakukan, terutama terkait penempatan orangnya. Berkaca dari pengalaman di Aceh Utara pada 104 huntap yang dibangun oleh Kemenko Polkam.

Sebelum dibangun, semua penerima sudah bersedia menempati, tetapi begitu pembangunan selesai, tiba-tiba banyak yang tidak mau huntap komunal tersebut, dan meminta skema in situ (di lokasi asal).

“Awalnya semua sudah oke, begitu sudah dibangun, sudah ada yang tidak mau huntap komunal, mau huntap in situ, jadi mundur 40 orang dan 60 tinggal. Tapi huntap ini sudah dibangun, akhirnya cari lain lagi,” ujarnya.

Dirinya menegaskan, negara selalu hadir di tengah masyarakat Aceh yang tertimpa musibah banjir. Misalnya, kalau dulu dalam satu rumah ada lima kepala keluarga (KK), tetapi pascabencana ini, sudah boleh memilah KK masing-masing, dan semua mendapatkan huntap.

“Apalagi kurang negara. Saya sampaikan dalam rapat (bersama kepala daerah), maunya bagaimana lagi ini, negara mau membuat, apa yang dimohon ada, tapi datanya tolong,” tegasnya.

Dalam pertemuan dengan Antara, Dek Fadh juga berharap kepada media massa untuk dapat melihat dan memberitakan bagaimana upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam membantu pemulihan Aceh.

“Pemerintah telah berbuat banyak membantu menangani bencana Aceh. Bahkan, selama bencana, Presiden Prabowo sudah tujuh kali ke Aceh, dan Mendagri hampir setiap minggu di Aceh,” kata Dek Fadh.

Disisi lain, saat rapat bersama kepala daerah di Aceh, Fadhlullah juga telah menegaskan bahwa selain menuntaskan pembangunan huntara yang masih tersisa di beberapa titik, pemerintah daerah juga harus segera mempersiapkan data pembangunan huntap bagi masyarakat terdampak bencana. Mulai dari penerima, lokasi, hingga verifikasi.

Wagub menjelaskan, terdapat tiga skema pembangunan huntap yang harus segera diakselerasi oleh pemerintah kabupaten/kota.

Pertama, pembangunan huntap komunal yang dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Untuk skema ini, ia meminta agar data calon penerima segera disampaikan agar proses pembangunan bisa segera dimulai.

Kedua, pembangunan huntap di atas lahan milik korban yang akan difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Skema in situ ini ditujukan bagi masyarakat yang memiliki lahan sendiri, dan memilih membangun di lokasi tersebut.

Ketiga, pemberian bantuan dana tunai sebesar Rp60 juta bagi masyarakat yang memilih membangun rumah secara mandiri.

Selain itu, Dek Fadh juga menekankan pemerintah daerah harus segera menetapkan Surat Keputusan (SK) lokasi huntap, menuntaskan permasalahan lahan, serta memastikan legalitas tanah agar tidak menghambat proses pembangunan.

Ia juga menginstruksikan pembentukan dan pengoperasian tim verifikasi huntap yang melibatkan unsur pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan kejaksaan, guna memastikan validitas data penerima berbasis by name by address (BNBA).

“Seluruh tahapan harus dipercepat dalam masa transisi tanggap darurat. Tidak boleh ada keterlambatan administrasi, semua kesiapan harus tuntas sebelum masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” demikian Dek Fadh.

Sumber: antara

Previous Post

Nyan, 4 Santri Al Zahrah Lulus SNBP 2026, Satu di Fakultas Teknik Pertanian USK

Next Post

KNPI dan IMM Abdya Soroti Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh

Next Post
KNPI dan IMM Abdya Soroti Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh

KNPI dan IMM Abdya Soroti Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

JMSI Anugerahkan Penghargaan Kemanusiaan kepada Mahlizar Safdi dari Posko Rakyat

JMSI Anugerahkan Penghargaan Kemanusiaan kepada Mahlizar Safdi dari Posko Rakyat

13/06/2026
Menko Pangan Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi di Aceh Lancar

Menko Pangan Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi di Aceh Lancar

13/06/2026
Doto Zaini Dimakamkan di Kampung Halaman

Doto Zaini Dimakamkan di Kampung Halaman

13/06/2026
2.000 Pelajar Turun ke Jalan, Karnaval HUT Pidie Jaya Jadi Simbol Kebangkitan Pascabencana

2.000 Pelajar Turun ke Jalan, Karnaval HUT Pidie Jaya Jadi Simbol Kebangkitan Pascabencana

13/06/2026
PIP 2026 Usulan TRH Hadir untuk 8.261 Siswa Pidie, Teuku Syahwal: Investasi Terbaik adalah Pendidikan

PIP 2026 Usulan TRH Hadir untuk 8.261 Siswa Pidie, Teuku Syahwal: Investasi Terbaik adalah Pendidikan

13/06/2026

Terpopuler

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

12/06/2026

Kepala Daerah Diminta Aktifkan Posko untuk Percepatan Data Huntap

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

Polhukab IPELMASRA Tolak Tambang Beutong Ateuh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com