Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Iran soal Trump Perpanjang Gencatan Senjata: Ada Udang Di balik Batu

redaksi by redaksi
22/04/2026
in Internasional
0
Iran soal Trump Perpanjang Gencatan Senjata: Ada Udang Di balik Batu

Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf. (Foto: ICANA NEWS AGENCY / AFP)

Jakarta – Iran menganggap keputusan mendadak Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang gencatan senjata hanya beberapa jam sebelum berakhir pada Selasa (21/4) tak ada artinya.

Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, bahkan menilai alasan Trump memperpanjang gencatan senjata untuk memberi waktu Teheran merampungkan proposal perundingan hanya lah bualan belaka.

Ia menganggap perpanjangan masa gencatan senjata hanya “tipu daya untuk mengulur waktu” agar AS bisa melancarkan serangan mendadak terhadap Iran.

“Selain itu, perpanjangan gencatan senjata oleh Trump jelas merupakan tipu daya untuk membeli waktu demi melancarkan serangan mendadak. Saatnya Iran mengambil inisiatif,” ucap Mohammadi dalam pernyataan yang diterjemahkan dan diunggah melalui media sosialnya seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (22/4).

Mohammadi juga menilai Trump telah kalah pertempuran lantaran Iran tak langsung manut pada ajakan AS untuk berunding begitu saja.

Ia juga menilai blokade laut hingga penyitaan kapal Iran yang dilakukan AS sama saja dengan berperang.

“Pihak yang kalah tidak bisa mendikte syarat. Kelanjutan pengepungan tidak berbeda dengan pengeboman dan harus dibalas dengan respons militer,” ujar Mohammadi menambahkan.

Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata beberapa jam sebelum berakhir pada Rabu (22/4).

Padahal, beberapa jam sebelumnya Trump juga melontarkan ancaman terbaru kepada Iran bahwa AS akan mengebom Teheran lagi habis-habisan jika perundingan putaran kedua yang akan berlangsung di Pakistan hari ini batal dan gencatan berakhir.

Trump beralasan AS mau memberikan waktu bagi para pimpinan Iran merampungkan proposal perundingan yang ia klaim sedang terpecah. Trump mengeklaim perundingan putaran dua AS-Iran tak terlaksana sesuai rencana lantaran konflik internal Iran.

Ia turut mengeklaim perpanjangan masa gencatan ini juga atas permintaan Pakistan selaku mediator.

“Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran saat ini mengalami perpecahan serius, sesuatu yang tidak mengejutkan, serta atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta menunda serangan terhadap Iran sampai para pemimpin dan wakil mereka dapat menyusun proposal yang terpadu,” kata Trump.

Meski begitu, Trump memastikan AS tetap menerapkan tekanan maksimal bagi Iran selama perpanjangan gencatan senjata berlangsung sampai tenggat waktu yang belum ditentukan.

Ia menuturkan AS akan tetap menerapkan blokade laut bagi Iran selama perpanjangan gencatan senjata.

“Karena itu, saya telah memerintahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap serta mampu bertindak. Saya juga akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal tersebut diajukan dan pembahasan selesai, apa pun hasil akhirnya,” ucap Trump.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Baitul Mal Abdya Verifikasi Puluhan Rumah Warga Tak Layak Huni

Next Post

Geger Peserta UTBK Undip Tanam Alat Bantu Dengar di Telinga

Next Post
Geger Peserta UTBK Undip Tanam Alat Bantu Dengar di Telinga

Geger Peserta UTBK Undip Tanam Alat Bantu Dengar di Telinga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Gelar Sosialisasi Anti Bullying dan Kesetaraan Gender

KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Gelar Sosialisasi Anti Bullying dan Kesetaraan Gender

04/08/2026
Mahasiswa KPM Mandiri Bina Generasi Qurani di Burni Bius Baru

Mahasiswa KPM Mandiri Bina Generasi Qurani di Burni Bius Baru

04/08/2026
Dewan Terima Dokumen R-KUA-PPAS APBK Banda Aceh 2027 dari Eksekutif

Dewan Terima Dokumen R-KUA-PPAS APBK Banda Aceh 2027 dari Eksekutif

04/08/2026
GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

04/08/2026
Polda Sumut Duga Eks Istri Polisi di Medan Ambil Senpi di Tas

Polda Sumut Duga Eks Istri Polisi di Medan Ambil Senpi di Tas

04/08/2026

Terpopuler

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

02/08/2026

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

Jaksa Masuk Inspektorat Pidie Jaya, Advokat: Legalitas Bukan Jaminan Pengawasan Bebas Intervensi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com