BLANGPIDIE – Tim delegasi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) duduk bersama Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Direktur RSUD Teungku Peukan, dan jajaran BPSDM Abdya dalam sebuah pertemuan strategis yang didorong oleh keprihatinan mendalam atas raport merah kondisi kesehatan di Provinsi Aceh di Dinas Kesehatan Abdya, Selasa (5/5/2026).
Pertemuan ini melahirkan kesepahaman tunggal, kualitas layanan kesehatan tidak akan berubah tanpa transformasi radikal pada manusianya.
Menindaklanjuti visi progresif Rektor USK, tim FK USK menawarkan intervensi melalui 36 program studi unggulan untuk merancang arsitektur SDM kesehatan yang kuat, terencana, dan berkesinambungan di “Kota Dagang” tersebut.
Pertemuan itu melibatkan tiga pilar utama pembangunan daerah. Dinas Kesehatan sebagai pemegang kebijakan, RSUD sebagai garda terdepan layanan klinis, dan BPSDM sebagai motor penggerak pengembangan aparatur. Ketiganya sepakat bahwa keterbatasan dokter spesialis dan lemahnya tata kelola manajemen kesehatan harus segera dipangkas melalui jalur pendidikan formal dan pendampingan pakar.
“Kondisi kesehatan Aceh yang belum ideal adalah realitas yang menyakitkan, namun harus kita hadapi dengan aksi nyata. Kami di Abdya tidak ingin lagi bekerja secara parsial. Kehadiran FK USK adalah harapan baru untuk membangun fondasi SDM yang tangguh,” kata Kadis Kesehatan Abdya Ns. Rinaldi, S. Kep, M. Kep.
Tim FK USK menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar rencana administratif, melainkan sebuah misi untuk memastikan rakyat Abdya mendapatkan hak kesehatan terbaik. Dengan dukungan penuh dari BPSDM Abdya, program pengiriman tenaga medis daerah ke jenjang spesialis, subspesialis, dan doktoral akan direncanakan secara presisi agar dampak kemanfataannya berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Tim FK USK yang hadir di KadisAceh Barat Daya diketuai Dr. H. Said Usman, S.Pd., M.Kes. Anggota tim adalah Dr. Irwan Saputra, S.Kep., M.K.M, Dr. Nasrul Z., S.T., M.Kes, Auliya Muksaimina, ST, dan
Ikram, ST. []











